‘es legen’ yang tergilas gilasan ‘es tebu’

‘es legen’ yang tergilas gilasan ‘es tebu’

Es legen, adalah semacam minuman (beverage) yang berasal dari air siwalan. Salah satu minuman yang pertama kali ku kenal ketika SMP. Masih teringat dengan jelas pertama kali aku merasakan es legen, semacam rasa manis, kecut tapi tidak kecut, kecing tapi tidak kecing, nikmat pastinya dan sangat menghilangkan dahaga diri karena terminum setelah panas-panas dan berkeringat karena naik sepeda 5 kilo meter dari sekolah. Suatu minuman yang dijual dalam tabung panjang dari bambu dan diciduk dengan cedok air yang terbuat dari tempurung kelapa dengan tangkai panjang. Penjualnya seorang bapak-bapak yang sudah sepuh dan suka bercanda. I wonder where he is now.

Bertempat di pinggir jalan, dengan sepeda motor ethek-ethek tahun jadul, di atas kali kecil dengan background sisi barat sawah yang membentang hijau. Sungguh, suasananya menambah rasa nikmat segernya es legen kala itu.

Sekarang.

Hampir tak dapat ku jumpai penjual legen di jalan-jalan. Malah sudah tidak ada sepertinya. Masih ku temukan satu penjual saja di sepanjang jalan Kediri-Pare. Dan tetap sama, rasa yang sama, kemurnian yang sama sejak dulu tak berubah. Dengan penjual yang, mungkin sepertinya sudah merupakan suatu ciri dari es legen yaa, bapak-bapak yang sudah sepuh dengan uban yang sempurna dan ditutupi topi. Hehee..kesimpulan yang terlalu cepat disimpulkan mungkin yaa..

Kenikmatan es legen ini telah tergantikan dengan gilasan segar es tebu yang akhir-akhir ini semakin menjamur dimana-mana, Kediri-Pare khususnya. Hampir setiap 100 meter pinggir jalan ada yang namanya es tebu. Bahkan ada yang jaraknya sangat dekat antara jarak penjual es tebu satu dengan yang lain.

Entah kenapa es tebu kini menjadi semacam minuman favorite dan es legen pun terlupakan masyarakat. Bila pun masih ada es legen namun tak lagi seramai dulu pembelinya. Hal itu ku dapatkan dari percakapan singkatku dengan bapak-bapak yang ada difoto. Tanpa aku tanya beliau pun cerita,

es legen dan bapak tua penjualnya

es legen dan bapak tua penjualnya


“Iki legen e murni mbak, sak iki wong-wong luweh seneng es tebu tiwas legen, padahal aku tau ngombe es tebu tapi akhire malah marai kembung. Lek legen iki mesti murni ne ket mbiyen.”

yang dalam bahasa indonesia,

“Ini legennya murni mbak, sekarang orang-orang lebih suka minum es tebu dari pada es legen, padahal kalau saya setelah minum es tebu malah membuat perut kembung. Kalau legen ini selalu murni dari dulunya.”

es legen

es legen


Sungguh, es legen kini telah menjadi suatu minuman yang ter-marginal-kan oleh es tebu yang seperti jamur di hari hujan. Hanya segelintir orang saja yang mungkin masih interest dengan minuman tradisional khas Indonesia ini. Berharap es legen tak benar-benar tergilas dengan gilasan es tebu.

11 thoughts on “‘es legen’ yang tergilas gilasan ‘es tebu’

  1. Kalau mau nyobain Legen yang Legendaris🙂 di Pare bisa coba di depane sekolah kristen Katolik, arah ke pemandian corah…Sip iku…dari jaman aku naek sepeda roda 3 sampai sekarang citarasa tetap terjaga..hehehe …trus kalau es tebu iku yang paling enak di daerah sebelum perempatan gurah itu lo kanan jalan kalau dari Pare….itu paling sip diantara es tebu lainnya….kalau kesiangan dikit pasti udah gak dapet jatah pokok e disana…..Keep Blogging…:-)

  2. waaah, baru nyadar ternyata saya punya akun di WP juga yang udah mati suri untuk sekian lama dek…^^

    es legen, mm…saya kok jadi inget lahang ya?
    minuman olahan dari air kelapa atau entah sejenisnya yang mirip2 macam siwalan. dan…yap sama dek, lahang ini juga dikemas dalam bambu-bambu panjang. ah iya…yang bikin unik, gelas minumnya ini terbuat dari bambu yang dipotong-potong.

    jadi apa lahang=legen? wallohu a`lam…^^

    mmm…ngedadak jadi pingin bahas bajigur nih dek..^^

  3. Aku Lo : waaaah.. terima kasih info nya..😉
    kalau es legen yang depan corah itu saya belum pernah coba tapi kalau yang es tebu pinggir jalan di gurah itu adalah salah satu favorite juga sejak SMP, sama seperti es legen..
    keep blogging too..🙂

  4. kak Allawimandan : lahang?? nama yang aneh seperti biasanya, hahaa..
    coba nanti dibuktikan, legen itu apa sama dengan lahang..
    bajigur?? bener-bener saya penasaran dengan yang satu itu karena dari namanya saja terkesan kalau kita akan terjegur didalam bajigur.. hahaa..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s