“tas Ransel dan selimut Kucel”

Sebuah benda walau tak berharga ternyata mampu menyimpan kenangan-kenangan tersembunyi yang mungkin tak dapat sepenuhnya teringat oleh otak manusia.. – Tutut Indah Widyawati

tas ransel dan selimut kucel

tas ransel dan selimut kucel

hanya dengan melihat, membau, merasa sebuah benda berharga dari masa lalu yang sekarang mungkin telah kehilangan harganya, mampu menarik kembali diri seseorang di suatu masa indah di masa dulunya.
alhamdulillah, aku sangat bersyukur menjadi pribadi yang suka menjaga rapi benda-benda penting di masa sebelum sekarang. Mungkin bagi sebagian orang menganggap, bukan sebuah hal baik membawa barang silam di kehidupan sekarang, namun bagiku, if it’s good, why not??

Aku adalah pribadi yang suka mengoleksi sebuah barang. Buku, koin 1973, gelang-gelang, monte-monte, kalung-kalung, foto-foto, boneka (namun sudah pensiun mengoleksi boneka yang ditandai dengan ku hibahkan 2 lusinan bonekaku kepada keponakanku), buku diary, kupon point kecil dipojok belakang pem***ut merk ko**x, pengisi wardrobe besarku, struck belanja dan tiket masuk bioskop, obat-obatan sisa sakit, dan barang unik lainnya yang tersimpan di surga kecilku, my brightly yellow room.


tas Ransel Kecil

adalah sebuah benda masa lalu yang masih kusimpan rapi hingga sekarang yang dibelikan mas ku dari Malaysia sewaktu aku masih berusia 5 tahun. Dan hingga sekarang masih ada walaupun sudah rusak dibagian restleting dan compang-camping dibagian rajutannya. Hanya dengan memegangnya ditangan saja timbul sebuah rasa aneh dalam hati, sebuah rasa tak terdefinisikan yang terkadang mampu membuat mata berkaca-kaca dan berkata,
“subhanallah, ini tasku ketika aku masih sangat kecil”
membayangkan pertama kali memegang tas ini pasti tangan ku 3 kali lebih kecil dari sekarang, membayangkan pertama kali memegang tas ini pasti aku sangat girang.
Entahlah, aku menyebutnya masterpiece hidupku, (walau sebenarnya arti dari masterpiece adalah karya agung).

Satu lagi benda dari masa kecil yang hingga sekarang masih kuagung-agungkan dan aah, aku tak dapat jauh darinya walaupun hanya semalam.

Selimut kucel.

adalah sebuah potongan sarung yang tinggal setengah yang jujur tidurku tak akan nyenyak tanpa selimut kucelku satu itu. Sejarahnya, sarung itu adalah milik mas ku nomer 2, kala itu mungkin aku berusia 2-3 tahun disaat mas-ku harus meninggalkan rumah untuk study ke Malang, mungkin karena naluri adek perempuan yang ditinggal kedua kakak-nya merantau (setelah mas-ku pertama yang lebih dulu berangkat merantau ke Malaysia) jadilah barang peninggalan masku ku pakai agar tidak lagi merasa rindu, dan hingga sekarang selimut itu masih menemaniku dalam setiap malamku.

Aah, mempunyai sebuah barang dari masa lalu, jauh dari masa lalu akan selalu menciptakan perasaan tersendiri yang istilahnya belum terdeteksi oleh KBBI, atau mungkin kamu tau??

verily, in our life we do have a history which maybe can inspire others and something which can recall back our memories..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s