ketika berbicara tentang cinta, maka tidak ada kata terlambat..

Ketika kita berbicara tentang cinta, maka tidak ada kata terlambat.

or


When we are speaking about Love, it’s never too Late.

Sebuah prolog yang tepat untuk permulaan cerita yang akan kuceritakan. Sebuah cerita yang pada awalnya tidakku percaya keberadaannya. Sebuah cerita yang aku dengar dalam deru derap kereta api yang melaju dari Malang menuju Kediri. Yaa,

just like what I said. You’ll get many life stories that you don’t need to ask to tell it

, dan benar, kudapatkan lagi suatu cerita hidup yang mencengangkan dan membuatku terharu.

Aku, terduduk satu kursi dengan temanku, yang di depanku ada seorang bapak-bapak yang kuperkirakan telah berusia 60an lebih. Ketika kutanya mau kemana beliau pergi, dengan didahului gelak tawa beliau menjawab.

“Mau ke tulungagung, menemui mantan kekasih.”

Awalnya aku tertawa mendengar jawaban yang kudengar sangat konyol tersebut, bukan apa-apa namun sepertinya kalimat itu adalah kalimat yang mustahil terucap dari seorang bapak-bapak yang telah sangat pantas disebut sebagai kakek. Ku pertegas lagi dengan pertanyaan, “Serius pak?” sambil menatap beliau penuh tanya tak percaya dan beliau pun menjawab serius dengan sedikit tawa.

Penasaranku tak berhenti sampai disana, aku tanyakan suatu pertanyaan lagi yang setelah kutanyakan pertanyaan ini aku merasa pertanyaanku adalah pertanyaan yang menggelikan, “Hmmm..bagaimana dengan istri bapak? Apa ndak cemburu pak?” ku akhiri pertanyaan ini dengan mulut yang kulipat dengan spontan.

Beliau tertawa lagi, “Hahaa.. Ndak lah, istri saya sudah lama mendahului.”

Terkejut? Iya. I feeling so sorry about my previous question, yang aku langsung meminta maaf atas pertanyaan tadi. Namun pertanyaan itu ternyata tidak membuat bapak itu sedih namun malah membuatnya seperti ingin bercerita tentang sesuatu, dan ternyata benar.

Beliau bercerita bahwa beliau ingin ke tulung agung menemui seseorang yang dulu ketika kuliah menjadi kekasihnya. Mereka kuliah disalah satu perguruan tinggi di Surabaya dengan jurusan yang sama, dan setiap hari mereka melakukan apapun dengan bersama. Dekat, bahkan sangat dekat. Namun ternyata Tuhan tidak menghendaki mereka bersama.

Namun akhirnya mereka berpisah ketika berkerja, dan Bapak itu menikah terlebih dahulu, yang ketika telah menikah mereka bertemu lagi dan sang kekasih meminta agar mereka berdua bisa menikah namun kekecewaan pun tercipta karena Bapak itu telah menikah dengan seseorang. Hingga akhirnya, kekasihnya itu pun menikah 3 tahun kemudian.

45 tahun lamanya tidak bertemu, yang dalam perjalanan 45 tahun tersebut yang tertempuh dalam keterpisahan dan ternyata mereka berdua mempunyai suatu kisah yang sama. Sama-sama ditinggal oleh suami dan istri karena meninggal dunia. Hingga takdir mempertemukan lagi dalam sebuah acara reuni kampus yang ternyata mereka bertemu lagi dalam keadaan sudah sama-sama single.

Aku berkata, “ya Allah pak, cerita bapak seperti cerita di film-film, so sweet!!” gelak tawa pun terjadi, dan beliau menimpali,

Kalau di film kan ceritanya selalu indah, kalau cerita saya, tidak seindah itu. Sekarang sudah sama sama kempotnya, hahaa..”

“Memang, jodoh itu seperti kejutan ya pak?” kataku.

Tawa pun pecah hingga tak terasa, kereta api telah berhenti di stasiun Tulung agung. Bapak itu pun berpamitan dan aku mengucapkan terima kasih dan sukses dengan cerita cinta yang hebat beliau, doa pun terucap dari masing-masing aku dan temanku.

Kereta pun kembali berjalan dan menciptakan view dengan slideshow cepat dengan jalannya, aku pun tak berhenti menyungging senyum mengingat cerita cinta bapak yang aku tidak tau siapa nama beliau. Cerita yang hampir mirip dengan alur cerita di film favoriteku, letters to Juliet. Sungguh, nyaris sama. Dalam hati aku berharap agar mereka dapat bersama hingga masing-masing menutup mata.

love seeing an old couple

love seeing an old couple


I don’t know how his story ended, but if he feels then was true and real love, then it’s never too late. If it was true then, why wouldn’t it be true now? And yes, I hope it will be a true love story.

2 thoughts on “ketika berbicara tentang cinta, maka tidak ada kata terlambat..

  1. kakak dulu percaya, bahwa setelah melewati hitungan tahun, setelah sekian banyak episode kehidupan datang dan pergi hilang muncul silih berganti, setelah berpuluh tahun tinggal satu atap mengarung suka duka rumah tangga bersama seorang istri, cinta manapun, kepada siapapun, yang dulu pernah hidup dan mengendap, perlahan tapi pasti akan mati dengan sendirinya.

    tapi setelah membaca ini, kakak jadi tahu. bahwa cinta yang dulu itu tidak sungguhan mati…ia…cuma tengah mati suri.

  2. Pingback: apa “gerangan” cerita di pantai “brumbun”?? « we wee world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s