history of holiday to Lawang, Malang.. *part 2

Sekitar pukul 01.00 tibalah kami di stasiun singosari, yang kakek itu tadi terus melanjutkan untuk sampai ke stasiun berikutnya yaitu stasiun lawang. Tersambutlah kami dengan hujan rintik hingga hujan lebat yang mengharuskan kami untuk berteduh. Lama menunggu, ya, walaupun masih dalam skala menit namun karena telah payah duduk selama 5 jam perjalanan memutuskan untuk nekat mencari mushola terdekat karena belum sudah waktunya sholat dhuhur. Dan mushola ada di ujung jalan stasiun ini.

Sedia payung sebelum hujan, peribahasa ini pun terbantah kan kala itu. Bukan hanya payung yang menjadi alat sedia yang terbawa dari rumah untuk mengantisipasi hujan, mantel kelelawar pun jadi. Jadilah cerita lucu dengan semua mata orang di stasiun tertuju pada kami. 6 orang yang berjalan pelan-pelan dibawah guyuran hujan dengan mantel disangga tangannya. Pertama kali dalam sejarah. Lucu, konyol. Hahaa..

Setelah sholat, lanjut kami ke rumah sakit untuk menjenguk seseorang yang pada awalnya beliau yang akan mengisi studi sejarah yang rencananya akan dilakukan di lawang, ibu Sri Subekti, ketua IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia), namun ternyata beliau sedang sakit terkena serangan stroke kedua jadilah kami menjenguk beliau di rumah sakit marsudi waluyo, Lawang. Samapi disana, beliau sedang berbenah diri dan duduk dengan kondisi tangan dan kaki lumpuh. Dalam kondisi seperti itupun beliau masih saja tetap terlihat semangat menyambut kedatangan kami. Beliau mulai bercerita tentang perjalanan hidup beliau yang sungguh mengispirasi aku dan pasti teman-teman juga.

Beliau berpesan, sebagai wanita kita harus disiplin. Harus siap menjalani peran kita sebagai istri, ibu dan juga wanita karier. Sebagai wanita harus semangat menjalani segala kegiatan dan sebisa mungkin menyibukkan diri agar mendapat banyak pengalaman, ramah terhadap setiap orang agar mempunyai good connections, dan bisa segalanya.
Sungguh, beliau adalah seseorang yang sangat menginspirasi dan ku tempatkan beliau diurutan nomor dua setelah ibu Hasri Ainun Habibie dalam list inspirational people ku selama ini. Suami beliau juga adalah seseorang yang sangat humoris dan terlihat sangat setia kepada ibu. Jadi mempunyai sebuah mimpi rahasia, hahaa.. ssstt!!

Setelah cukup cerita, beliau meminta agar kami segera menuju ke rumah beliau untuk segera istirahat dan memang sudah waktunya beliau untuk mandi. Dan akhirnya kami menuju rumah beliau ditemani guyuran hujan disepanjang perjalanan, romantis sangat. Dibalut dengan pemandangan ujung utara kota malang dengan gunung Arjuno nya yang mendominasi di barat laut. Gunung yang menjulang dengan selimut awan di kaki gunungnya. What a beautiful scenery!

Sesampainya disana, pemandangan sekitar rumah yang asri menyambut kita dengan sangat ramah, persis seperti sang pemilik rumah. pada awalnya, tak kubayangkan akan menginap di tempat yang bisa disebut sebagai rumah hari tua. Rumah yang mungkin didambakan banyak orang untuk menghabiskan masa tua disana.

semacam rumah impian masa tua

semacam rumah impian masa tua

Rumah dengan sungai kecil yang mengalir di depan rumah lengkap dengan jembatan kecil yang dibangun untuk mengantarkan kaki agar sampai ke serambi rumah. rumah dengan bermacam bebungaan yang mekar warna-warni dan hijau di sana sini. Rumput hijau menjadi karpet dengan jalan setapak yang dihubungkan ke gazebo-gazebo pad ataman yang rindang. Bebukitan nan hijau tempat matahari terbit menjadi pemandangan depan muka rumah, dan sunset yang tenggelam ditubuh gunung Arjuno yang menambah segalanya menjadi sangat sempurna, rumah impian masa tua. Seperti itulah definisinya.

Kami pun tinggal di wisma tepat disebelah rumahnya. Wisma dengan 3 lantai. Lantai pertama terdapat 2 kamar yang salah satunya adalah kamarku dengan 2 teman ku. lantai kedua terdapat 6 kamar dan lantai 3 hanya 1 kamar saja yang lebih luas. Pemandangan balkon tertuju pada gunung Arjuno yang kala itu terabadikan sunset tanggal 12 Februari 2012 yang sangat indahnya.

3rd floor scenery of Arjuno's Mountain

3rd floor scenery of Arjuno's Mountain

Sungguh, tak pernah kubanyangkan bisa mendapat hal-hal yang menakjubkan dalam flash holiday kali ini. Flash holiday, yaa, karena memang hanya 1 hari 1 malam saja.

Malam hari terlewati dengan jalan-jalan disekitar Lawang, ke masjid, ke pasar lawang, hingga ke stasiun lawang dengan jalan kaki. Sungguh, thas was real a great adventure ever!! Hingga malam pun semakin mendingin yang memaksa mata untuk memejam pada pukul 11.00 pm. Mimpi indah pun terjadi, yang dari pada itu menjadi mimpi indah awal hari yang indah berikutnya.

KOHATI cabang Kediri

KOHATI cabang Kediri

2 thoughts on “history of holiday to Lawang, Malang.. *part 2

  1. pertama-tama, eciyeee tampilan wp nya baru nih… ^^

    berhujan-hujan di kota sedingin Lawang, pertemuan dengan seseorang yang inspiratif, jalan-jalan memutari kota, dan… merasakan beberapa jam berteduh di rumah yang selama ini hinggap dalam angan sebagai “rumah impian”…. pastinya, saaangat sesuatu kan? wuaaah jadi iri dek…^^

    adek, semangaaaaat! ^^

    • hehee.. dusk to dawn, lucu banget ketika di scrolling up down kak.. bisa berubah warna.. dusk to dawn..🙂

      silakan ber-iri-ria karena memang itu tujuannya, hahaa..😀
      yeah, it seems like a future house walaupun tanpa angin dingin yang tiupan anginnya mampu mengupas daging.. huhuuu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s