“Welcoming Ramadhan With Full of Wisdom”

Menyambut ramadhan yang penuh hikmah

Assalamualaikmum warahmatullahi wabarakatuh..

enlighten your eeman

enlighten your eeman


“Terima kasih ya Allah karena dengan sedikit waktu yang ku punya Engkau mengijinkan ku untuk mendekatkan diri dengan mu dengan pendengaranku yang tertuang dalam tulisanku”
begitulah sekiranya doa yang terhaturkan untuk mengawali post saya kali ini. Alhamdulillah..diberi kesempatan lagi berkumpul dalam Kajian Islam yang pada ksempatan kali ini teradakan di Masjid Thoifah, Singgahan, Pare.
Mendapat kabar dari seorang kakak kelas yang juga aktifis SKI SMADA dan tak berpikir panjang, saya pun langsung meng-insyaAllah-kan. Kenapa saya tidak meng-iya-kan, karena bapak saya selalu berpesan untuk menjawab insyaAllah walaupun kemungkinan jawaban iya adalah 99%. karena kita tidak akan pernah mengetahui takdir yang ada di sisi Allah.
Menyambut ramadhan yang penuh hikmah, menjadi tema pada Kajian kali ini. Suatu tema yang sangat tepat karena bulan suci Allah telah bersiap-siap diri untuk menempatkan dirinya menjadi bulang yang paling ditunggu-tunggu karena adanya segala kelipatan pahala dari padanya.
Mari saya uraikan dari apa yang saya dengarkan dan saya catat dari pengkajian materi oleh ustadz Abdullah Amin, karena saya (lagi-lagi) telat dikarenakan suatu hal, saya ketinggalan introducing and begining.
Dan ketika saya masuk, saya mendengar beliau membacakan hadist yang seperti ini kurang lebihnya.
“Orang yang suka berpuasa maka Allah akan memalingkan wajahnya dari neraka 70 musim, dengan berpuasa maka orang itu membuat perisai dari pada neraka”
Hadist riwayat At Tirmidzi
“Barang siapa yang berpuasa di jalan Allah, maka Allah jadikan diantara neraka penghalang berupa parit yang akan menjauhkannya dari neraka seperti langit dan bumi”
begitu sangat istimewanya puasa itu di hadapan Allah, hingga di surga telah Allah buatkan suatu pintu yang bernama Ar-Rayyan, salah satu pintu surga yang hanya diperuntukkan bagi ahli puasa.
Ketika seorang hamba berpuasa maka segala amalan yang dilakukan adalah dilipatgandakan hingga tidak sanggup dihitung karena sekian lipat dalam Allah menggandakannya. Karena puasa itu adalah untuk Allah.
Nabi Muhammad bersabda, “Bau mulut orang yang berpuasa kepada Allah itu lebih wangi dari pada bau misik di sisi Allah”

Diriwayatkan suatu hadist oleh Imam Bukhari dan Muslim, “Setiap anak dari Adam adalah untuk Bani Adam, kecuali puasa, karena puasa itu adalah untuk Allah, puasa adalah perisai sehingga darp pada neraka. Maka janganlah mengucapkan kata-kata yang kotor (tidak baik) dan janganlah seseorang itu berteriak-teriak, apabila dicaci oleh seseorang jangan lah dibalas dengan cacian, maka berkatalah kepadanya, sesungguhnya aku sedang berpuasa.”

Puasa juga dapat dijadikan sebagai khafarat. Perbuatan apapun yang tidak bisa dilakukan, bisa diganti dengan puasa. Hampir semua khafarat dapat dibayar dengan puasa, kecuali khafaratnya membunuh tidak bisa dibayar dengan puasa.

Dijelaskan kemudian tentang bulan sya’ban. Rasulullah paling banyak berpuasa selain bulan ramadhan adalah bulan sya’ban. Secara tidak langsung, manfaatnya adalah seseorang akan siap untuk berpuasa di bulan ramadhan. Namun jangan lah mendahului bulan ramadhan dengan puasa sehari, dua hari atau tiga hari sebelumnya, maka hukumnya adalah haram, kecuali untuk orang-orang yang telah terbiasa berpuasa senin kamis atau berpuasa daud, maka dipersilakan melaksanakannya.
“Apabila bulan sya’ban, maka akan diampuni dosanya oleh Allah kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan” (Bukhari & Muslim)

Dibahaskan kemudian yang lain tentang menentukan datangnya bulan ramadhan, adalah dengan ru’yatul hilal. Apabila sudah masuk tanggal 29 sya’ban, maka menjelang tenggelamnya matahari dilaksanakannya ru’yatul hilal. Dan bila hilal sudah terlihat maka besoknya adalah berpuasa. Namun tetap, yang menentukan adalah pemerintah dengan saksi yang melihat hilal.

Diantara keutamaan-keutamaan puasa ramadhan. Sesungguhnya Allah setiap siang dan malam membebaskannya dari neraka. Sesungguhnya setiap malam selama bulan ramadhan disediakan waktu berdoa kepada Allah dan akan dikabulkan, dan salah satu doa yang mustajab adalah ketika orang sedang berpuasa dan berdoa kepada Allah.

Seorang hamba termasuk orang-orang yang mendapat gelar Siddiqie dan Syuhada’ apabila mereka sholat malam, sholat tarawih, melaksanakan 5 rukun islam dan beribadah di malam hari.

Ancaman orang yang berbuka dengan sengaja.
Diriwayatkan oleh Abu Hamam, “Ketika saya tidur, datang dua orang kepadaku. Kemudian mengambil pundakku dan membawaku pada sebuah gunung yang gersang. Dan mereka memintaku untuk mendakinya dan aku berkata kepada mereka,
“Aku tidak mampu”, lalu mereka berkata,
“Kami akan memudahkan”.
Dan ketika sudah sampai di puncak gunung, tiba-tiba terdengar suara yang keras.
“suara apa itu?” aku bertanya,
“Itu adalah suara jeritan orang yang berada di neraka”,
Kemudian keduanya membawaku lagi, ke sebuah kamar yang berisi orang-orang, mereka menggantung-gantung lidahnya dan bibirnya terbelah hingga robekkannya megalir darah.
aku bertanya siapa mereka itu, dan mereka menjawab,
“Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum halal waktunya”

Itulah gambaran tentang ancaman orang yang berbuka sebelum waktu berbuka tiba.

Beda dari waktu niat untuk puasa sunnah dan puasa wajib.
Puasa sunnah, sebelum masuk waktu dhuhur boleh niat puasa bila itu untuk puasa sunnah.
Puasa wajib, harus sudah niat sebelum terbit fajar kecuali hari pertama bulan ramadhan. Walaupun sudah makan di pagi harinya, bila datang waktu puasa tanggal 1 ramdhan maka wajib berpuasa di sisa harinya.

Tentang terbitnya fajar, terdapat Fajar Kazhib dan Fajar shodiq. Lantas apa beda dari keduanya??
Fajar Kazhib adalah saat dimana cahaya yang ada di bumi tempat terbitnya matahari terbentuk cahaya yang menjulang ke atas seperti ekor serigala.
Fajar Shodiq adalah saat dimana cahaya membentuk semburat putih di ufuk timur sepanjang garis horizontal yang membentuk seperti benang putih, hingga terlihat jelas benang putih yang disebut horizontal.

Dijelaskan pula tentang sahur, makan sahur adalah suatu barakah, walaupun itu hanya air putih. Dan sunnahnya adalah mengakhirkan sahur.
“Sesungguhnya umatku adalah umat yang baik, bila mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka” sabda Nabi.
Nabi Muhammad ketika sahur, jeda waktu sahur dengan waktu subuh itu sekitar membaca 50 ayat saja, dan bila dikalkulasikan dengan waktu hanya sekitar 10 menit berhentinya sahur sebelum waktu subuh tiba. Sangat singkat. Dan demikian dekatnya waktu sahur dengan waktu subuh yang masyarakat lebih mengenalnya dengan istilah imsa’.
Barakah dari sahur sendiri adalah barakah yang Allah berikan kepada para umat, dan janganlah meninggalkan sahur, karena itu adalah bekal untuk puasa seharian.
Dan sesungguhnya para malaikat adalah bersholawat untuk orang yang makan sahur, walaupun itu hanya satu air. Dan, baik sahur maupun buka, yang paling baik adalah dengan kurma.

Hal-hal yang harus ditinggalkan selama puasa.
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Abu Hurairah, “Barang siapa yang tidak meninggalkan perbuatan dusta, atau berkata yang megandung maksiat, maka Allah tidak menganggap baik ia menjalankan puasanya dan tidak ada manfaatnya ia berpuasa”
Karena puasa itu bukan hanya menahan untuk tidak makan dan minum saja, padahal makan dan minum adalah sesuatu yang halal. Yang halal saja harus ditahan, maka sesuatu yang tidak baik harus ditinggalkan.
Bukanlah puasa itu dari makan dan minum saja, sesungguhnya puasa yang hakiki adalah berpuasa dalam segalanya.

Terbahas selanjutnya, hal-hal yang diperbolehkan selama puasa :
1. Masuk waktu subuh masih dalam keadaan junub, maka tidak batal puasanya.
2. Bersiwak atau sikat gigi.
3. Berkumur pada saat wudhu.
4. Bercumbu dengan istri. (namun ada yang mensyaratkan hanya boleh dilakukan oleh orang yang dapat menahan nafsunya).
5. Melakukan cuci darah, bekam.
6. Menginfus namun yang tidak mengandung makanan.
7. Memakai celak atau obat tetes mata.
8. Berenang, atau membasuhkan air ke kepala.

Terjelaskan selanjutnya, orang-orang yang dapat berbuka pada puasanya :
1. Musyafir, yang shafarnya jauh.
2. Orang yang sakit, hingga bila ia meneruskan puasa akan memperburuk keadaan.
3. Wanita haid dan nifas.
4. Wanita hamil maupun menyusui.

Dijelaskan selanjutnya, 3 doa orang yang tidak ditolak oleh Allah,
1. Orang yang berbuka puasa.
2. Pemimpin yang adil.
3. Doanya orang yang terdholimi.

Alhamdulillah dan afwan, akhirnya artikel untuk menyambut datangnya bulan suci ramadhan telah terhaturkan setelah mengalami penundaan karena tidak teraturnya tulisan tangan ketika mencatat. insyaAllah akan menjadi suatu barakah untuk kita semua. Dan bila ada penulisan hadist yang salah maupun tidak tepat, mohon saya agar diingatkan. Semuanya adalah, wallahu’alam.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

4 thoughts on ““Welcoming Ramadhan With Full of Wisdom”

  1. i always interested in ur writing dek,,,, g tw kenapa,,, ada pesona tersendiri dalam cara kau melukiskannya,,, bahasanya enak….. isinya jg baguss…. km bner-bner berbakat,,,,

  2. semua yang di lalui oleh manusia adalah proses pembelajaran dek…
    kata nabi: Uthlubul ilma minal mahdi ilal lahdi…
    mencari ilmu dan belajar itu tidak memandang usia
    dan kita semua sama…
    alangkah baiknya jika bisa saling membantu, membimbing dan memgingatkan….., sampean juga motivator q… hahaha🙂

  3. manusia adalah makhluk yang berproses…. apapun yang mereka lalui sesungguhnya adalah proses pembelajaran,,, nabi bersabda,, uthlubul ‘ilma minal mahdi ilal lahdi… jadi belajar dan mencari ilmu itu tak mengenal usia….
    kita semua sama,,,, semoga kita bisa memanfaatkan apa yang telah di anugerahkan Allah kepada kita dengan sebaik-baiknya…
    eman-eman nafas kita klo g dimanfaatin dengan hal-hal yang baik,,, itu yang diajarkan salah seorang teman ku…..

    tak ada yang namanya membimbing disini karna kita juga sama-sama masih belajar,, saling memngingatkan dan membantu aja dalam bnayak hal kebaikan,,,, aku sukaa itu hehehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s