Al-Munawwar, Masjid Agung Tulung Agung

Masjid Al-Munawwar, Masjid Agung Tulung Agung..

Masjid Al-Munawwar, Masjid Agung TulungAgung

Masjid Al-Munawwar, Masjid Agung TulungAgung

Setiap Masjid Agung dari sebuah kota selalu dibangun didekat alun-alun kota, sempat kubertanya kenapa dan kudapat jawaban sebelum aku menjawabnya, mungkin agar manusia sadar bahwa di dunia bukanlah untuk senang-senang saja namun juga untuk beribadah kepada-Nya, naah itulah filosofi yang kudapatkan dari mengamati setiap Masjid Agung yang dibangun berdampingan dengan alun-alun kota.

Alhamdulillah sudah lumayan ada beberapa kota yang sudah kukunjungi Masjid Agungnya yang semuanya mempunyai ciri sendiri dan kemegahan tersendiri. Dan kali ini terbahas tentang Masjid Agung Tulung Agung, Masjid Al-Munawar.
Inilah yang beda dari Masjid ini, mempunyai nama sendiri selain julukannya sebagai Masjid Agung yaitu Al-Munawar. Dari beberapa Masjid Agung yang sudah kukunjungi kebanyakan menggunakan nama Masjid Agung atau Masjid Jami’ dan langsung menyebutkan nama kotanya.

Masjid ini terletak di sebelah timur alun-alun Tulung Agung dan bersebrangan dengan Kantor Pos Tulung Agung. Suasana yang rindang langsung menyambut pengunjung disekitar Masjid Agung dengan menaranya yang menjulang tinggi dilengkapi dengan beberapa TOA diatas sehingga ketika adzan berkumandang akan menggema di seantero kota Tulung Agung.
Memasuki pelataran Masjid akan disambut dengan serambi depan yang mempunyai langit-langit berhiaskan bentuk delapan arah mata angin yang bertingkat dengan hijau dan putih sebagai dominasi warnanya, dan bentuk itulah yang menjadi ciri
Masjid Agung Tulung Agung ini.

Interior Masjid Al-Munawar Tulung Agung

Interior Masjid Al-Munawar Tulung Agung

Memasuki Masjid langusng disambut semerbak bau wangi diseluruh sudut ruangan Masjid menjadikan Masjid ini mempunyai kesan damai dan nyaman dengan hawa dingin yang sepoi-sepoi dari lubang-lubang udara pada dinding masjid.
Masjid ini mempunyai dua lantai, lantai dasar sebagai tempat sholat yang terbagi menjadi dua tak sama besar untuk jemaah laki-laki dan perempuan serta satu mihrab yang diapit oleh dua jam dinding klasik. Untuk lantai atas ditengah-tengahnya terdapat miniature ka’bah yang menurutku di sini tempat untuk latihan manasik haji dan di tembok sebelah utara terdapat sebuah poster besar Masjidil Haram. Subhanallah. Dari lantai dua ini dapat kita lihat lantai dasar tempat sholat dan juga serambi utama luar masjid.

Tempat wudhu-nya pun sangat unik dan sangat bersih yang terbuat dari batu-batuan hitam yang disusun rapi dengan
lantainya yang berbatu dibiarkan berserakan namun justru memperlihatkan keartistikannya.

Sungguh, Masjid ini walaupun tak seluas masjid-masjid agung lain yang pernah kudatangi seperti Masjid Agung Malang, Masjid Agung Kediri, Masjid Agung Gresik, dll, namun sangat berkesan bagiku karena kebersihannya yang sangat dijaga dan menerapkan sebuah hadist .. النظافة من الإيمان.. “kebersihan adalah sebagian dari Iman..”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s