kutukan terindah, itulah jatuh cinta..

Jatuh cinta adalah merupakan suatu kutukan yang dari padanya dapat menciptakan suatu yang menggilakan diri sendiri. Seperti aku di sini. Terkena kutukan sihir pohon apel cintamu.

Bukan salahku, bukan salahmu, bukan salah pohon apel cintamu, dan buka salah siapapun. Entah siapa yang harus tersalahkan untuk hal ini. rentetan peristiwa yang terjadi adalah benar-benar sangat cepat. Secara tidak sengaja, aku telah berjalan-jalan disekitar kebun apel cinta milikmu. Dan kau yang baik telah mengajakku masuk ke dalamnya, berjalan-jalan mengitarinya. Aku sangat tau apel-apel itu adalah apel-apel cinta yang bila terlumatkan oleh gigi, tertelan dalam pembuluh kerongkongan hingga tercernanya dalam perut, akan membuat si pemakan terkena suatu kutukan cintamu.

Aku tau kau tidak mempersilakanku untuk memetiknya dan aku pun sebenarnya tidak tertarik untuk memakannya karena sebenarnya aku tidak sedang lapar. Namun secara tidak sengaja aku lalai dan terbuai dengan buah-buah apel yang tergantung dengan bentuk sempurna dan merah ranum yang mengisyaratkan telah matang tak bercela. Siapapun yang melihatnya pasti akan meleleh liur bila tidak segera sadar untuk menelannya kembali.

Aku mencoba untuk meyakinkan diri kalau aku sungguh sedang tidak lapar, namun setiap guratan semburat warna merah apel cinta itu layaknya tersenyum menyambut setiap gigitan gigi-gigi lapar. Walaupun sungguh, kau tidak menawarkannya untukku dan tidak mempersilakanku. Kau biasa. Datar. Tidak menggila seperti hatiku sekarang ini.

Sunggguh, aku tidak dapat mencegah diriku dan berkali meyakinkan diriku bahwa bila satu gigitan saja tidak akan memberikan efek yang besar atas kutukan pada diri. Mungkin hanya sekedar pengaruhnya yang tidak akan lama.
Ku jangkau apel-apel di pohon yang tinggi, namun tanganku tak dapat menggapainya. Dan dengan baik kau membantuku memetiknya untukku dengan mengangkatku naik ke tubuhmu hingga kita berhadapan. Dekat, sangat dekat hingga setiap dingin tanganmu terasa menjalar diseluruh punggung tanganku yang menciptakan efek dasyat yang mampu menguliti dagingku, merontokkan setiap sendi tulang-tulangku dengan tangan dinginmu dank au bawa ruhnya dalam genggaman jari-jarimu Tanganku terselongsongi ruhnya atas setiap sentuhan dingin yang masih teras menjalar disetiap pori-pori kulit.

Cepat tersadar, dan kulihat di tanganku telah ada apel cinta merah ranum terbaik yang pernah kutemui. Ingin ku segera menggigit dan memakannya, namun pesonamu lebih baik dari apel itu dan sedikit demi sedikit aku merasakan sebagian ruh ku menggigil aneh. Bila diibaratkan, kau adalah kutub U magnet dan aku adalah besi berani dengan kecenderungan daya tarik yang maha dasyat terdapat kutubmu. Entahlah, seperti terkena suatu kutukan yang kutukan itu adalah berasal darimu.

Namun disaat kau pergi segalanya berubah kembali seperti semula. Magnet. Benar-benar layaknya magnet. Setelah semuanya kembali seperti semula, tertujulah aku, fokus lagi kepada sebuah apel ranum ditanganku. Aku pikirkan lagi segala konsekuensi bila aku memakannya, namun keinginan untuk memakannya adalah benar-benar sangat kuat. Akhirnya, gigitan pertama, kurasakan begitu renyah dimulutku. Lembut, nikmat, lezat hingga membuatku merasa berada di surga dan menjadi putri raja di kerajaanmu yang dari padanya aku termanjakan dengan segala cinta dari dirimu. Sungguh, satu gigitan saja telah mampu membuatku jatuh cinta. Ya, jatuh cinta. Kutukan itu benar adanya. Suatu kutukan terindah. Hingga aku dapat melihat senyummu disegala tempat yang kujumpai, dimanapun itu kulihat senyummu, yang dari padanya tidak dapat kucegah senyum dari raut wajahku. Ini benar-benar suatu kutukan tersendiri ketika mendapati diri tersenyum dan melihat orang-orang memandang aneh tak tau apa maksud senyum diri.

Aah… Satu gigitan saja memampukan diri menggila karenamu, yang aku tak dapat berkutik karenanya. Kini aku jatuh cinta, aku kagum atas segalamu. Perasaan ini sungguh telah membuncah dan tidak lagi dapat terbendung. Satu gigitan apel.
Segenap hati ingin aku meneriakkan segala buncah hati ke setiap orang yang kujumpai, namun suara tercekat seketika ketika karena aku malu. Aku malu pada diriku sendiri. Aku malu karena tidak seharusnya aku mendapat kutukan ini. walaupun aku tau, ini merupakan kutukan yang indah, namun yang namanya kutukan pasti akan tetap menjadi kutukan yang tak akan berubah menjadi pujian.

Walaupun ini kutukan, aku berharap suatu saat dapat aku mengatakannya kepadamu bahwa aku telah terkutuk oleh kutukan cintamu. Sekarang ini, akan aku persiapkan hati untuk mengatakan kepadamu tentang kutuka terindah ini. walau aku tau, kutukan ini hanyalah aku yang terkutuk dan tidaklah terjadi padamu, dan mungkin setelah kau mengetahui segalanya, kau akan menjauh karena kutukan adalah tetap kutukan dan tidak pernah menjadi pujian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s