6 dari dalam melarikan diri, Surabaya-Gresik.. part 1

Setengah semester sudah, yang selama itu tidak pernah aku bisa berpergian ke luar kota dengan jarak tempuh yang sedikit jauh. Mungkin hanya luar kota yang terdekat misal beberapa hari yang lalu ke tulung agung. Dan, di liburan semester yang sangat benar-benar panjang inilah aku habiskan kesempatan yang ada untuk take some vacations around the world. Weeits! Berlebihan ah..hihii..

Terpikir sebelumnya suatu rencana untuk pergi ke semarang, sungguh, entah kenapa aku begitu interest dengan satu kota di jawa tengah itu. Mungkin terinspirasi dengan pelarian seseorang kesana, karena film dan masjid-masjid indah di sana. Entahla, namun sungguh aku ingin pergi ke semarang. Segala pun telah ku lakukan, (weitsaah…) mulai dari bolak-balik kembali ke stasiun untuk tanya jadwal hingga men-search teman facebook yang berdomisili di semarang. Namun, karena banyak factor X, X dan X, akhirnya tekad nekad ke semarang. Gagal total! Huhuu…

Tak apa. Masih banyak tujuan untuk melarikan diri. Hihii… akhirnya terputuskan untuk pergi ke gresik ke rumah salah satu sahabat ku yang juga menjadi kakak, saudara, kakak, saudara, kakak, saudara, dekat dan sangat dekat. Mbak Tu’nas di gresik. Alhamdulillah ada yang mau menampung orang yang ingin melarikan diri dalam petualangan sendiri. Haha…

Gresik,

Suatu kota yang pernah kukunjungi ketika masih SD dengan ayah ibuku, lama sekali ya, iya hingga aku lupa. Eh, pada akhir 2010 pernah sih, namun ketika itu aku tidak sadar jadi lupa cerita perjalanan ke sana. Haha… Yang jelas, pasti menjadi suau kota yang menyenangkan.

Dan, sebelum semuanya terjalani dan telah mempersiapkan segala sesuatu untuk kesana, ada suatu kabar dari LPM dedikasi, salah satu UKM di kampusku tercinta, STAIN Kediri., bahwa ada suatu diklat jurnalistik yang diadakan di Universitas Airlangga, Surabaya.

Seperti gayung bersambut, seperti ada kesempatan untuk menyelam minum air, mungkin akan sangat menyenangkan bila berpetualang di dua kota sekaligus. Surabaya lanjut Gresik. It sounds like such a great naked traveler!
Setelah menjura beberapa hari di depan ayah, ibu, mas, mbak, akhirnya terkantongi juga restu untuk melarikan diri beberapa hari dari rumah. Loh!! Melarikan diri direstui? Tenaaang!! Melarikan dirinya ini adalah untuk suatu kemaslahatan diri dan orang banyak. Widih, terlalu tinggi yang kedua. Hihii…

Yap!! Petualangan termulai hari jum’at tanggal 13 januari 2012. Suatu petualangan pertamaku di tahun baru dan akan menjadi petualangan pertamaku bepergian sendirian. Berani? Kita lihat saja nanti.

Jumat pagi, berangkat ke stasiun. Rencananya aku berangkat dulu untuk ikut diklat di unair mewakili LPM dedikasi selama 3 hari, tanggal 13-15 Januari 2012. Dan termulai hari ini dengan kereta api penataran yang menemani sepanjang jalan ini. Berangkat dengan 2 teman ku yang sebagai peserta diklat dan diantar oleh dua mbak-mbak sebagai our guardian angels yang sangat berbaik hati mengantarakan kami hingga sampai di tujuan. Terima kasih mbak hanyyin dan mbak endi. Kami sangat terharuuuu.. :’)

Berangkat dengan kereta jam 12 siang, kami membelah jarak Kediri-Surabaya dengan kereta api penataran dhoho. Dengan perjalanan yang sangat romantic sepanjang perjalanan karena tertemani hujan. Ehm!

Hujan dalam kereta.

Suatu tema yang tepat untuk perjalanan kali ini. Beberapa jepretan dalam bingkai jendela kereta untuk bumi-bumi stasiun yang terguyur air hujan pun terjepret olehku. Here they are.


Tercantum sudah jadwal tiba di stasiun Gubeng Surabaya adalah jam 3 sore. Alhamdulillah, suatu peningkatan dalam per-kereta-api-an Indonesia. Gerbong-gerbong terlihat baru dengan plastik-plastik yang masih memeluk kursi-kursi yang lumayan empuk dari sebelumnya. sistem per-kereta-api-an pun telah berubah dari yang sebelumnya sistem senggol-senggolan menjadi sistem duduk satu-satu. Tak beda jauh dengan kereta api bisnis dan eksekutif, mungkin hanya pembatas kursinya saja yang membedakan ketiganya secara faktual.

Jam 3.15-an, sampai lah aku dan dua teman cowok peserta diklat dan mbak-mbak pengantar pun langsung pulang saat itu juga. Terima kasih, terima kasih dan selamat jalan. ^^

Kami pun di jemput oleh salah satu panitia dari Diklat Jurnalistik Tingkat Dasar LPM Situs FIB Universitas Airlangga. Kami bertiga begitu terharu karena dijemput dengan mobil yang sedikit mewah, dan seperti tamu agung, seperti penjemputan presiden, feel like a boss. Haha!!

Tertuju kami di kampus B Unair dengan gerimis yang menemani sepanjang jalan, ketika sampai pun masih juga gerimis mengguyur. Karena banyak peserta diklat yang masih UAS hari terakhir alhasil acara molor hingga semolor-molornya. Dan karenanya, akhirnya, kami bertiga memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar kampus Unair.
Dan acara pun dimulai habis maghrib, dan setelah itu diskusi demi diskusi pun terjalani. Diskusi pertama tentang dunia ke-persma-an oleh pemateri dari, lupa, hehe..

Definisi pers sendiri adalah suatu alat atau media yang digunakan untuk emnyalurkan apresiasi mahasiswa. Karena segala perubahan yang terjadi adalah dari pemikiran para pemuda yang di sini adalah disebut mahasiswa. Dan kampus adalah sebuah miniature negara yang berfungsi sebagai edukasi, reformasi, konrol sosial, entertainment. Mungkin semacam itu suatu ringkasan singkat dari diskusi pertama yang sungguh, little bit boring indeed!

Diskusi kedua termulai jam 9, tentang Metode berpikir kritis. Pembahasan tentang materi ini mungkin adalah merupakan suatu tindak lanjut dari pada tema Diklat yang diusung kali ini yaitu, Mencetak Insan Pers yang Kritis, Dinamis dan bertanggung jawab.

Berpikir dengan kritis adalah sangat berhubungan dengan filsafat, dan berfirkir kritis menurut salah satu filsuf yunani, aristoteles adalah suatu kontemplasi atau perenungan dan mengambil tindakan atas apa yang telah dipikirkan.
Berpikir kritis adalah proses kognitif dalam menganalisis sesuatu berdasarkan hasil pemngamatan dan evaluasi untuk mendapatkan sebuah jawaban.

Semacam itulah, dan acara diakhiri ketika pukul 12 malam, ditutup dengan sholat isya’ bersama dan tidur bersama di student center FIB Unair.

Okee…nantikan cerita selanjutnya… ^^

2 thoughts on “6 dari dalam melarikan diri, Surabaya-Gresik.. part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s