Religiusitas Madura dari Talango hingga ‘Mertajasah’


Kekaromahan seorang waliyullah akan terlihat dari bagaimana generasi berikutnya menghargainya, Masjid Syaichona Moch. Kholil inilah merupakan sebuah bukti bagaimana Mbah Kholil begitu berpengaruh terhadap Islam di Madura.. – @tiwwiDy

Masjid Syaichona Moch. Kholil, Mertajasah, Bangkalan

Masjid Syaichona Moch. Kholil, Mertajasah, Bangkalan

Dari Kebonagung langsung beranjak ke arosbaya dan terakhir Mertajasah. Entahlah, aku merasa lucu mendengar nama-nama kota itu, mungkin karena telinga jawaku yang belum familiar dengan nama-nama itu. Perjalanan dari kebonagung hingga Arosbaya tertempuh selama kurang lebih 4 jam yang sebagian perjalanan kuhabiskan untuk memejamkan mata karena malam sebelumnya hanya tidur kurang dari 2 jam. Alhamdulillah banget, ketika terbangun bertepatan sampai di alun-alun pamekasan yang dari jauh terlihat Masjid Agung Pamekasan, dan bangun lagi sudah sampai Sampang di km 79 menuju Bangkalan yang seketika aku tersihir dengan pemandangan laut biru yang tenang bersandingan langsung dengan jalan raya. Subhanallah serius Indah banget!! Hamparan pesisir biru yang tak habis hingga berkilo-kilo meter.

Terdapat sebuah hal yang menarik kutemukan di Sampang yaitu di sepanjang jalan raya Sampang sebelah kiri setiap kurang lebih kira-kira 100 meter-an terdapat sebuah papan bertuliskan asmaul husna ditulis dalam huruf arab beserta artinya. Subhanallah, sepertinya sangat tepat rasanya judul postinganku ini, Religiusitas Madura dari Talango hingga Mertajasah, dari ujung timur hingga ujung barat yang kuat.

Memasuki Bangkalan kami pun langsung menuju arosbaya. Ada kesimpulan unik tentang Madura menurutku, masyarakat madura itu sangat mengagungkan Masjid, terbukti setiap masjid yang kutemui selalu dibangun dengan megahnya. Kutemukan fakta itu di sepanjang jalan arosbaya yang lurus setelah belokan setelah pasar hingga belokan diujung jalan. Disepanjang jalan arosbaya kuhitung ada 6 Masjid besar nan megah di kiri jalan dengan design arsitektur yang memukau yang siapapun yang lewat pasti secara naluri langsung menoleh melihat karena kemegahannya. Namun sayangnya tak sempat kuabadikan satu-satu dan membaca nama masjid-masjid tersebut. Dari keenam masjid tersebut yang paling megah dan arsitekturnya paling subhanallah itu masjid ke 6 dekat dengan Pom Bensin. I wish i could know the name!! Seperti istana dengan menara yang menjulang tinggi yang dari kejauhan sudah terlihat.

Lanjut ke aer mata, sebuah makam dari batu putih dengan ukiran yang begitu detail, sayang tak bisa kuabadikan karena padatnya peziarah. Perjalanan berlanjut menuju makam Syaichona Moch. Kholil dengan masjid yang katanya indah itu. Yaah, for your information, terakhir kesana ketika masih SD dan belum ada masjid semegah itu. Dari arosbaya tadi entah belokan-belokan lewat mana lalu sampailah pada sebuah jalan yang sepertinya aku tak asing lagi, dan benar ternyata sudah sampai di sekitar alun-alun bangkalan, sebuah tempat dimana aku dan Silviana peenah terkatung-katung tak bertuan disana tahun lalu, hahaa.. Dulu ketika ke Madura dengan Silvi, dijalan kami berencana kalau malam tak dapat penginapan akan menginap di Mbah Kholil seperti dulu pernah menginap disana, but we have no idea about the way to there. Dan ternyata eh ternyata, dari Masjid Agung Bangkalan tidaklah terlalu jauh dari Makam Mbah Kholil, hanya sekitar 8 menit saja sudah sampai.

Memasuki pelataran Pondok Pesantren Syaichona Moch. Kholil langsung disambut bangunan Masjid yang megah dengan warna emasnya. Dalam hati, “Ooh ini Masjid itu..” Langsung menuju tempat parkir luas dan gersang. Disebelah timur parkir kendaraan terdapat sepetak kios-kios kecil yang menjual souvenir-souvenir khas Madura.

Masjid Mbah Kholil Bangkalan

Masjid Mbah Kholil Bangkalan

Masjid Syaichona Moch. Kholil, Bangkalan, Madura

Masjid Syaichona Moch. Kholil, Bangkalan, Madura

Mendekat ke Masjid Syaichona Kholil, terlihat dua menara utama yang menjulang tinggi. Masuk lewat timur selatan masjid langsung tersambut dengan sisi selatan bagian masjid dengan dominasi warna coklat marmer berhiaskan kaligrafi dari ayat-ayat Al-Qur’an diantaranya surat Ali Imran, Ar-Rahman, dll. Subhanallah, detailnya itu yang sungguh luar biasa. Disetiap lengkungan yang diapit dua tiang di atasnya terdapat tulisan “Allah” yang dibawahnya bertuliskan kalimat syahadat. Kuperhatikan diseluruh atas lengkungan selalu terdapat semacam itu. Menuju ke utara masjid dibuat terpukau lagi dengan pintu utama masuk masjid yang lagi-lagi dihias dengan kaligrafi berlatar hijau. Masuk Masjid, aah, Maha Suci Allah, dinding diatas mihrab full dengan kaligrafi indah berwarna emas dengan kombinasi background hitam yang membuat warna emas semakin terpancar. Aah, sungguh speechless seketika kalau harus menceritakan suasana dalam masjid karena baru kutemui masjid dengan detail rumit yang memukau. Naah, ternyata makam Mbah Kholil ada di sisi kanan mihrab, namun tak sempat mendekat karena penuhnya peziarah.

Sungguh, Madura bukanlah tentang kerapan sapi, pulau garam atau caroknya saja, namun lebih dari itu Madura adalah sebuah daerah yang mempunyai cirri religiusitas tersendiri.

cerita sebelumnya, Religiusitas Madura dari “Talango” hingga Mertajasah dan Asta Tinggi, simbol dari kejayaan raja Madura..

3 thoughts on “Religiusitas Madura dari Talango hingga ‘Mertajasah’

  1. Pingback: Asta Tinggi, simbol dari kejayaan raja Madura | we wee world

  2. arosbaya, talango, mertajasah…
    mendengar nama2 daerah yang asing seperti ini, rasanya kurang percaya jika tempat2 ini hanya berjarak sekian jam dari jawa.

    tulisannya ngalir dek, enak dibaca. selamaaaat😀

    tinggal kakak nih yang belum ngelanjutin tulisan jalan2 ke negeri gajah september silam. hehe

  3. Wah, keren tulisannya. Font-nya kurang besar dikit, harus mendekat ke monitor bacanya. hehehe…

    Oiya, masjid keren di Arosbaya itu salah satunya adalah punya jutawan Arosbaya namanya Bahar. Bahkan masjidnya lebih dikenal sebagai Masjid Bahar, meski nama aslinya bukan itu.

    Arosbaya memang banyak orang kayanya, sih. rata-rata pelancong semua.. :))

    Ditunggu kunjungan baliknya, yaaa.!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s