my shimmering tamarindus Indica

Do you still remember about my older post about my indica angel? yeaah.. just read it first if you feel so curious about what i mean of indica angel, MY INDICA ANGEL.

yaa, itulah dia, pohon asam yang dulunya aku letakkan di luar jendela sebelah kamarku untuk sekedar memberi kesan hijau pada tembok sebelah rumah yang hanya berjarak setengah rentangan tangan dengan rumah sebelah. Dan yang namanya pohon pasti akan tumbuh menjadi besar disetiap harinya, mengantisipasi kemungkinan panjang tentang itu maka ayah pun memindah pohon asam dan menggantinya menjadi tanaman sejenis pandan-pandan-an yang menjulang tinggi. cukup indah dipandang.

Pohon asam pun dipindah ke belakang rumah, namun sepertinya tidak kerasan untuk tinggal di sana, dan aku pun meminta ayah untuk menanamnya di depan rumah. Hanya beberapa saat tumbuhlah tunas-tunas sinom yang menyembul hijau muda diantara ranting-rantingnya yang coklat. Hari demi hari akhirnya kembalilah daun-daun muda yang menggerumbul khas pohon hidup. Alhamdulillah..

Cerita lain yang nantinya sinkron dengan pohon asam ini. Hmmmm, aku adalah seseorang yang suka menyimpan benda-benda masa kecilku. Yeah, I’m a collector. Satu barang dari masa kecilku yang sering dihujat oleh saudara-saudara karena saking kucelnya adalah selimut kucelku. Hmmm, dulu selimut tapi sekarang kugunakan sebagai penutup kepala saja ketika tidur, tanpa itu tidurku ndak akan nyenyak. selimut kucel. hahaa..

Dan, ada sebuah barang yang sebenarnya udah masuk dalam gudang yang dulu selalu kupakai sebagai hiasan kamar. Lampu kelap-kelip yang kubeli ketika liburan di Tulung Agung ketika masih kelas 6 SD dulu. Sudah tidak fungsi sebenarnya karena kabel yang udah putus di sana-sini yang tadi dibetulkan oleh ayah dan akhirnya bisa nyala semua.

Hmmm, lantas apa hubungannya lampu dengan pohon asam depan rumah?

Aku punya sebuah keinginan, suatu saat aku bisa punya puluhan lampion kunang-kunang yang akan ku gantungkan di ranting-ranting pohon asam itu. namun, karena alasan kemanusiawian maka sebuah keingingan itu belum terpenuhi hingga sekarang. lagi pula, banyak mitos yang mengatakan bahwa kunang-kunang itu, aah sudahlah. dan akhirnya muncullah ide cemerlang!!

Siang tadi, kubuka-buka lagi kamar gudang barang-barangku dan akhirnya kutemukan lagi lampu kelap-kelip dengan bohlam kuning kecil yang dibungkus dengan plastik bulat dengan hiasan senyum dan kain berbentuk kelopak bunga. Hmmm, bohlam bunga matahari senyum. mungkin itu nama yang tepat untuk lampu kelap-kelip itu, atau?

Directly, aku coba untuk menyalakannya, dan ternyata 1 line kabel ada yang putus yang mengakibatkan kelap-kelip lampu ini tidak sempurna. Oke, lantas aku check listriknya namun yaah, resistor dkk nya membuatku minta tolong ke Ayah. Setelah di-check dan disambung-sambung kabel yang putus akhirnya bisa dan it’s time to show!!

my sparkling tamarindus indica

my sparkling tamarindus indica

smiling lamp

smiling lamp

little lamp sparkling together

little lamp sparkling together

what a beautiful!!

what a beautiful!!

Entah kenapa ibuk juga antusias ikut memasangnya dengan alasan jika lebaran nanti cucunya semua datang pasti akan senang melihat kelap-kelip lampus di pohon. Lalu ayah menyiapkan kabel untuk stop contact nya sedangkan aku yang menata alur lampu di pohonnya. Dan akhirnya, taraaa.. Indah banget!! Malam di depan rumah terasa lebih gemerlap. Aku pun merasa girang dan naluri kekanak-kanakan ku pun seperti dikembalikan lagi saat itu juga. Aaah, ini lebih dari indah.
My Shimmering Tamarindus Indica.
In front of my Home Sweet Home.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s