Kejutan dari ketauan yang tidak tau..

Satu minggu sudah, tak ada kata yang terdengar darinya, yang ada hanya satu dua patah kata yang terucap secepat kilat datang. Aku bingung kenapa, tapi tak patut juga rasanya bila aku bertanya. Hasilnya hanya kata-kata iseng yang terucap selama 4 hari dalam diamnya itu. Yaa, walaupun kata-katanya adalah bijak dan termungkinkan untuk diadakannya diskusi tentang kata-kata seperti yang sering kami lakukan bersama tapi, entahlah, setiap ada kesempatan yang terluang untuk memikirkannya, selalu aku bertanya-tanya pada dalamnya hati, mencari-cari tentang kesalahan apa yang telah terjadi di akhir kali bertemu, membaca ulang setiap kata terakhir darinya.
Segala jawaban dari hati pun telah berucap, namun dari segala jawaban dari hasil ku bertanya-tanya pada diri, tak sedikitpun ku temukan kesalahan padaku.
Dua hari dalam diam, akhirnya kata darinya terucap terwaliki dengan huruf digital yang terbacakan pada sebuah layar. Kaget. Yang terbacakan adalah emoticon senyum sebanyak 104 kali. Senyum senang tak terperi tersungging kan dalam sekejap. Cepat-cepat aku balas dengan menanyakan kenapa tidak menghubungi selama ini. Satu jam, dua jam, 3 jam, hingga larut malam tak ada kata lagi darinya.
Ya sudah..
Hari berikutnya dan hari berikutnya, hanya terbaca satu kata yaitu “cinta” darinya. Aku tanyakan padanya, “sejak kapan panggilanku menjadi cinta?” jawaban pun datang darinya, “sejak aku jatuh cinta” dan..tak terbahas hal apapun setelah itu.
Hari terlewati lagi, dan ketika itu siang hari, seperangkat kata terangkai darinya, dan mulailah kami bercengkrama seperti biasa dan ketika sebuah bahasan tepat pada pukul 02:43:13 pm berkata, “kalau memang sedang tidak sibuk, coba tengok keluar deh..”
Deg!! Apa?? Kejut kaget dengan keterkejutan hingga menyebabkan jantung nyaris berhenti berdetak, dia disini!!
Intensitas kedipan mata pun bertambah banyak seiring dag dig dug jantung yang semakin tak terkendalikan. Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana dengan penampilanku? Bagaimana bila aku terlihat salah tingkah?? Cukup!
Dengan sebisa sebiasa mungkin aku berjalan ke depan, dan ku tengok kanan, kiri, barat, timur, loh! Tak ada siapapun.
Aku tanyakan dimanakah dia, dia pun menjawab di depan dan aku pun sekarang di depan, siapa yang salah?? Daaaan.. dengan ber-hehehehe dan memasang wajah lucu dia pun bilang, “owh, aku salah kali yaa..”
Berniat membuat kejutan namun harus gagal karena suatu ke-tau-an yang tidak tau. Hahaha.. aku pun tertawa kaget dengan segala kelucuan yang dia lakukan. Walaah..
Bermenit-menit kemudian akhirnya aku bertemu dengannya, untuk kali pertama bertatap muka dalam tujuan tatap yang berbeda, kali pertama kata terucap dalam terkumpulnya kata yang tersimpan.
Duduk dalam ruang kelas tempatku mengajar, aku dan dia pun bercerita apapun yang selama ini terpendam tak tekatakan, tentang perjalanan diri, kisah seseorang yang menakjubkan, dan cerita cerita yang terceritakan dalam diam. Dia pun juga memperlihatkan buku, sebuah buku saku kumpulan kata-kata mutiara dari sahabat bersampul biru yang bertulis tangan, foto-foto dari ke-empat musim di swiss, foto seorang keponakan yang lucu dengan baju tebalnya yang bertitik-titik terhujani salju, dan memperlihatkan sebuah buku yang kami bahas sebelumnya dan sepakat aku meminjamnya, dan, sebuah buku dia haturkan dalam keadaan masih tersegel rapi,
“Ini untukmu”
“Aku kan bilangnya pinjam bukan diberikan, aku tidak mau”
”Hmmm.. baiklah, kembalikan 5 atau 6 tahun lagi..”
Sebuah buku bersampul coklat berlatar segala macam bentuk simbol dengan gambar utama sebuah cap ordo denagn efek tirai terbuka dengan menyingkap sebuah gambar gedung capitol. Judul buku yang bercetak besar berkilauan warna emas. Suatu novel yang mempersembahkan suatu cerita dengan sebagian besar fakta sejarah yang akurat yang sebenarnya adalah sebuah rekaan imajinasi dari sang penulis.
Aku penasaran dan ingin membuka bukunya, ketika dia mau membukanya aku berkata,
“Membukanya jangan seperti itu, biarlah sampul dari toko ini tetap menjadi sampulnya”
Dengan ekspresi yang masih aku ingat hingga sekarang dia menyerahkan buku itu dan kami pun menyampulinya bersama, dengan perasaan yang tak menentu, entah itu bahagia atau apa yang jelas adalah itu bahagia.
Dengan sedikit kata yang terlalui dalam keheningan, perasaan grogi, berkeringat dingin, tekuncinya kata, berbalas senyum yang tersuguhkan paling manis, mengalunkan lagu cinta yang mewakili isi hati, saling berjawab salam karena kelatahanku bila terkejutkan, saling mendoakan, mengamati setiap potong perekat kertas yang terpotong yang kadang harus kehilangan jejaknya, dan jauhnya jarak duduk yang membuat segala barang berjatuhan, feel flying so high and saying in whisper that I couldn’t be happier.
Buku tersampuli sudah dan dia meminta buku itu untuk sekedar diberi tulisan dan tanda tangan darinya, bingung lah yang terlihat di wajahnya. Dan secarik kalimat dan setarikan tanda tangan terpatri pada halaman depan buku dengan ketebalan 705 halaman itu.

secarik kata di halaman pertama..

secarik kata di halaman pertama..

Langsung ditutup olehnya dan memintaku untuk membukanya di rumah. Just curious that I feel, but..oke, I’ll know it.
Satu jam setengah terlampaui dengan beribu-ribu perasaan di hati, dan yang membahagiakan adalah, hal yang sama terasakan olehnya. Indeed, irreplaceable moment. Yang bila diibaratkan hidup ku dan hidupnya ini adalah sebuah galaksi andromeda, maka waktu satu setengah jam yang terlampaui itu adalah mataharinya yang akan terjadikan sebagai sebuah poros awal dari segala kehidupan bahwa hari-hari setelah hari ini akan menjadi hari pembuktian atas cinta yang bersemburat indah terkuas dalam kanvas hati, dan bahwa cinta adalah aku, kau dan matahariku.

5 thoughts on “Kejutan dari ketauan yang tidak tau..

  1. keren2.,.,

    ni tak tambah i beberapa kata2.,

    bila dirimu sekarang sedang menunggu seseorang untuk menjalani ridho-Nya,.,

    bersabarlah,.,.

    demi Allah dia tidak datang karena kecantikan/ketampanan, kepintaran, ataupun kekayaan.,.,

    tapi Allah lah yang menggerakkannya..,.

    jadi, tidak perlu tergesa untuk mengekspresikan cinta n sayang kepada dy, sebelum Allah mengiinkannya.,.

    belum tentu yang kau cintai adalah yang terbaik untuk mu.,.

    siapakah yg lebih mengetahui melainkan Allah?

    simpanlah segala bentuk ungkapan cinta dan derap hati dengan rapat..,

    Allah akan menjawabnya dengan lebih indah di saat yang tepat.,.

    seperti kata ibnu abbas : orang jatuh cinta tidak akan masuk surga kecuali ia bersabar dan bersikap iffah karna Allah dan menyimpan cintanya karena Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s