hujan mereda, bumi merenung, dan akhirnya de javu

hari ini hujan pun turun, deras, sungguh deras,
hingga aku pun ingin bermain-main dengannya, menyambutnya, namun..
aah, tubuhku masih ringkih walaupun untuk berdiri paling tidak 5 menit saja hanya untuk berdiri dibawah payung dalam curahan hujan dan menengadahkan tanganku demi merasakan hujan di awal tahun agamaku..
padahal, telah ku tulis beberapa jam yang lalu dalam sebuah kicauan pendekku,

aku ingin hujan-hujan, however my condition is right now.. \(^__^)/

aah, lupakan!! aku pun kembali merebahkan tubuhku yang selama lebih dari 1 minggu bertahan melawan bermacam virus-virus jahat yang pada puncaknya berhasil membuat 3 hari dalam hidup harus kuhabiskan sebagian besarnya dalam bilik kamarku. Yaa, aku bosan, seharusnya 3 hari menjadi liburan yang menyenangkan, menjelajahi tempat-tempat baru dan membingkai kenangan dengan pandangan pemandangan yang ditangkap mata dengan begitu fresh-nya,
namun, tak banyak kulakukan banyak hal..

diluar, hujan terdengar gemericik deras,
yang sesekali terhenti dan kemudian menderas lagi,
dan sekarang, hujan itu telah reda sama sekali hingga bumi serasa diam merenung..
aku pun mulai merasakan embusan angin dingin hasil kolaborasi angin pepohonan dan uap air hujan, perlahan menyelinap melewati jendela dan menembus korden kamarku dan membelai ubun-ubunku dengan lembut..
alhamdulillah, sungguh menenangkan..

berkali sudah kukatakan dalam berbagai cerita tulisanku bahwa hujan selalu dapat membawa kita ke dalam sebuah kenangan yang entah, bersama siapapun, dalam tempat manapun yang dahulunya pernah kita singgahi..
dan hari ini, kudapati diri dalam sebuah kenangan bersamamu..
entahlah, walaupun sejatinya kita belum pernah sekalipun bertemu dalam hari hujan, dan kita memang belum menemui kenangan bersama saat hujan..
namun hari ini, kudapati kenangan itu..

Apakah ini de javu??
Apakah di kehidupan yang lalu kita pernah bertemu??

selama aku menulis tulisan ini aku pun berpikir keras untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang kupertanyakan sendiri, namun aku tak tau..

yang kutau adalah, aku dan kau berada dalam jarak yang jika ku tarik melintasi arah selatan bumi, maka kita terpisahkan dengan beribu selat, beberapa benua, bermil-mil luas samudera..
dan hanya dengan kenangan sesaat saja, aku mampu yakin bahwa itu kau..

de javu

de javu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s