dari kain putih -> kain canting -> kain batik -> baju batik

Swadesi. Bangga memakai produk sendiri.

Yap, saya adalah salah satu orang dari jutaan orang di dunia yang sangat membenarkan dan setuju akan slogan yang dipopulerkan oleh Mahatma Gandhi itu. Sungguh, terdapat rasa bangga dalam diri, bangga yang sungguh luar biasa rasanya, spektakuler dalam merasanya bahkan hati dapat meledak-ledak karenanya. Wuuuah!

Bermula dari keikut-sertaanku dalam Batik Class yang berhasil masuk dalam jajaran 5 finalis dari Kabupaten Kediri yang akan diikutsertakan dalam pelatihan batik di Jogja nantinya, eh, rahasia!!

Hmmm, kala itu peserta Batik Class pun diberi sebuah tugas untuk men-canting 2 kain yang lebarnya 4 meter dan 2 kain itu harus beda pola. Awal mula terasa cukup berat mengingat peserta semuanya masih sangat amatiran dan baru saja tau tentang dunia perbatikan namun akhirnya kemarin semua dapat mengumpulkan dengan pola yang menarik walaupun kurang maksimal akibat ke-amatiran dari peserta.

kain yang masih berpola cantingan

kain yang masih berpola cantingan

Percaya bahwa warna itu akan mewarnai hingga berwarna.

pola batik setelah diwarna

pola batik setelah diwarna

pola ini terispirasi dari siluet diri dengan membawa bunga rosella.. :D

pola ini terispirasi dari siluet diri dengan membawa bunga rosella..😀

Yaa, akibat pewarnaan, batik yang dari pola biasa-biasa saja dapat menjadi sebuah batik yang classic dalam warna. Dan salah satunya adalah batik saya ini. Oiya, let me give you the story first! 2 kain 4 meter peserta, masing-masing dikumpulkan 1 sebagai arsip yang akan ditunjukkan kepada Bu Bupati Kediri sebagai karya khas dari anak-anak Kediri, dan yang 1 boleh dibawa pulang. Naah, batik yang ku kumpulkan adalah ini,

my hand made batik

my hand made batik

Cukup rumit dalam pola dan pewarnaannya pun melalui 4 tahap pewarnaan. Putih sebagai warna dasar, Krem sebagai warna kedua, perpaduan antara coklat muda dan orange sebagai warna ketiga, dan coklat tua pekat sebagai warna akhir.
Dan batik saya yang kedua yang saya bawa pulang, simpel dalam pola dan ketika pewarnaan pertama, saya salah dalam komposisi bahan kimia warna yang mengakibatkan warna awal langsung warna pekat yaitu merah maroon. Namun saya langsung suka dengan warnanya dan hanya celup sekali langsung saya lakukan proses ngorot yang ini dia jadinya.

Batik Merah Maroon, my hand made

Batik Merah Maroon, my hand made

Terbersit akan suatu hal, mau diapakan kain ini yaa? Dan naluri “fashion designer wanna be” saya tergugah. Dengan sedikit penerawangan, weits, saya temukan bentuk baju yang pas dan sesuai dengan pola batik yang sebenarnya belum selesai dalam saya men-design-nya karena I got stuck, jadi tengah masih kosong melompong namun justru, saya temukan seninya disana.

mesin jahit sejarah

mesin jahit sejarah

Dengan keahlian menjahit yang pas-pas-an, akhirnya jadilah baju yang bagus ini.

Baju Batik, designed by me

Baju Batik, designed by me

Bangga, demi Allah rasanya bangga. Mengetahui setiap proses yang itu dari kain putih bersih polos, menjadi sebuah kain berpola pensil, lalu menjadi sebuah kain yang bercanting malam, hingga menjadi kain batik dengan warna merah maroon dan akhirnya menjadi sebuah baju cantik ini. Sungguh bangga!! Dalam hatiku pun berkata, lumayan sudah punya 1 baju untuk lebaran, pikirku. Hahaa, puasa aja belum.

Dan benar, sesuatu yang dibuat dan dijalani setulus hati akan menghadirkan perasaan cinta yang amat sangat dalam, dan ini adalah baju terbaik yang pernah saya miliki.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s