enchantment of Madura Island #2

Tak perlu waktu lama untuk menciptakan sebuah kenangan yang tak terlupakan, dan dua hari adalah sudah sangat cukup.. – Tutut Indah Widyawati

Biar saya mulai dengan kata-kata, entah lah, saya suka sekali bila dalam setiap apapun yang saya baca terdapat quotes yang dapat aku catat dalam buku catatan kecil ku. Bukan apa-apa, hal itu karena berdasarkan observasi selama ini bahwa seorang good author selalu menyelipkan sebuah kata-kata indah yang menjadi kata yang paling diingat dalam tulisannya. That’s actually my background to create a quote in every my write.

Yap, let me continue the sequel story enchantment of Madura #1 which neglected by me some days, hehee..
Masih dalam cerita perjalanan menghadiri acara Blogilicious yang hari itu hari pertama Sabtu, 7 Juli 2012 yang saya mulai dengan menyambut matahari pagi di Masjid Universitas Trunojoyo. Setelah bersiap diri dan berpamitan dengan anak-anak LPM SM kami pun bertolak menuju ke bangkalan ke tempat acara dengan angkot yang hari itu memang benar masih sangat pagi.

Hari pagi di Madura itu menyenangkan.

Kami pun berjalan kaki ke lokasi acara yang tidak lumayan jauh dari alun-alun bangkalan, lapar pun terasa dan kami menemukan menu yang sangat menarik yang saya belum pernah tau sebelumnya, ini dia SATE LODEH. Sungguh nyaman. ( Enak)

Terlalu pagi, eh, kepagian lebih tepatnya ketika kami sampai di lokasi acara, Gedung New Purnama, terlihat panitia pun belum banyak yang seliweran yang hal itu membuat kami leluasa mensurvey tempat, nice and great!! That’s our result survey. Hehee..

Back view Gedung New Purnama - Bangkalan Madura

Back view Gedung New Purnama – Bangkalan Madura

above view Gedung New Purnama - Bangkalan Madura

above view Gedung New Purnama – Bangkalan Madura

front view Blogilicious

front view Blogilicious

Setelah sekitar 2 jam-an menunggu akhirnya acara dimulai dengan peserta yang lumayan wow, yang aku bayangkan tidak sebanyak itu sebelumnya. Acara pun diisi dengan materi-materi yang menarik yang tentunya seputar blogging dengan pemateri yang sudah tenar di dunia per-blogger-an namun saya koq ndak kenal. Merasa kuper sekali tapi memang jujur, saya lebih sering baca postingan orang-orang berambut pirang dengan bahasa yang aku suka.

Oiya, biarlah saya bercerita tentang perjalanan saya saja dan tidak menceritakan tentang materi dan jalannya acara, agar pembaca penasaran dengan bagaimana sih acara blogilicious yang saya katakan acara Blogilicious adalah acara yang spektakuler sangat dan merugi bila tak mencoba kelezatannya!! Because blogging has never tasted this good!! ╭(*⌒з⌒)人 (⌒ε⌒*)ノ‎

Acara hari pertama pun terselesaikan sekitar jam 5 lebih dan kami pun bingung mau kemana lagi setelah ini. Dan kami pun mendapat jawaban yang entah, “yang penting cari masjid atau mushola dulu untuk mandi dan sholat setelah itu baru pikir kemana” itulah jawaban finish.

Kami pun berjalan yang menurutku kea rah selatan dari Gedung dan kami mencari orang untuk dimintai tanya hingga kami temukan ibu-ibu yang duduk bersiku-siku di beranda toko kecilnya, dan beliau pun menunjukkan arah mushola terdekat, langkong mamak.. (kata orang Madura)

“Depan itu ada belokan, terus aja nanti ada mushola mbak.”

obey to her order, kami pun menyusuri gang kecil yang menurutku mendamaikan entah mengapa, setelah menyusuri gang kira-kira 100 meter kami pun sampai ke sebuah pelataran besar yang terasa asing dan tidak friendly dengan kami. Tanya lagi. Ternyata mushola ada di depan kita namun setelah di-check tak ada kamar mandi, maka kami putuskan untuk mencari mushola lain dengan berjalan yang ‘sok tau’ jalan dan tanpa takut nyasar, hahaa..

Akhirnya setelah tanya tanya dan tanya, masuk gang, pelataran rumah orang, tatapan aneh, anggukan ramah, bantuan dengan senyuman, akhirnya sampai juga di sebuah mushola yang sungguh berada dalam pedalaman perumahan dengan jalan rumit yang kami sangsi bisa kembali lagi berjalan seperti awal mula kesini.

musholla kecil pembuat haru

musholla kecil pembuat haru

Mushola, rumah kecil Allah, yang dimana-mana mendamaikan. Dan kulihat di sana, tempat sekecil itu penuh sesak dengan anak-anak kecil yang mengaji dari iqro’ hingga Al-Qur’an. Tak ada hasrat malas sedikitpun di wajah mereka. Ikhlas dan senang. Itulah gambaran anak-anak yang mengaji di mushola kecil itu. Aku merasa lucu dan seperti terharu ingin menangis melihat mereka yang semangat mengaji yang semangat itu tidak kutemukan lagi di tempat dimana aku tinggal.
Dan memang saya akui bahwa madura adalah pulau dengan sisi religiusitas yang tinggi. How can I not love Madura then?

3 thoughts on “enchantment of Madura Island #2

  1. Mbak, saia sangat suka dengan tulisan ini. Sisi lain tentang Madura yang tidak pernah terekspos.. Salut!

    Terima kasih sudah memberikan kontribusi positif pada konten Madura.

  2. Madura emang keren kan mbak🙂
    sisi religius yang tinggi dan keramahan oreng medhureh membuat saya betah tinggal disini untuk berdjoeang mendapatkan ilmu yg bermanfaat🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s