pernah tidak??

Pernah tidak, tiba-tiba merasa hati terpenuhi dengan kebahagiaan tiada tara seperti hati ini terpenuhi dengan gelembung merah muda yang berbentuk cinta yang dari padanya menjadi sangat bahagia hingga melayang ke udara?

Pernah tidak, ketika memandang sesuatu yang bila dipandang seseorang lain itu adalah hal yang biasa, namun bisa membuat sunggingan senyum kecil hingga tawa yang lebar atau, mampu sampai menari-nari dengan ritme yang membahagiakan?

Pernah tidak, membaui sesuatu yang berhubungan dengan seseorang yang dengan bebauan itu dapat melemparkan diri ke suatu waktu yang mengingatkan saat bersamanya dan membuat kegilaan tiada banding hanya karena mencium sekelebat bebauan yang itu dengan perantara udara?

Pernah tidak, ketika lamun pergi meninggalkan diri yang itu membawa jiwa menuju suatu tempat yang berisi tentang senyum, senyum, senyum dan senyum yang tercipta tepat ketika mata meriyip dan menciptakan garis mata akibat senyum tulus yang tercipta?

Pernah tidak, tak jenuh mendengarkan suara menjelaskan sesuatu yang bila itu seseorang lain yang menyampaikan adalah hal yang biasa, namun waktu dapat terlampaui dengan tetap menyimak dengan seksama akan sesuatu yang disampaikan begitu menarik hingga menginginkannya lagi dan lagi untuk mendengarnya?

Pernah tidak, merasa waktu seketika terhenti tepat ketika sepasang mata bertemu tanpa terdapat janji untuk saling pandang yang dari padanya mampu membuat seluruh selongsong urat nadi tiba-tiba kehilangan desiran darahnya walaupun jantung berdetak dengan kecepatan seberapa milidetik detakan?

Pernah tidak, embusan angin terasa sangat lembut yang karenanya ingin bernyanyi lagu-lagu cinta tanpa otak harus mengirim impuls untuk menggerakan setiap organ untuk bernyanyi karena dengan sendirinya kata-kata indah tercipta?

Pernah tidak, yang dulunya membenci sesuatu bahkan sangat mengutuk hingga siap mati untuk membela atas ketiadaannya namun berubah seratus tujuh puluh Sembilan derajat menjadikannya bukan sesuatu yang patut untuk dibenci namun dimaklumi?

Pernah tidak, setiap kata yang terucap berubah menjadi sekumpulan kata yang menurut diri adalah kata yang salah terucap dan dari padanya ingin mengatakan ulang kalimat tersebut dengan mengaturnya lebih indah namun tidak kuasa dan hanya mampu menghembuskan nafas panjang dengan muka terlipat?

Sembilan tanda tanya dengan pertanyaan berbeda yang semuanya terjawab hanya dengan satu kata saja, pernah. Ya, pernah.

Pernah.

Pernah.

Pernah.

Pernah.

Pernah.

Pernah.

Pernah.

Pernah.

Pernah.

Entah semacam perasaan apa, namun yang aku tau bahwa aku pernah dan semua ini adalah sungguh menggilakan, membuatku menjadi mencari-cari dimana logika bersembunyi. Dimana akal sehat bersemayam.

Namun, sebenarnya tidak benar-benar kucari keberadaannya karena aku merasa nyaman dengan yang terasakan. Walaupun tidak kuketahui semacam apa perasaan seseorang yang karenanya kurasakan perasaan yang menggilakan ini.

Namun aku hanya ingin bertanya, pernah tidak??

mawar kuning, senja jingga, untuk cinta

mawar kuning, senja jingga, untuk cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s