“Manusia dijadikan Allah tidak dengan sia-sia”

“Manusia dijadikan Allah tidak dengan sia-sia.”

Sebuah judul bab dalam Al-Qur’an untuk mencoveri surat Al Qiyaamah 36 dan seterusnya, membuat saya sadar akan satu hal bahwa, Allah menciptakan manusia selain untuk beribadah kepada-Nya adalah pasti untuk memberi kemanfaatan kepada sesamanya.

Seperti yang Allah firmankan dalam Kalam-Nya tentang contoh nyata kehidupan Nabi besar kita, Muhammad Sollallahu’alaihi Wassallam sebagai pembawa kebenaran bagi kaum nya.

Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka.
(Al Baqarah : 119)

Allah mengutus Nabi Muhammad Sollallahu’alaihi Wassallam sebagai pembawa kebenaran yaitu agama yang tauhid, sebagai pembawa berita gembira kepada hamba Allah yang beriman kepada Allah, serta memberi peringatan bagi hamba Allah yang menjauhi segala apa yang menjadi larangan-Nya dan tidak menjalankan segala perintah-Nya. Bahwa di hari akhir nanti akan ada suatu hari pembalasan bagi mereka yang tidak beriman kepada-Nya.

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.


Seperti itulah Allah menjadikan Nabi kita Muhammad Sollallahu’alaihi Wassallam dengan tidak sia-sia, seperti Allah juga menjadikan Rasul-Rasul sebelumnya dengan memberi kemanfaatan kepada kaumnya.
Lantas bagaimana kah dengan kita?? Saya saksikan sendiri betapa tidak dengan sia-siannya Allah menciptakan manusia. Seperti Allah menciptakan ayah dan ibu, sungguh besar kemanfaatan yang tercurah pada diri mereka terhadap saya pribadi. Seorang yang dahulunya bukan siapa-siapa dan dengan Allah dititipi oleh-Nya, saya, dalam rahim ibu yang akhirnya sampailah saya pada kehidupan sekarang tentunya berkat kasih sayang yang nyata dari ayah dan ibu. Subhanallah.. Besar rahmat Allah atas ayah dan ibu saya, dan ayah ibu diseluruh dunia.
Dan kusaksikan selama ini, ternyata, dibalik segala perkenalan kita dengan manusia nya Allah pasti ada sesuatu dibaliknya. Entah itu secara langsung maupun tidak.

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.

Maka dari itu, mulai detik ini juga mari kita berusaha menjadi sebuah kemanfaatan kepada sesama manusia dalam lingkungan sosial. Bismillahirrohmanirrohim.. Pasti bisa!! insyaAllah..

2 thoughts on ““Manusia dijadikan Allah tidak dengan sia-sia”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s