kebun teh MALANG dalam cerita

Apa ini judulnya?? Hmm.. bisa disebut study tour tapi bisa juga disebut jalan-jalan biasa, namun bukan jalan-jalan biasa juga. Hehe.. itu dia, berbagai rencana sudah disusun beberapa bulan yang lalu dan banyak sudah yang dipertimbangkan, banyak juga yang sudah ter-cancelled dan akhirnya keputusan terjadi pada tanggal 5 juni 2011. Study Tour keluarga Dian Institute Pare. Dengan tujuan utama kebun teh PTPN 12, Desa wonosari, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.
Tepat pukul 06.30 am kami berangkat, bismillahirrohmanirrohim.. dengan 10 siswa Diploma I, 6 Guru dan Tutor dan tentunya pak sopir, kami menyusuri sepanjang jalan kediri malang yang berkelok-kelok. Teman guru ku ada yang membawa anak kecil yang sepanjang jalan terus mengajak menyanyi disaat semuanya berpusing-pusing ria menikmati jalanan malang, jadilah sudah radio tanpa syarat, haha..
Sekitar pukul 10.00 kami sampai di kebun teh, sebelum menyebar kami mengadakn briefing dan pembagian kelompok. Karena ber 16 terbagilah 4 kelompok dengan 2 kelompok anak-anak Diploma dan 2 kelompok tutor dan guru.

briefing dulu giih..

briefing dulu giih..


Lalu kami mulai dengan berjalan arah jam 3 dari parkir utama menuju house of tea namun karena hari libur tidak ada kegiatan pembuatan teh maupun pemetikan teh, sayang sekali. Sebelah house of tea hamparan hijau yang belum begitu luas menyambut kami dengan semilir angin dingin yang mengidentifikasikan bahwa this is real Malang City.
house tea

house tea


Karena kedekatan ku dengan anak guru ku bernama Desgra sepanjang perjalanan jadilah kemana-mana minta bersama ku, karena anaknya yang sedikit hyper sampailah kami ke tempat-tempat yang menarik perhatiannya. Ke taman-taman, play ground, kolam ikan, lapangan tennis, hingga ke kebun teh. Bermain-mainlah dia di roundabout, slides and every where that makes her enjoy.
mari nge-bun-teh

mari nge-bun-teh


Luas kebun teh keseluruan adalah 750 hektar, belum termasuk dengan kantor-kantor, pabrik pembuatan teh serta taman-taman nya. Karena begitu luasnya dan tak memungkinkan untuk mengitarinya dnegan jalan kaki kami pun naik kereta mini untuk mengelilingi kebun teh yang luas. Aku lihat kanan kiri hamparan tanaman teh dengan pucuknya yang hijau yang tak akan lama lagi terpetik dengan tangan-tangan ibu-ibu pemetik teh.
Puas berkeliling mampirlah kami pada swalayan dan koperasi teh. Terdapat bermacam-macam teh kemasan, jajanan khas malang serta souvenir-souvenirnya.
how green!!

how green!!


Oleh-oleh telah ditangan dan kembalilah kami ke parkiran untuk santap makan siang dan sholat.
Jam tangan menunjukkan pukul 01.00 dan kami pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Rencana awal kami akan pergi ke air terjun coban talun namun menurut informasi yang didapat untuk sampai ke air terjunnya medan yang harus dilalui tidak mudah mengingat ada 2 anak kecil yang ikut, dan akhirnya terputuskan untuk pergi ke Malang Town Square (Matos).
Sampai disana yang aku cari pertama kali adalah Gramedia. Hehe.. Book addicted effect!! Bebauan buku-buku baru pun tercium sehingga tidak sulit menemukan gramedia. Dan bila boleh berkomentar, dari mulai penataan ruang, penataan tempat buku serta pencahayaan ruangan masih lebih menarik bahkan jauh lebih menarik Gramedia Kediri dari pada Gramedia Matos. Haha..
Buku yang paling menarik adalah A tree in Brooklyn namun, dipending dulu lah, dan dapatlah buku lain yang tak kalah menariknya.
Then we decided to come home, mampir dulu ke dewi sri untuk membeli oleh-oleh lagi, dan tujuan ku tidak lain adalah kios bunga-bunga. Mawar kuning dan putih menjadi pilihanku serta buah lucu bernama krismilk yang menurutku lebih mirip dengan tomat kecil namun kata ibu penjualnya ini tidak bisa di makan.
Setelah mendapat bunga berbelanja buah tangan yang lain berupa makanan.
Lanjut lagi perjalanan, adzan maghrib terdengarkan ketika kami sampai di daerah waduk selorejo, setelah itu kami makan malam bersama di tepi waduk selorejo yang super duper dinginnya. Terlihat kelap-kelip lampu sekitar waduk yang dipantulkan oleh air dingin waduk. Angin dingin pun tak terelakkan lagi dinginnya dan kami terhangatkan denga the yang misalnya di kediri adalah the panas namun tak terasa panasnya. Sangat nikmat.
Lengkap sudah perjalanan bukan jalan-jalan biasa kami, dan kami pulang dengan cerita kenangan indah dalam benak masing-masing. Terima kasih ya Allah atas kesempatan yang telah Engkau berikan kepada kami untuk kedekatan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s