“Banjir” dibalik segala kejadian pasti ada hikmah yang terkandung didalamnya.

Dibalik segala kejadian pasti ada hikmah yang terkandung didalamnya.

Itulah kalimat yang langsung terlintas dan terucap pelan-pelan sehingga dengan bibir bergetar aku berkata, subhanallah..

Memang, hujan tak selamanya indah layaknya hari pertama. Dan hujan hari kedua, ketiga dan seterusnya kadang memiliki cerita tersendiri di hati yang kebanyakan orang, yang cerita itu hanyalah suatu cerita yang kebanyakan juga tak mengenankan hati.

Karena hujan yang terus menerus dan hampir turun disetiap harinya, banyak jemuran tak kering dan kalau terpaksa harus digunakan dalam keadaan “kemamel” karenanya, para ibu rumah tangga juga harus berkali-kali mengepel teras rumah yang tertampu dari air dari talang atap rumah yang berkecipak bertemu air hujan yang telah lebih dulu jatuh dan akhirnya menggenangi halaman yang menciptakan suatu ke-becek-an, yang orang-orang berpakaian seragam, harus setiap hari menjemur jas hujan karena setiap pulang di sore harinya pasti sering bertemu dengan yang namanya hujan dan bila tidak sedikit beruntung harus menjemur sepatu dan juga kaos kakinya.

Kucing pun terlihat sangat malas dibanding musim sebelumnya, dan lebih banyak menghabiskan harinya diatas sofa hangat yangs sesekali menguap melihat keluar jendela, kucing sangat lebih memilih bermalas-malasan karena alasan utama adalah mereka takut jika bulu-bulu halus mereka harus basah terkena hujan. Satu hal yang penting, bahwa kucing adalah phobia terhadap air. Eh, hanya sekedar cerita kecil tentang kucing ku yang bertingkah manis karena hujan.
Semacam itulah suatu cerita pahit kecil terkait dengan hujan hari berikutnya. Menghadirkan sungut-sungut di wajah kadang juga.

Namun sore ini, Allah menghendaki aku mengetahui suatu cerita kecil bahwa tak selamanya hujan hari berikutnya menciptakan cerita pahit pada diri, yang Allah perantara kan sungai sebagai cerita kecil penuh hikmah dari padanya.

Sungai.

Dengan segala macam alirannya yang selalu berbeda disetiap anak sungainya. Sungai yang gemericik jernih airnya seperti kaca yang lembut setiap serpihannya. Sungai yang disetiap meter kubik airnya akan berbeda vegetasi kehidupan makhluk airnya. Sungai yang dengan berbagai macam ikan-ikan, kepiting, sumpil-sumpil dan organisme lainnya.

Yang..

Dalam hari hujan tidak akan kita jumpai segala deskripsi diatas. Turunnya hujan hari kedua, ketiga dan hari berikutnya akan membuat debit air sungai semakin meningkat dan juga akan merubah warna jernih air menjadi kecolkatan bak aliran susu coklat di pagi hari.

Banjir.

Telah menghilangkan deskripsi indah tentang sungai diatas, yang dari padanya menjadi hilang jernih air, ikan-ikan bersembunyi dari arus deras dengan dalam keruhnya air yang dapat menyebabkan mereka terbunuh, hilangnya pemandangan indah yang berubah menjadi pemandangan menakutkan dengan arus deras coklatnya. Yang bila sesuatu jatuh terpeleset akan hilang dan ditemukan beribu-ribu meter jauhnya.

Namun, sungguh.

Hal ini lain dan baru ku ketahui dalam musim penghujan yang belum genap sebulan menemani. Cerita dimulai dari terdengarnya suara gemuruh dari sungai yang tidak seperti biasa suara gemerciknya. Sungai belakang rumah kakak. Bergegaslah aku ke belakang untuk melihatnya.

Daaan…

Banjir besar terjadi di sungai. Aliran deras menakutkan bersuara bak gemuruh pun terjadi di sana. Semacam lautan susu coklat yang bergejolak hebat. Ku perhatikan beberapa anak kecil mengamatinya dengan seksama. Entah apa yang ada dipikiran mereka dengan melihat dasyat nya pengaruh air hujan kiriman dari timur jauh.
Yang membuat ku bertanya-tanya justru beberapa orang yang berdiri ditengah-tengah derasnya seperti memperhatikan arus sungai dan menunggu sesuatu terjadi. Pada awalnya aku hanya bertanya dalam hati apa yang sedang mereka tunggu. Tak lekas mendapat jawaban, ku tanyakan kepada mereka secara langsung.

“Pak, nopo njenengan koq teng mriku?” (Pak, kenapa anda ada disitu?)

“Golek kayu mbak, ndek banjir kadang enek kayu sing kenter.”
(mencari kayu mbak, dalam banjir terkadang ada kayu yang hanyut.)


Kaget bercampur tidak percaya. Mereka mengambil resiko yang sangat besar bahkan sangat berbahaya hanya untuk sebatang kayu yang belum tentu ada. Namun mereka berkata dalam banjir sering hanyut kayu-kayu gelondongan namun kalau tidak dapat ya hanya sekedar dapat kayu-kayu kecil yang dapat digunakan sebagai kayu bakar.
Subhanallah.. Banjir membawa berkah! Kalimat itulah yang benar-benar kusaksikan secara faktual dengan kedua mata sendiri sore itu. Yang sebentar lagi bila arus telah mereda pasti akan ada segerombolan orang pencari pasir kali yang bisa mereka jual.

Sungguh.. Hujan tidak hanya sekedar mendatangkan cerita pahit daripadanya yang salah satunya adalah banjir, yang banjir selalu bermakna bencana bagi manusia, namun lebih dari itu, banjir adalah juga dapat memberikan suatu harapan akan kehidupan bagi sebagian manusia.

4 thoughts on ““Banjir” dibalik segala kejadian pasti ada hikmah yang terkandung didalamnya.

  1. melihat aliran sungai meluap, dan warnanya yang coklat, seolah menyeret kenangan saya, dan lalu melemparkannya ke belasan tahun silam

    dulu,
    jika tiba saat sungai dekat rumah menguap, saya akan merayu habis-habisan ibu, agar ia redha anaknya bermain hanyut-hanyutan, melaju membelah sungai bak naik kapal. ahaha

    dari beberapa jepretan neng, foto anak kecil yang tengah memandangi buih busa air ini bikin penasaran: apakah gerangan yang berkeliaran di pikiran anak sekecil ini, hingga ia betah memandangi berbusa-busa buih air? hihi

  2. kak maman abdurrahman : mengisyaratkan kalau masa kecil anda itu adalah sangat bandeeeel yaa.. hahaa..
    hmmm.. i’m wondering the same thing.. apa yang anak kecil itu sedang imajinasikan dari deburan busa-busa diatas air itu.. just guess it yaa..😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s