cerita buku diary bersampul bunga mawar dan arloji tahun 2001

aku percaya bahwa ada sebuah kebiasaan baik dari kecil yang dapat dipertahankan untuk dibawa hingga tua nanti, dan aku kira menulis dan membaca ada kebiasaan masa kecil-ku yang akan kubawa hingga aku tak ada.. – Tutut Indah Widyawati

Aku telah punya sebuah kalimat yang kubuat sendiri sebagai penyemangat dalam hidup untuk mendedikasikan diriku dalam menulis dan menatatap berjam-jam sebuah buku, bahwa writing will lead you into such a historian maker and reading will lead you to see the wide world.

yeah, harus diakui bahwa, aku mempunyai kehidupan masa kecil yang sungguh sempurna dan luar biasa. Keluarga yang sempurna, ayah, ibu, 2 kakak lelaki yang dari yang aku ingat saat kecil aku telah jarang melihat mereka di rumah karena harus merantau ke tempat yang jauh. Kakak pertamaku di Malaysia, sedangkan kakak kedua memulai rantauannya dari Malang-Jakarta-Jogja-Palopo Sulawesi Selatan dan sekarang Jakarta lagi. Sedangkan 1 kakak perempuanku yang setidaknya
paling banyak waktu yang kuhabiskan dengannya. Eh, tidak juga. Rentang usia yang jauh membuatku tidak sedekat itu dengan mbak-ku, karena mungkin baginya aku hanyalah adek perempuan yang jahil dan suka menganggu kala itu, eh, sekarang pun aku masih selalu suka menganggunya, hahaa..

Mungkin bisa disebut dengan derita anak bungsu, namun ternyata Allah itu sungguh sangat adil terhadap hamba-Nya. Sebagai anak terakhir dengan ketiga kakak yang tidak di rumah, alhamdulillah aku dikelilingi oleh sahabat-sahabat terbaik di masa kecilku.
Sebelah rumah, ada Silvi (yang sekarang pun masih menjadi sahabat terbaik yang tak tergantikan), gang 1 rumah silvi ada Ayu (walaupun sejak TK terpisahkan karena dia harus mondok tapi hubungan emosional kami sebagai sahabat dan juga saudara hingga sekarang masih terjalin dengan kuat), belakang rumah ada Mbak Rini (walaupun sekarang sudah jarang sekali bertemu karena dia sudah menikah dan sepertinya suaminya sungguh, yaa, entahlah, namun Mbak Rini masih menjadi sahabat SD-ku yang terbaik dan sering kami lakukan hal paling konyol berdua), agak jauh sedikit ada Nurul (walaupun dia dibawahku 1 tahun, namun kurasa dialah yang paling dewasa diantara kami ber-5, dan sampai sekarang aku masih sering bersikap manja terhadapnya, hahaa) dan satu lagi Dek Lela, (walaupun kebersamaan kami hanya ketika TK saja namun aku masih ingat dengan jelas dia adalah salah satu dari anggota “3 bidadari” yang personilnya adalah aku, Mbak Rin dan Dek Lela. hahaa.. entahlah, 3 bidadari itu seingatku adalah sebuah film di TV dengan 3 orang perempuan yang menumpas kejahatan dan kami menjadi satu-satu dari mereka, hahaa.. masyaAllah)

mereka-lah orang-orang disekitarku di masa kecilku yang penuh dengan petualangan yang mungkin tak akan habis bila kuceritakan semalam. Oiya, pernah sudah kuceritakan tentang sedikit cerita tentang masa SD-ku, dan sekarang aku ingin bercerita tentang masa ketika aku menulis buku diary yang masih kusimpan hingga sekarang yang mungkin sekitar beberapa tahun yang lalu kutemukan lagi.

Aku masih ingat buku diary ini kubeli patungan dengan Mbak Rini di Toko-nya Pak Sol, sebuah toko yang dulu ketika aku masih kecil terlihat sangat besar dengan barang-barang yang semuanya ingin aku beli dan kubawa ke kamarku. Salah satunya adalah buku diary berwarna pink dengan sampul bunga mawar dan arloji yang demi Allah sampai sekarang aku masih mendamba arloji seperti itu.

buku diary berwarna pink dengan sampul bunga mawar dan arloji

buku diary berwarna pink
dengan sampul bunga mawar dan arloji

Aku ingat dengan benar, bagaimana aku harus menyampingkan keinginanku membeli seplastik rucuh untuk uangnya kukumpulkan untuk dibelikan buku diary dengan harga Rp. 3.000 tersebut. Karena tak sabar untuk memilikinya, aku dan mbak Rin sepakat untuk patungan membelinya. Dan setelah uang terkumpul, aku dengan mbak Rin, kala itu siang hari jam 12 deng-deng, aku dengan sepeda kecilku pergi ke Toko Pak Sol di desa sebelah yang dulu terasa jauh sekali aku mengayuh sepedaku dengan jalan bledu yang berdebu.

Setelah menukar uang hasil puasa kami selama beberapa hari dengan buku diary pink dengan sampul bunga mawar dan arloji itu, mata kami pun berbinar dengan hati berdebar. Entahlah, ada perasaan aneh ketika mampu membeli sesuatu dengan jerih payah kita sendiri, dan sekarang pun aku sering merasakannya.

Aku dan mbak rin pun bergegas untuk pulang dan mengisi lembar per lembar buku itu seperti tokoh wanita di-film-film yang setiap malam sebelum tidur menuliskan sesuatu pada sebuah buku diary yang cantik. Waaa, dan aku sudah memilikinya kala itu, sekitar bulan mei 2001.

Karena membelinya patungan dan rumah kami berbeda kami sepakat untuk menulis diary setelah pulang sekolah sebelum tidur siang. Untuk menulisnya, aku kebagian setengah lembar pertama yang berwarna pink, dan Mbak Rin setengah lembar belakang berwarna biru. Sungguh, sebenarnya aku lebih suka warna biru.

Kami pun konsisten setiap hari menulis setiap hari, menceritakan apa saja yang telah terjadi selama seharian dengan cerita polos yang sekarang ketika aku membacanya aku selalu tertawa sendiri dibuatnya. Sayangnya, banyak lembar-lembar
tulisanku yang sudah hilang karena protol.

lembar demi lembar buku diary-ku tahun 2001

lembar demi lembar buku diary-ku tahun 2001

lembar demi lembar buku diary-ku tahun 2001

lembar demi lembar buku diary-ku tahun 2001

Mungkin itu saja, selengkapnya bisa membaca tulisan tanganku saat tahun 2001. Wow, it has been 12 years. Sungguh sangat lama namun aku merasa baru kemarin aku mencium bau wangi dari buku diary tersebut. aah, benarkan, menulis bisa membuat sejarah di masa sekarang-nya nanti. Jadi, menulislah karena dengan menulis kau akan
mencipta sebuah sejarah dalam hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s