Religiusitas Madura dari “Talango” hingga Mertajasah

Sebuah perjalanan spiritual yang membuat diri mendapatkan hakekat kehidupan bahwa, seperti bumi yang terus berputar seperti itu pula-lah kehidupan.. Sekarang mata kita-lah yang menyaksikan setiap nama-nama terdahulu kita yang terukir di batu-batu nisan, dan suatu saat nanti pasti berganti nama kita di batu nisan yang akan dibaca oleh generasi setelah kita. Dan itu pasti..” Tutut Indah Widyawati

Talango

Talango

Sudah kesekian kalinya melakukan sebuah perjalanan spiritual namun menurutku kali ini begitu berarti. Sungguh rasanya seperti melakukan sebuah perjalanan yang sangat jauuh sekali karena kalimat yang kubuat sendiri, “dari ujung timur Madura ke barat Madura.” Keliling 1 pulau!! Aah, hebat sekali rasanya. Walaupun ini kali kedua namun lebih berkesan karena kali pertama keliling Madura dulu ketika masih SD jadi kenangan yang ada sudah samar.

Mengunjungi tempat demi tempat jadi semacam flash back walaupun ada beberapa yang sudah berubah total hingga tempat tersebut jadi semaca tempat baru buatku. Yap, sebenarnya ini adalah perjalanan wisata religi Jawa Timur dan Madura, (walaupun dalam peta Madura itu masih jawa timur namun entah kenapa judul perjalanan kemarin seperti itu), namun akan kuceritakan kesan saat berkeliling Madura karena sebagian wisata religi di Jawa Timur yang kukunjungi kemarin sudah pernah terposting sebelumnya.

Ohiya, jujur, kemarin adalah kali pertama pergi ke Madura melewati Jembatan Suramadu yang megah itu. Selama ini jika ke Madura kupilih dengan naik kapal penyebrangan atau ferry karena sensasinya akan lain daripada hanya melewati sebuah jembatan, pikirku. Namun ternyata melintasi jembatan yang membelah selat itu luar biasa!! Seperti terbang diatas laut yang tak usai.

Hari sudah gelap saat menyebrang, membuat laut menjadi sebuah cermin raksasa yang memantulkan cahaya lampu-lampu kapal-kapal yang melintas dan juga lampu-lampu pesisir pantai. Lampu sisi kanan kiri jalan yang bila dilihat kedepan seperti kerucut yang semakin keujung semakin membuka. Aah, sungguh sangat indah!! Apalagi lampu warna-warni ditengah jembatan yang cahayanya.. aah, sudahlah, pengalaman sendiri akan lebih berkesan daripada hanya sekedar cerita.

Setelah melewati jalan yang panjang setelah Jembatan aku berada di pulau lain yakni Madura dengan kota pertamanya Bangkalan. Masuk bangkalan, terdapat 2 sign yang menunjukkan Bangkalan belok kiri, Sampang belok kanan dan ternyata laju kendaraan pun melilih berbelok ke kiri, tentu saja karena we went straight to Batu Ampar in Sumenep.
Selama kurang lebih 4 jam perjalanan tak dapat mata ini terpejam karena wow, the bumpy road all the way!! Jalanan sepi dengan diapit mungkin hehutanan di samping kanan-kiri, sesekali rumah, dan karena it was almost midnight jadilah tak banyak kendaraan yang lalu lalang maka dari itu kendaraan pun bisa melaju lumaya kencang yang membuat penumpang serasa sedang menaiki roller coaster. Miring sana miring sini, lompat kanan lompat kiri, but that was amazing!! Menyaksikan jalanan berkelok dengan kabut yang mengaburkan cahaya-cahaya lampu kuning disepanjang jalan, atau sesekali gelap gulita yang membuat kendaraan sesekali menggunakan lampu dim-nya, dalam hati pun aku berteriak, “Ooh ini sampang..”

Aku pun berusaha untuk mulai memejamkan mata, Oo please there will be a long journey for tomorrow, dan aku pun terjaga menyaksikan malam di Sampang. Oiya, setelah polres Sampang terdapat sebuah jembatan kecil yang tiba-tiba aku terbelalak melihatnya, jembatan kecil dengan hiasan lampu warna warni yang begitu rapih dan beberapa meter setelah jembatan itu barulah kendaraan belok ke kiri setelah menempuh jalan yang lurus setelah belokan pertama di Suramadu.
Perjalanan berlanjut dan sekitar pukul 02.00am sampailah di Batu Ampar. Langit banyak bintang dengan view pemandangan perbukitan yang indah. Setelah selesai berdzikir, melantunkan tahlil dan berdoa perjalanan pun dilanjutkan ke Kalianget untuk selanjutnya menyebrang ke Talango, Pulau Puteran. Pagi itu begitu istimewa dengan moment yang sangat pas karena ketika mau menyebrang fajar pun perlahan menyingsing. Subhanallah, fajar yang indah di ujung timur Madura.

Fajar di ujung timur Madura, Talango

Fajar di ujung timur Madura, Talango

Turun dari kapal penyebrangan yang kapalnya lebih kecil daripada kapal-kapal penyebrangan Kamal-Perak aku pun disambut oleh BeNtor atau Becak Montor dengan tarif hanya Rp.5000/ dua orang untuk selanjutnya menuju Makam Syaikh Yusuf. Sebuah makam yang ditemukan oleh Sri Sultan Abdurrahman yang ceritanya ketika beliau ingin pergi ke pulau Bali dengan menggunakan perahu, perahu tersebut stuck di tengah laut dan berputar-berputar tanpa henti. Lalu beliau pun berdoa kepada Allah agar diberi petunjuk atas apa yang sedang terjadi lalu berlabuhlah Sri Sultan ke sebuah Pulau, yang sekarang ini dinamakan Pulau Puteran, dan menemukan sebuah makam tua yang dengan petunjuk dari Allah, jatuhlah sebuah daun yang bertuliskan Syaikh Yusuf, yang akhirnya Sri Sultan Abdurrahman jadi tau bahwa itu adalah makam syaikh Yusuf. Lalu beliau pun melanjutkan perjalanan menuju bali dan sebelum itu Sri Sultan Abdurrahman menancapkan sebuah tongkat sebagai tanda. Dan subhanallah, tongkat itu pun sekarang masih ada menjadi sebuah pohon besar di dekat makam syaikh Yusuf.

Setelah selesai mengirim doa di makam Syaikh Yusuf, kami pun kembali ke Pulau Madura lagi untuk melanjutkan perjalanan ke Asta Tinggi yang berjarak kurang lebih setengah jam dari Pelabuhan Kalianget.

bersambung ke – Asta Tinggi, simbol dari kejayaan raja Madura..

3 thoughts on “Religiusitas Madura dari “Talango” hingga Mertajasah

  1. Pingback: Religiusitas Madura dari Talango hingga ‘Mertajasah’ | we wee world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s