10 angka untuk Matematika

10 angka untuk Matematika

10 angka untuk Matematika


“Matematika pada dasarnya hanya lah kumpulan dari angka 0 sampai 9 saja, dengan hanya mengubah letak serta pengoperasiannya, sesederhana itu.” (Ayahku)

Matematika, suatu pelajaran yang membuat banyak siswa bergidik dibuatnya, pelajaran yang selalu membuat panas dingin entah kenapa selama kurang lebih satu setengah jam pelajarannya, pelajaran yang membuat rambut terasa langsung rontok karenanya, entah mengapa matematika serumit itu menurut pandangan banyak orang.

Memang benar, if you think you can, you can, but if you think you can’t, you can’t. Sungguh, kalimat dalam bahasa inggris itu adalah amat benar. Kebanyakan orang terlalu mudah men-judge bahwa matematika itu adalah sulit, dan itulah sebabnya matematika adalah menjadi suatu pelajaran yang membuat kepala cepat botak.

Namun, sepertinya hal itu tidak berlaku padaku. Hmmm…berlaku sih, namun tak semusykil itu. Dari kecil, ayahku yang seorang pensiunan guru matematika selalu bilang bahwa, matematika hanyalah tentang 10 angka saja. Semacam itulah ayah mensugesti aku sejak kecil hingga aku sekarang berani berkata bahwa matematika itu adalah sedikit “tidak sulit”!!

Dan itulah yang mendasariku ketika SMA masuk ke jurusan ilmu alam, yang pastinya akan hampir setiap hari bertemu dengan yang namanya matematika. Baik dalam matematika itu sendiri, pelajaran fisika, kimia hingga biologi dalam bab genetika nya. Botak? Hampir.

Matematika dan segala babnya, trigonometri yang bergulat dengan sin cos tan nya, logika matematika dengan premis-premis nya, fungsi kuadrat dan kurva-kurva nya, dimensi tiga dan sudut-sudutnya, differensial dengan turunan-turunan nya yang ketika ulangan kadang membuatku ingin nurun (nyontek). Yep! pusing sih, bahkan banget! Namun bila telah menemukan jawaban atas soal-soalnyanya serasa mendapatkan harta karun dengan emas berkarat-karat dalam petinya.
Beruntungnya, dari mulai SD hingga SMA kutemui guru matematika yang tidak terlalu killer, cukup tegas namun tak sampai menembus kata killer. Itulah yang membuat matematika menjadi menyenangkan dan tidak menakutkan. Dan benar, dari awal kali mengenal matematika, hanya lah tentang mendesign angka 0 hingga 9 saja dan menerapkannya dalam rumus-rumus. Itu saja.

Ketika lulus SMA dan ada sesuatu yang membuatku harus menunda kuliah, aku pun memutuskan untuk menjadi guru les di suatu lembaga kursus dan tidak tanggung-tanggung aku pun diberi tanggung jawab untuk mengajar matematika SD, SMP dan SMA sekaligus dari kelas yang bervariatif. Guru matematikanya pun hanya satu, yaitu aku. Bahkan dalam sehari aku bisa ada 4 kelas untuk matematika. Cukup mengejutkan dan unexpected think menjadi guru matematika dengan patut digaris bawahi, ketika SMA tidak terlalu mudeng (paham) dalam pelajaran ini. Namun ternyata dan sungguh tak kusangka, membuahkan sukses yang besar dan kini mantan murid-murid ku banyak diterima di Universitas ternama, sungguh mengharukan.

Matematika dengan segala testimoni terhadapnya, menakutkan, bikin botak seketika, bikin jam terasa berjalan sangat lama, panas dingin ketika pegang kapur di depan kelas, garuk-garuk kepala tanpa sebab, dan ekspresi gila lainnya, hanyalah tebntang bagaimana cara mengolah 10 angka saja. Dan, memang seperti itulah adanya, matematika.

2 thoughts on “10 angka untuk Matematika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s