“Jadilah pemuda-pemuda yang merindukan surga!!”

Bismillahirrohmanirrohim..

Kajian Remaja, “Pemuda dan Masa Depan Islam”, yang diselenggarakan pada tanggal 19 juni 2011 bertempat di Masjid Agung An-Nur Pare. Hmm.. pada awalnya mendapat info kajian ini dari wall photo teman di facebook and interesting directly.
Why?? Karena tema yang diusung pada Kajian tersebut sangat menarik, “Pemuda dan Masa Depan Islam” dan pengkajinya pun ustadz-ustadz lulusan Luar Negeri.

Ustadz Arif Fathul Ulum, Lc (Lulusan Universitas Islam Madinah Al-Munawaroh, Madinah, KSA)
Ustadz Abu Abdirrohman Abdillah Amin (Lulusan Ma’had Darul Hadist, Dammaj, Yaman)
Ustadz Abu Abdillah M. Yusron Mushoffa (Lulusan Ma’had I’dad Al A’immah wadduat Makkah Al-Mukarromah, Makkah, KSA)

Hmm, hmm, hmm.. menarik gak tuh!!
Acara Kajian Remaja ini yang diadakan oleh Sie Kerohanian Islam SMA Negeri 2 Pare (SKI SMADA) yang setahu saya nih, dulunya hanya diadakan untuk siswa-siswi dan alumni SMADA saja dan tempat pelaksanaannya pun di Masjid saya tercinta, Masjid Al-Furqon. Mungkin karena sedang dalam perbaikan dan semakin kreatifnya para alumni SMADA (wuuhuuu) jadilah diadakan khusus untuk para Mahasiswa dan siswa yang masih aktif sekolah.
Saya dan saudara perempuan ku yang kemana-mana kami bersama, Silviana Noerita, berangkat bersama sekitar pukul 08.30 am dan sampai sana pun telah banyak remaja-remaja putra putrid yang berkumpul. Ada kakak-kakak kelas ku dan ada pula adek-adek kelas, tapi angkatanku tak terlihat satu pun batang hidungnya, hoee, kemana kalian kawaaan!!
Pada pintu utama Masjid An-Nur terdapat banner berukuran 2 x 2.5 meter yang bertuliskan acara kegiatan seperti brosur pada wall photo SKI, namun ya beda lah, background, font dan formatnya beda.
Ikhwan dan akhwat pun terpisah tempatnya, para akhwat berada dalam sebelah kanan Masjid dan untuk Ikhwan berada pada sisi besar kiri Masjid.
Saya pun langsung mengambil posisi paling depan, (alasannya sih biar bisa duduk di karpet agar tidak kedinginan di suhu 27 an derajat, hihi..) tidak lah, agar bisa jelas mendengarkan suara ustadz ketika menyampaikan materi.
Acara pun dimulai dan ustadz Arif Fathul Ulum masuk ke podium untuk menyampaikan kajian yang pertama dengan tema Kajian, “ Jadilah pemuda-pemuda yang merindukan Surga”
Dengan tema tersebut tersajikanlah kisah-kisah teladan para pemuda yang diceritakan Allah pada Firman-firman-Nya.
“Mereka berkata : “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim”
Dan ayat pertama yang terkaji oleh ustadz adalah surat Al-Anbiya’ 51-70 yang menceritakan kisah keberanian Nabi Ibrahim Kholilullah Alaihi Sholatu Wa Sallam yang Allah berikan petunjuk kepadanya sejak Nabi Ibrahim masih muda, yang mendapati kaumnya dalam kesesatan dan kesyirikan yang menyembah berhala. Sudah pernah sih saya mendengar kisahnya dari guru agama saya ketika saya SD, namun tetap menarik karena disertai dengan penafsiran ayat per ayat dari surat Al-Anbiyaa’ yang seperti ini terjemahannya.

“Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelumnya, dan adalah kami mengetahui (keadaan) nya. (Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?” Mereka menjawab: “Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya”. Ibrahim berkata: “Sesungguhnya kamu dan bapak-bapakmu berada dalam kesesatan yang nyata”. Mereka menjawab: ”Apakah kamu datang kepada kami dengan sungguh-sungguh atau kamu termasuk orang-orang yang bermain-main?” Ibrahim berkata: “Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan langit dan bumi yang Telah menciptakannya: dan Aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu”. Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-halamu sesudah kamu pergi meninggalkannya. Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya.”
(Al-Anbiya’ : 51-70)

Dari yang diceritakan Allah kepada kita pada Firman Nya terlihat jelas bahwa Nabi Ibrahim ketika itu adalah seorang pemuda yang berani, berani menentang tentang apa yang telah diyakini kaumnya selama beberapa generasi. Keberanian Nabi Ibrahim yang berani menentang apa yang menentang jalan Allah lah yang patut kita teladani.

“Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan kami tambah pula untuk mereka petunjuk”

Kajian selanjutnya tentang para pemuda yang Allah lindungi mereka dari kesesatan dari kaum-kaum zamannya, dengan Allah menutup mata mereka selama bertahun-tahun agar mereka menghindar dari kesesatan, mereka adalah para pemuda Ash-Habul Kahfi. Dan Allah berfirman tentang mereka dengan terjemahannya sebagai berikut :

“(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).” Maka kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu, kemudian kami bangunkan mereka, agar kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lama mereka tinggal (dalam gua itu). Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan kami tambah pula untuk mereka petunjuk. Dan kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, “Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran”. Kaum kami ini telah menjadikan selain dia sebagai tuhan-tuhan (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka)? Siapakah yang lebih lazim daripada orang-orang yang mengadakan kebohongan terhadap Allah?. Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu”. (Al-Kahfi : 10-16)

“Pemuda yang tumbuh di dalam ketaatan kepada Allah”

“Tujuh orang yang dilindungi Allah Ta’ala pada hari tidak ada naungan selain naungan-Nya. Yaitu, imam (pemimpin) yang adil; pemuda yang tekun beribadah kepada Tuhannya; orang yang hatinya terpancang (terpaut) di masjid; dua orang yang saling mencintai karena Allah yang berkumpul dan berpisah karena Allah; seorang laki-laki yang diminta (diajak) oleh wanita yang berkedudukan dan berparas cantik untuk memenuhi nafsunya namun ia menjawab, ‘Sesungguhnya saya takut kepada Allah’; seorang laki-laki yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dinafkahkan oleh tangan kanannya; dan seseorang yang berdzikir kepada Allah ditempat yang sunyi lalu matanya mencucurkan (air mata)” (Shahih Bukhari : 1423 dan Shahih Muslim : 1031)

“Pemuda yang menjaga kesucian dirinya”

Dalam Kitab-Nya, Allah menyebutkan sebuah kisah terindah sepanjang masa, kisah seorang yang mulia sejak masa kecilnya yang dibuang oleh saudara-saudaranya, keteguhan hatinya hingga wafatnya. Nabi Yusuf (Nabi yang hubby saya sangat mengidolakannya, hmmm..). Diantara kisah panjangnya, yang terkaji oleh ustadz Arif selanjutnya adalah tentang bagaimana Nabi Yusuf begitu menjaga kesucian dirinya. Yang Allah sebutkan juga dalam Firman-Nya dalam surat Yusuf ayat 23-34. (untuk terjemahan ayatnya silakan mengecek di Al-Qur’an masing-masing, agar tidak berdebu dalam laci almari anda..😀 )

Surat per surat telah terkaji dan sesi tanya jawab pun mengambil tempat. Pertenyaan pertama, “Bagaimana apabila keyakinan agama yang kita yakini tidak sama dengan yang orang tua kita yakini dan orang tua memaksa kita untuk mengikuti keyakinannya yang tidak sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad??”
Ustadz menjawab : “ Kita harus meyakini bahwa setiap muslim berhak memilih jalan yang benar, yaitu jalan yang Rasullullah telah ajarkan kepada kita dalam sabdanya dan jalan yang Allah tunjukkan kepada kita dalam Firma-Nya. Dan hendaklah kita berusaha menjelaskan kepada orang tua dengan penjelasan yang terbaik, tidak menentang dan tetap menghormati.”

Pertanyaan kedua yang terbacakan. “Bagaimana dengan kita sebagai seorang pemuda menyikapi zaman yang penuh dengan fitnah?”
Ustadz menjawab : “Memang zaman kita sekarang ini adalah zaman yang paling banyak tersebar fitnah. Cara terbaik adalah dengan kita menjauhi fitnah, orang yang berdiri adalah lebih baik daripada orang yang duduk, orang yang berjalan adalah lebih baik daripada orang yang berdiri, orang yang berlari adalah orang yang lebih baik dari orang yang berjalan. Demikian itu lah perumpamaan cara kita menjauhi fitnah. Semakin orang menjauhi fitnah itu adalah lebih baik bagi dirinya.”

Pertanyaan ketiga dibacakan. “Bagaimana cara untuk menjadi pemuda yang merindukan surga dan selalu beristiqomah?”
Ustadz menjawab : “Mengetahui tujuan hidup dan beribadah kepada Allah. Karena Allah tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah Allah, itulah yang harus jadi tujuan hidup. Dan orang yang baik adalah orang yang paling panjang umurnya dan paling bermanfaat. Sebaliknya, orang yang paling buruk adalah orang yang panjang umurnya namun tak member kemanfaatan apapun.”

Sesi kajian pertama pun ditutup dan dilanjutkan dengan sholat dhuhur berjamaah.
Langit dhuhur pare tak pernah seindah hari itu, awan cirrus membentuk diri dengan sangat indahnya. Burung-burung kecil yang disebut diri mereka burung gereja pun turut bercericik mengalunkan rasa syukur kepada-Nya. Terima kasih ya Allah telah memberikan saya kesempatan berkumpul dengan hamba-hamba yang mencintai-Mu.

autumn leaves and cirrus..

autumn leaves and cirrus..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s