The Lost Symbol

Pada mulanya adalah Kata.

Dean Galloway berlutut di Persimpangan Besar Katedral Nasional dan berdoa untuk Amerika. Dia berdoa agar Negara tercintanya bias segera memahami kekuatan sejati Kata—kumpulan kebijakan tertulis dari semua master kuno—kebenaran-kebenaran pritual yang di ajarkan oleh orang-orang bijak besar.

Sejarah telah memberkahi umat manusia dengan guru-guru terbijak, jiwa-jiwa sangat tercerahkan yang memahami misteri-misteri spiritual dan mental melebihi segala pemahaman. Kata-kata berharga para Ahli ini—Budha, Yesus, Muhammad, Zoroaster, dan lainnya yang tak terhitung banyaknya—telah diteruskan di sepanjang sejarah di dalam wadah-wadah tertua dan paling berharga.

Buku.

Setiap kebudayaan di bumi memiliki buku sucinya sendiri—Kata-nya sendiri—yang kesemuanya berbeda, tetapi masing-masing sama. Bagi orang Kristen, Kata itu adalah Alkitab, bagi orang Muslim Al-Quran, bagi orang Yahudi Kitab Tautat, bagi orang Hindu Kitab Weda, dan seterusnya dan seterusnya.

Kata itu akan menerangi jalan.

Bagi bapak-bapak bangsa penganut Mason Amerika, kata itu adalah Alkitab. Akan tetapi, hanya sedikit yang memahami pesan sejatinya.

Malam ini, ketika Galloway berlutut sendirian di dalam katedral besar itu, dia meletakkan kedua tangannya di atas Kata—buku usang Alkitab Masonnya sendiri. Buku berharga ini, seperti semua Alkitab Mason, berisikan Kitab Perjanjian Lama, Kitab Perjanjian Baru, dan harta karun tulisan filosofis Mason.

Walaupun mata Galloway tidak lagi bias membaca teks itu, dia hafal dengan kata pengantarnya. Pesan agung itu telah dibaca oleh jutaan saudara Mason dalam bahasa yang tak terhitung banyaknya di seluruh dunia.

Teksnya berbunyi :

WAKTU ADALAH SUNGAI … DAN BUKU ADALAH PERAHU.
BANYAK DILUNCURKAN DI SUNGAI ITU, HANYA UNTUK HANCUR
DAN HILANG MELAMPAUI NGATAN DI DALAM PASIR-PASIRNYA.
HANYA SEDIKIT, SEDIKIT SEKALI, YANG TAHAN TERHADAP UJIAN-
UJIAN WAKTU DAN TETAP HIDUP UNTUK MEMBERKAHI ADAB-
ADAB BERIKUTNYA.

Ada alasan mengapa buku-buku ini bertahan, sementara yang lain lenyap. Sebagai orang yang mempelajari keyakinan, Dean Galloway merasa takjub karena teks-teks spiritual kuno—buku-buku yang paling banyak dipelajari di bumi—sesungguhnya adalah yang paling sedikit dipahami.

Sebuah rahasia menakjubkan tersembunyi di dalam halaman-halaman itu.

Suatu hari kelak, cahaya akan merekah, dan umat manusia pada akhirnya akan mulai memahami kebenaran sederhana dan transformative ajaran-ajaran kuno .. dan melakukan lompatan kuantum ke depan dalam memahami hakiat diri mereka sendiri yang luar biasa.

The Lost Symbol by Dan Brown

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s