Masa-masa SD ku, Masa-masa beribu cerita ku

Excited directly.
Itulah mungkin kalimat singkat yang tepat setelah membaca post dari pendamping hidup ku, Silviana , yang memberikan semacam Pe eR untuk membuat post tentang Masa-masa SD ku. Ide yang menarik dan cemerlang karena secara spontan telah berhasil melemparkan ku menuju kenangan antara abad sebelum dan sesudah millennium 2000.

bersama teman-teman SD ku di pantai prigi

bersama teman-teman SD ku di pantai prigi


Sekolah Dasar ku. Sekolah Dasar Negeri Tambakrejo. Tambakrejo, adalah suatu desa di timur desa ku Gayam. Yang merupakan salah satu desa kecil dari kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Tidak terlalu jauh sebenarnya jarak yang harus ku tempuh dari rumah ke sekolah ku, namun dulu ketika aku masih kecil, jarak itu adalah terasa sangat jauh. Apalagi dengan sepeda mini ku turunan dari mbak ku yang sudah karatan dimana-mana.

Kelas I A.

Satu kata yang dapat mendefinisikan aku kala itu. Penakut!! Hahaa..memang memalukan sekali bila diingat namun itulah aku dalam masa transisi dari TK menuju Sekolah yang sesungguhnya. Ketika itu aku belum berani bila harus naik sepeda sendiri dan setiap harinya bergantian diantar oleh ayah atau ibuk naik sepeda. Bila dengan ayah akan naik sepeda onta. Bila itu dengan ibuk akan naik sepeda jengki warna biru. Daaaaan…yang paling sangat kekanak-kanakan adalah bayangan ayah atau ibuk tidak boleh sedikitpun hilang dari balik jendela, hingga ketika mereka duduk sejenak pun aku sontak gelisah karena tidak mendapati bayangan mereka. Sungguh!

Kelas paling bontot, sebutan tepat untuk kelas I. Disana aku bertemu berbagai macam anak-anak dengan konsentrasi kenakalan yang berbeda-beda. Ada yang pendiam, nangisan, nuakal ndak ketulungan, dedel dudul dodol banget, yang wadulan, segala macam kerakter ada namun tak sempat teramati dengan sangat mendetail karena besarnya kegelisahan bila tidak ada bayangan ayah ibu di jendela. Kemalan banget yaa?? Hahaa..

Guru serta wali kelas kelas I kala itu bernama Ibu Suparmi. Kelasku adalah kelas 1A. Dan untuk proses pembelajaran dari beliau tidak begitu ku ingat secara jelas karena, yaa, kembali kepada kegelisahan ku terhadap bayangan di jendela. Namun Alhamdulillah, selama 3 catur wulan, (ketika itu masih menggunakan sistem catur wulan), dalam ketiga cawu nya aku mendapat peringkat 1 di kelas. Horeeee!! Prok.. Prok.. Prok..

Kelas II B dan III B.

Mengapa ku jadikan satu kelas ini, karena aku mempunyai wali kelas yang sama yaitu Ibu Sumarmiyati, dengan panggilannya Bu Marmi. Beliau adalah yang mengajarkan ku pelajaran Bahasa Inggris untuk pertama kalinya, dan semenjak itulah aku mencintai Bahasa Inggris hingga sekarang. Dengan lagu pertama yang diajarkannya, This is a window.

Ketika kelas II, aku mendapatkan seorang sahabat. Bukan hanya sahabat di sekolah melainkan sahabat ketika di rumah, yaitu mbak rini. Yang ketika itu baru saja pulang dari Malaysia. Dan dia lah yang menjadi teman sebangku ku hingga kelas VI.

Kelas III, sudah mulai diikutsertakan dalam suatu event 17 Agustusan di tingkat kecamatan. Yang ketika itu aku diikutkan karnaval anak-anak SD. Aku ketika itu terlalu senang dan membayangkan bahwa bila karnaval adalah selalu didandani seperti “manten-manten” kecil yang dinaikkan becak dan bergaya sesuka mereka. Namun karnaval ku ketika itu ternyata temanya adalah olahraga dan terpaksa aku menggunakan kaos olahraga yang dibeli dadakan di pasar Gurah berwarna pink dengan gambar Saras 008 di depan nya. 3 hal yang membuatku bersungut-sungut kala itu, tidak macak manten, memakai baju olahraga berwarna pink daaaaan bergambar saras 008.
Tidaaaaaaaaak!!

baju olahraga pink gambar saras 008

baju olahraga pink gambar saras 008


Event lain yang aku diikutsertakan dan hanya aku saja yang dari kelas III, karena yang lain adalah kakak-kakak kelas, adalah merangkai bunga. Lomba kala itu berada di SDN 1 Gurah, dan aku mendapat banyak teman baru di sana. kakak-kakak kelas ku mengikuti lomba seperti bersepeda, melukis, membaca puisi, membuat kerajinan tangan, dll. Dan aku mendapat juara merangkai bunga. Tidak sia-sia pagi-pagi harus mencari dan mencuri bunga ke tetangga-tetangga. Hahaa..

Kelas IV.

Forth Grade. Pada kelas ini kelas A dan B digabungkan karena ada beberapa siswa yang harus ‘dongkol’ di kelas yang sama. semakin ramai dan semakin tidak karuan. Dan kala itu aku mempunyai wali kelas bernama Ibu Hartatik. Orang yang begitu sabar dalam menghadapi murid-muridnya yang lebih suka berceloteh kesana-kemari tidak memperhatikan. Dan ketika itu, mulai lah aku ikut yang bermana voli. Aku pun menjadi salah satu pemain yang bisa dihandalkan, dan telah berulan kali mengadakan pertandingan persahabatan dengan SD lain. Namuuuuun…semuanya berubah saat Negara api menyerang. Ups!! Semuanya berubah saat ketika melakukan smash tangan ku “kecekluk” dan akhirnya pepes dan itu terjadi dengan kedua tangan ku dalam waktu yang berbeda dan semenjak itu aku tak pernah lagi ikut yang namanya voli. Forbidden kid!!

Kelas V.

Kelas dimana semuanya telah berubah ‘sedikit’ dewasa dalam sikap, namun anak nakal tetaaaap saja ada. Semacam ada genk di kelas yang ku sebut mereka dengan genk kaos kaki bau. Beranggotakan anak-anak cowok super duper nakal yang ndak ketulungan. Dan ada juga genk anak-anak tertindas yang harus membau kaos kaki bau dari mereka. Dan kami anak-anak perempuan hanya bisa ngrasani dan ngrasani. Just ignore them!

In this grade, fifth, ada semacam kegiatan yang mulai membuatku interest, yaitu pramuka. Sebenarnya telah ada sejak aku kelas III namun lebih bermakna ketika kelas V ini karena pengajar pramuka nya ganteeeeng banget!! Hahaa.. Kak A*** dan kak Riyanto (kak riyanto yang kini telah almarhum). Selalu semangat sekali ketika sore hari jam 2 panas-panas dan mengayuh sepeda melewati bentangan sawah-sawah ditemani dengan aliran sungai yang mengiringi disetiap jalan. Ketika itulah aku pertama kalinya melakukan jelajah menyusuri sungai, sawah beserta pematangnya. Ceritanya begitu panjang bila diceritakan disini. Well, lanjut ke grade selanjutnya.

Last grade.

Kelas VI.

Segala persiapan telah dipersiapkan, dan bukan bermaksud sombong yaa, namun sedikit berbesar kepala, bahwa dalam track record prestasi ku, aku termasuk yang terpandai dalam angkatan ku. Ndak sombong, hanya sedikit berbesar kepala. Hahaa.. Maka dari itu, aku lah yang selalu di pandang oleh teman-teman ketika intensif, ulangan harian, try out, hingga ujian nasional. Hingga perpisahan pun tiba, dengan persiapan yang matang, yang ketika itu nyaris saja menampilkan joget india yang lagunya Oh, my darling!, (ndak kebayang kalau jadi kala itu, malu heh!) yang harus terbatalkan karena aku kebagian tampil banyak dari mulai jadi jurigen, eh, dirijen lagu Indonesia raya, menyanyi dalah satu lagu dari album cinta Rasul dan menyanyi satu lagu perjuangan.

Oiya, nyaris terlupakan. Dari mulai, kalau ndak salah kelas IV, aku selalu diikutsertakan dalam lomba menyanyi lagu perjuangan di tingkat kecamatan. Guru pembimbing menyanyiku, bu Sundari berkata, suara ku baguuus sangat namun aku ‘mengkeret’ bila sudah di depan public dan suara jadi amburadul karena bergetar saking ndredeknya. Beginilah komentar Bu Sundari yang sampai sekarang masih ku ingat,

“Tutut itu suarane apik tapi gak wani tampil ndek ngarep, anggep ae sing ndelok iku semut-semut, gak usah digape.”(maaf, bagi yang non-Javanese silakan buka google translate)

Yang serta merta menggerutu dalam hati yang aku masih ingat juga sekarang, “wong-wong sing ndelok kan gedhe-gedhe, piye cara ne dadi semut??” hahaa..

Setelah acara perpisahan berakhir, kita menangis bersama padahal berbulan-bulan sebelumnya sudah mengadakan ritual menangis dan berjanji ketika perpisahan ndak aka nada air mata lagi. Namun perpisahan adalah suatu hal yang menyakitkan yang terjadi setelah sebuah pertemuan paling manis terjadi.

Dan sebenarnya masih banyaaaaaaaak sekali hal-hal yang sebenarnya menarik untuk diceritakan, seperti kasti lapangan besar, olahraga pematang sawah, batalnya jambore, perjalanan gua lowo dan pantai selatan, ubalan hari sabtu, sikap sempurna pelajaran agama, cerita-cerita nabi dari guru paling disegani, krupuk cithing sunduk’an Rp.100,00, toilet hantu, kamar mandi pesing dan taman belakang kelas, cerita mori aula desa, bisnis sarang burung beringin, matematika dan kecepatan lari, telur asin dalam batu bata, perpustakaan jongkok, rucuh untuk pedagang sapu gendong, nyos-an paku anak nakal, cinta teman kepada guru pramuka yang tampan, pengaduan berandal kelas, dan benar, masih banyaaaak cerita yang belum tercantum kan di cerita ini. Bila ada kesempatan akan kuceritakan semuanya.

Dengan segala cerita-cerita konyol masa kecil, itulah memang masa-masa SD yang dari padanya adalah semacam jembatan hidup selama 6 tahun yang merubah seseorang yang ingusan mbeler-mbeler, setelah lulus menjadi bisa ‘sisi’ sendiri. Berkat mereka lah, guru-guru hebat dengan kesabaran luar biasa yang benar-benar tanpa tanda jasa apapun.

Happy teacher day!!

For my entire best teacher and all teacher in the world.

Jasamu tiada tara.

daaaaan… memberikan tantangan kepada blogger lainnya, kepada kak rahman tunjukkan dirimuuu!!

15 thoughts on “Masa-masa SD ku, Masa-masa beribu cerita ku

  1. sungguhan, tak hentinya saya mengulum senyum demi membaca baris demi baris tulisan yang kamu tulis ini

    dan..akhirnya kuluman ini menggelegar tak tertahankan lagi begitu sampai pada bagian genk kaos kaki bau. sungguhan jadi penasaran pada kemana anak-anak genk ini…apa kemudian mereka jadi penjual kaos kaki akibat tersulut kenangan kejayaan masa silam? ahaha

    ternyata dugaan saya benar. dari dulu neng memang cerdas! keliatan dari wajahnya…^^

  2. kak Maman : hahaa.. tentang genk kaos kaki bau.. dulunya setiap hari selalu mengadakan suatu ritual pembauan kaos kaki salah satu anggotanya dengan sepatu paling buluk dan kaos kaki yang tidak pernah dicuci sama sekali.
    Dan anggota yang tertindas harus membau di bawah kolong meja lalu dikipasi oleh anggota itu sambil dikipasi ke arahnya begitu.. sadis!! setelah itu teler-teler karena membau bau kaos kaki yang busuk sedunia..
    hahaa..tapi ndak terlupakan, dan entah kemana mereka-mereka sekarang.. mungkin benar, jadi penjual kaos kaki,😀

  3. Hahahay, masa-masa yang penuh dengan permainan. Sepertinya sejak lulus SD kita sudah banyak meninggalkan permainan-permainan itu ya…
    Gimana kalau sekarang mencoba bernostalgia dg permainan2 itu lagi???😀

  4. aq ndak bisa mengingat masa kecil ku dngan sempurna….
    makanya aq iri melihat ceritamu, ketika semua orang bisa dengan mudah bercerita dengan masa kecilnya, tp….. aq tidakkk
    hehehehe.,,,

  5. miftahur : anak sekarang lebih suka dengan mainan yang instan, padahal ketika masa kecil kita dulu, kita lebih sering membuat mainan kita sendiri, aah…lucu sekali, kangeeeeen..

  6. Ternyata masa kecil merupakan masa – masa yang indah, apalagi jika sedang bermain dengan teman – teman. Pasti indah jika bertemu dan mengulangnya kembali..😀

    Cerita mu asik bner…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s