“sinkronisasi” Bahasa Allah dalam Az-Zumar : 21 dan 4 musim bumi

Mentadabburi ayat demi ayat surat Az-Zumar yang terjilid rapi pada Kalam-Nya. Tersurat pada juz 23 dari ke 30 juz Kitab-Nya. Terhitung pada surat 39 dari 114 surat Firman-Nya. “Az-Zumar” yang bila diterjemahkan dalam bahasa ibu saya bermakna rombongan-rombongan yang disebutkan Allah pada ayat ke 71 dan 73.

Ketika hak lisan sampai pada ayat ke 21 saya pun tertarik untuk mentadabburinya. Kenapa? Karena menekuri cuaca yang akhir-akhir ini mengalami perubahan yang tak tanggung-tanggung kontrasnya. Bila malam hingga pagi tiba, hawa dingin super duper dingin pun berusaha menyelinap masuk dalam serat-serat benang baju. Dan bila siang hingga sore tiba, hawa panas matahari pun seakan membakar apapun yang ditempanya. Berkhayal lah saya dengan iklim 4 musim di negeri berlintang utara 23,5 derajat dan berlintang selatan 66,5 derajat. And accidentally, Allah showed me this verse.

“Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkanNya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikannya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” (Az-Zumar : 21)

Get some synchronize?? Subhanallah!! Allahu akbar, I get it!
Sungguh, Al-Qur’an adalah dari-Nya, Al-Qur’an bukan rekayasa. Al-Qur’an adalah Bahasa-Nya.
Dalam firman-firman-Nya pun Dia menjelaskan 4 musim yang terjadikan di bumi-Nya.
Subhanallah, bukankah itu menyentak pikiran manusia??

Let me explain my thinking in my mind one by one about that verse.

“… Allah menurun air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi …”

winter time

winter time

Bila dimaknai secara langsung dengan logika, maka makna yang termaknai dari kejadian pada ayat itu adalah menggambarkan hujan. Namun bila kita sinkronkan dengan ayat selanjutnya bisa juga dimaknai dengan air yang berupa butiran-butiran Kristal salju yang Allah turunkan dari langit yang mewakili winter time, musim salju.

“… kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya …”

spring time

spring time

Guess what?? Jelas pada ayat tersebut bahwa Allah mendefinisikan spring time pada Kalam-Nya. Musim semi yang indah pada bumi-Nya yang disana-sini muncul kuncup-kuncup bunga dan tunas-tunas daun.
Musim dimana segala kehidupan kembali cerah setelah musim salju yang membekukan bumi. Tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya, itulah dia, musim semi.

“…lalu ia menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan …”

you've got your summer..

you've got your summer in wembley..

This is it!! Summer time. Dengan matahari yang pulang lebih akhir pada peraduannya. Allahu akbar! Tanaman-tanaman hijau pun mulai menguningkan daedaunannya dengan panas matahari musim panas yang indah. Walaupun panas, musim inilah yang paling ditunggu-tunggu oleh semua manusia iklim 4 musim. Mungkin karena siang hari yang lebih lama dibandingkan biasanya.

“…kemudian dijadikannya hancur berderai-derai.”

autumn time

autumn time

That’s an autumn. Musim dimana segala dedaunan mulai mengadaptasikan dirinya dengan menggugurkan daun-daunnya untuk menyambut musim salju datang. Lembar-demi lembar daun jatuh, menghujani bumi-Nya dan mengubah bumi-Nya menjadi lautan daun yang indah. Bila nanti aku berada di iklim 4 musim, (insyaAllah, amin ya Allah..) maka musim ini yang paling akan ku suka. Karena, jatuhnya daun-daun yang melayang-layang terembus oleh angin dan menempa diri mempunyai rahasia hidupnya sendiri, mempunyai ceritanya sendiri. Ada kesan salam perpisahan sementara yang telah menjadi hukum pasti dari alam jagad raya. Bila mana ada ada pertemuan pasti datang perpisahan. Entah kenapa, pada musim gugur selalu menyediakan melankoli tersendiri yang menenangkan jiwa. Ijinkan aku ya Allah, pintaku.

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.”

Sudahkah anda mendapat sebuah pelajaran?? Imajinasi setiap pikir pasti berbeda, dan imajinasi saya memaparkan seperti yang telah tertuliskan. Begitulah cara terbaru saya dalam membumikan ayat Al-Qur’an dan cara terbaru saya mencintainya. Setiap manusia pasti punya akal dan Allah pun telah menjelaskan pada bagian terakhir ayat Az-Zumar 21 maka pasti kita dapat mengambil pelajaran dalam setiap ayat yang Allah turunkan kepada kekasih-Nya, Nabi Muhammad Sollallohu ‘alaihi wassallam.

Dan dari segala kesimpulan yang tersimpulkan, saya berucap, Wallahu’alam..

12 thoughts on ““sinkronisasi” Bahasa Allah dalam Az-Zumar : 21 dan 4 musim bumi

  1. Waw subhanallah.. pemikiran baru buat saya. Memang ternyata bisa banyak sekali pesan yang terkandung dalam ayat kauniyah. Kalo saya pribadi, karena sehari-hari mainnya sama bioteknologi dan biokimia, yang saya pikirkan pertama kali tentang ayat ini adalah proses apoptosis (pematian sel yang terprogram) yang dilakukan oleh tumbuhan sebagai pengaruh dari fitohormon seperti etilen dan asam absisat. Karena itu saya takjub sekali bahwa di Alqur’an ternyata dijelaskan tentang hormon-hormon tumbuhan, bahkan sampai dijelaskan bahwa tanaman itu menjadi kuning, ya , karena disebabkan terjadinya reduksi klorofil oleh etilen. Wallahu’alam bishowab

  2. Al-Quran itu memang mencakup segala pelajaran, baik sastra hingga sains, dan itu yang sedang saya cari.
    komentar yang sangat menarik dan berdasar atas perspektif bioteknologi.
    syukron katsir..

  3. Pingback: tiwwidy.wordpress.com 2012 in Blogging Annual Report | we wee world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s