“pondering” Ar Rahmaan dalam Bumi-Nya

Berjumpa lagi atas ijin-Nya, pertemuan dengan seseorang yang kusebut cinta, dengan bercerita apapun yang ingin terceritakan, bertanya apapun yang ingin tertanyakan, serta membahas apapun yang ingin terbahas. Kala itu, membahas tentang dimensi lain dalam dunia. Bahwa, bukan hanya dalam black hole saja dimensi dunia lain terjadikan, dalam bumi kita pun ada semacam kemampuan menembus ruang dan waktu seperti yang disebutkan oleh Al-Qur’an sebagai berikut,

Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan. (Ar Rahmaan : 33)

Menembus penjuru langit dan bumi? Adakah suatu cerita hebat yang sinkron dengan ayat Allah tersebut? Saya menjawab, absolutely yes!! Salah satu contoh kisah yang termahsyur terceritakan adalah peristiwa isra’ mi’raj Nabi besar kita, Muhammad Sholallahu’alaihi wasallam. Terkisahkan, peristiwa isra’ Nabi Muhammad, yang oleh Allah pada suatu malam Nabi diberangkatkan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Dan peristiwa mi’raj yang Nabi Muhammad dari Masjidil Aqsa naik menuju langit hingga Sidratul Muntaha untuk menerima perintah sholat.

Hadis riwayat Anas bin Malik RA. , ia berkata: Bahwa Rasulullah Sholallahu’alaihi Wa Sallam bersabda: “Aku didatangi Buraq (binatang putih, lebih tinggi dari khimar dan kurang dari bighal). Lalu aku menunggangnya sampai ke Baitulmaqdis. Aku mengikatnya pada pintu masjid yang biasa digunakan mengikat tunggangan oleh para nabi. …” (Shahih Muslim No.234)

Subhanallah.. Tak berlangsung selama semalam, sudah dapat menempuh perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang kurang lebih bila dikonversikan dengan satuan sekitar kurang lebih 600 kilometer dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha, dan oleh Nabi Muhammad hanya ditempuh selama kurang lebih hanya seperempat malam saja!!

Subhanallah!! Benar-benar menyentak akal pikiran. Ada semacam suatu kekuatan yang untuk dipikirkan secara logika dan hanya kekuatan dari-Nya lah semua itu berasal.

“…, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.”

Terceritakan olehnya sebuah cerita hebat, suatu hari ada seorang kyai meminta muridnya ikut dalam suatu perjalanan. Sebelum melakukan perjalanan, sang kyai berpesan kepada muridnya untuk tidak melihat ke samping kanan, samping kiri, ke atas dan ke bawah. Dan muridnya pun mematuhi apa yang menjadi perintah kyai nya.

Perjalanan pun dimulai dan sang murid tetap fokus dengan jalan yang dilewatinya. Setengah perjalanan telah ditempuh dan yang ia saksikan dihadapan hanyalah asap putih yang mengelilinginya, yang ia kira hanya sebuah asap biasa aja. Hingga tangan sang murid menyentuh suatu, dan ia mengira bahwa itu adalah sebuah rumput ilalang. Lalu ditariknya sesuatu itu hingga tercabutlah tanaman tersebut dan ia genggam selama perjalanan.

Bumi Allah

Bumi Allah


Perjalanan pun telah usai dan ketika sampai ditempat, Sang murid pun melihat apa yang digenggamnya selama dalam perjalanan dan ternyata itu bukan lah rumput ilalang tetapi sebuah pelepah kelapa. Tersentak kaget ia karena baru saja is beserta kyai nya melakukan perjalananan melintasi dan menembus awan.

Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. (Al Israa’ : 37)

Apa itu yang dimaksud dengan kekuatan ketika kita mensinkronkan ayat Allah dengan cerita-cerita tersebut?? Kekuatan tersebut adalah adanya iman dan ilmu yang bermuara pada taqwa. Ketika kita beriman dengan meyakini bahwa Allah itu ada maka kita akan membuktikan kekuasaan yang Allah miliki, dan dengan ilmu lah kita dapat menjelaskan segala kekuatan Allah yang Allah hadirkan untuk umat manusia. Setelah kita meyakini adanya Allah yang menjadikan kita berilmu dengan kekuatan-Nya maka tambah lah kwtaqwaan kita kepada-Nya. Subhanallah..

“Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia.” (Al Israa’ : 60)

Hanya Allah lah yang memiliki segala ilmu, suatu kekuatan pun timbul dari sebuah ilmu, maka selalu berusaha dekatkan diri kita kepada Allah yang Maha memiliki segalanya. Dan ilmu itu ada disetiap inchi tempat di muka bumi ini, bahwa, setiap orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah. Kita mendapat ilmu dari seorang guru yang kita dapat di sekolah maka, jelajahi lah seluruh penjuru dunia dan temukan keindahan alam dalam berbagai wujud. Berilmu lah maka dengan ilmu itu kita akan mendapat suatu kekuatan.

“Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?.” (an nisaa’ : 97)

Barakallah. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi seluruh umat, namun segalanya kembali, wallahu’alam..

3 thoughts on ““pondering” Ar Rahmaan dalam Bumi-Nya

  1. waw..tulisanmu bagus banget. yang lebih tua jadi malu. tapi kasian y…belum ada yang komen. hehe.

    mengenai tafsir ar-rahman di atas yang sertamerta terkait atas kesinkronan ayat tersebut dengan qishshatulmi`raj, sepertinya saya lebih mengiyakan pendapat Quraish Shihab. beliau mengatakan dalam bukunya: “membumikan alquran” bahwa ayat tsb alih-alih membicarakan hal keadaan di dunia, justru tengah membicarakan keadaan di akhirat kelak. lebih jelasnya, saya kutipkan penjelasannya di bawah (afwan puuuanjang banget-nget ^^):

    Di Indonesia, ayat 33 surah Al-Rahman dijadikan dasar oleh sebagian cendekiawan kita untuk membuktikan bahwa Al-Quran membicarakan persoalan-persoalan angkasa luar. Mereka menyatakan bahwa sejak 14 abad yang lalu, Al-Quran telah menegaskan bahwa manusia sanggup menuju ke ruang angkasa selama mereka mempunyai kekuatan, yaitu kekuatan ilmu pengetahuan. Kita tidak mengingkari bahwa manusia mempunyai kesanggupan untuk sampai ke bulan dan planet-planet lainnya. Bahkan manusia telah mendarat di bulan. Tetapi sulit dimengerti hubungan ayat ini dengan persoalan tersebut.

    Menurut hemat penulis, ayat ini membicarakan keadaan di akhirat kelak, yang menyampaikan tantangan Tuhan kepada manusia dan jin. Ayat tersebut berarti: “Wahai sekalian manusia dan jin bila kamu sekalian sanggup keluar dari lingkungan langit dan bumi untuk melarikan diri dari kekuasaan dan perhitungan yang kami adakan, maka keluarlah, larilah. Kamu sekalian tidak dapat keluar kecuali dengan kekuatan, sedang kalian tidak mempunyai kekuatan.”

    Perintah dalam ayat tersebut menunjukkan ketidakmampuan kedua golongan manusia dan jin untuk melaksanakannya. Ayat tersebut dipahami demikian mengingat ayat sebelumnya yang berbunyi: Kami akan menghisab (mengadakan perhitungan) khusus dengan kamu wahai manusia dan jin, maka manakah di antara nikmat-nikmat Tuhanmu yang kamu ingkari? Wahai golongan jin dan manusia bila kamu sekalian sanggup untuk keluar dari langit dan bumi … (QS 55: 31-33).

    Perhitungan khusus atau hisab tersebut akan diadakan di hari kemudian, bukan di dunia. Kalaulah ayat Ya ma’syar al-jinni wa al-insi tersebut dianggap membicarakan keadaan di dunia dan menunjukkan kesanggupan manusia untuk melintasi angkasa luar, maka hendaknya, anggapan tersebut tidak segera dibenarkan setelah memperhatikan ayat berikutnya, yang berbunyi: Dikirim kepada golongan kamu berdua (wahai jin dan manusia) bunga api dan cairan tembaga sehingga kamu sekalian tak dapat mempertahankan diri (tak dapat keluar dari lingkungan langit dan bumi) (QS 55:35).

    Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa usaha manusia dan jin untuk keluar dari lingkungan langit dan bumi akan gagal. Dari sini hanya ada dua alternatif dalam menafsirkan ayat-ayat tadi: Pertama, ayat 33 dari surah Al-Rahman membicarakan persoalan dunia serta kesanggupan manusia keluar dari lingkungan langit dan bumi dalam arti keluar angkasa. Dan kedua, ayat tersebut membicarakan keadaan di akhirat serta kegagalan manusia keluar dari lingkungan langit dan bumi untuk melarikan diri dari hisab dan perhitungan Tuhan.

    Jika dipilih alternatif pertama, maka ini akan mengakibatkan dua hal yang sangat berbahaya bagi pandangan orang terhadap Al-Quran, yaitu

    Bahwa Al-Quran bertentangan satu dengan yang lainnya, karena ayat 34 menerangkan kesanggupan manusia keluar dari lingkungan langit dan bumi, sementara ayat 35 menerangkan kegagalan manusia keluar dari keduanya.
    Al-Quran –dalam hal ini ayat 35– bertentangan dengan kenyataan ilmiah, karena ayat tersebut menyatakan kegagalan manusia keluar dari lingkungan langit dan bumi. Sedangkan manusia abad ke-20 ini telah berhasil mendarat di luar lingkungan bumi (yaitu bulan).
    Tetapi jika dipilih alterantif kedua, yaitu bahwa ayat-ayat tersebut membicarakan keadaan di akhirat, maka tidak akan didapati sedikit pun pertentangan. Firman Allah: Jika sekiranya Al-Quran datangnya bukan dari sisi Allah, niscaya mereka akan mendapat banyak pertentangan di dalamnya (QS 4:82).

    Dalam ayat di atas tidak ada pertentangan, karena ayat itu menerangkan ancaman Tuhan kepada manusia dan jin, dan menyatakan ketidaksanggupan mereka keluar dari lingkungan langit dan bumi untuk melarikan diri dari perhitungan yang akan terjadi kelak di akhirat; karena mereka tidak mempunyai kekuatan.

    Wallohu a`lamu bishshawwab
    puuuanjang kan? hehe afwan.

    • untuk maman sepertinya anda salah menafsirkan surah Ar Rahmaan : 33
      Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.

      arti sebenarnya memberitahukan bahwa manusia akhir zaman dan jin dapat melakukan perjalanan melintasi langit dan bumi ( untuk kata melintasi langit dan bumi adalah berpergian kelangit pertama sampai dengan langit ke 7 tempatnya Rasul ) dan dengan kekuatan ( makna kekuatan di sini adalah atas izin Allah )

  2. Waaaaah..
    kalau masalah tafsir menafsir saya kira kakak yang lebih baik..tulisan ini hanya sebatas pengetahuan ku saja kak belum sampai pada pemikiran yang mensinkron kan dengan ayat sebelum atau sesudahnya..
    testimony yang puuuuuuuuuuuanjaaaaaaaaaaaang banget hingga mau mengalahkan tulisan aslinya, hehe.. tapi terima kasih telah menyempurnakan apa yang telah saya tulis.. syukron katsir yaa akhi.. sepertinya saya harus belajar lebih lagi..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s