Berbatik, segala tentang Batik


Batik, dengan segala proses panjang dalam pengerjaannya, mengandung sebuah ciri diri karena terdapat sebuah bentuk kontemplasi atas kesabaran, kelembutan, imajinasi, tenang dalam hidup dan ketegasan dalam setiap pengambilan keputusan.. ̶̶ Tutut Indah Widyawati

Berbatik

Berbatik

Batik, bila kita berbincang tentang Batik pasti akan tertuju pada segala baju dengan motif tradisional dengan warna-warna yang cenderung pekat, gelap dan tua. Begitulah penggambaran awam tentang Batik selama ini, namun sekarang aku tau bahwa, Batik tidaklah se-simple itu.

Ketauanku bermula saat aku mengikuti Kelas Batik di Bantul Yogyakarta selama 1 minggu karena mendapat tugas dari Kabupaten Kediri untuk belajar Batik disana, aah betapa aku merasa beruntung bisa mengenal Batik lebih dalam dan banyak pelajaran yang kudapat selama berproses dengan Batik.

“Apa itu Batik?”

Jawaban demi jawaban awam pun kupikirkan dalam mendefinisikan Batik, namun setelah membuat Batik dengan tangan sendiri, jawaban yang pernah kulontarkan adalah kurang tepat bila melihat definisi hakiki dari Batik itu sendiri. Batik bukanlah hanya mengacu pada motif saja, bahkan kain polos itu telah bisa disebut Batik.

Definisi Batik sebenarnya adalah terletak pada prosesnya. Bahkan ketika Indonesia mendaftarkan Batik ke UNESCO dengan wacana Batik adalah warisan budaya asli Indonesia, yang dilindungi bukanlah Batiknya namun prosesnya. Batik yang asli adalah seperti dua mata koin salah cetak yang keduanya adalah bergambar sama, motif dari sisi luar dan dalam adalah sama hanya motif dalam akan terlihat seperti ketika kita mencerminkannya. That’s the original Batik.

Batik yang asli memperlukan proses yang panjang dalam penciptaannya, dari mulai mempersiapkan kain, mendesign motif, menyanting, mewarna, menembok, mewarna lagi hingga ngorot. Kain yang digunakan bukanlah kain yang sembarangan, dan yang dapat digunakan untuk memBatik antara lain seperti mori, blaco, sutra,dan lain-lain. Setelah mempersiapkan kain, mulai lah sebuah proses membuat pola dan design motif yang nantinya dari motif itu akan diketahui asli pola dari Batik tersebut karena masing-masing daerah mempunyai ciri khas tersendiri untuk motif Batiknya, seperti Batik pekalongan yang cenderung kaya warna, Batik jogja yang cenderung berwarna gelap dan terkenal dengan sagon-nya, Batik Madura dengan motif serat-nya, Batik Lasem yang kalem dan lain-lain.

pencantingan batik

pencantingan batik

pengecapan batik

pengecapan batik

Setelah memikirkan tentang pola, proses selajutnya adalah proses menyanting. Sebelum menyanting, terlebih harus tau dulu apa saja peralatan untuk menyanting yaitu canting itu sendiri dengan cucuk yang berbeda ukuran satu dengan lainnya. Dari apa yang sudah kujalani dalam proses menyanting, kudapati sebuah definisi sederhana dari menyanting, yaitu membuat pola agar menjadi nyata. Menyanting juga berfungsi sebagai penyekat pola satu dengan pola yang lain. Mencanting juga dapat bermakna sebagai pembatas warna. Dan lain-lain yang ketika melakukan proses menyanting, kutemui banyak kata-kata untuk mendefinisikannya. Isi canting adalah lilin atau malam yang bertugas sebagai penghalang warna saat pewarnaan dan juga mempertahankan warna. Proses menyanting pun ada yang bernama ceceg, garis dan juga tembok, namun aku lupa dengan istilah nama-nama cantingnya.

PemBatik-pemBatik tradisional pasti akan memakai canting biasa dengan malam yang dimasak dalam wajan kecil, namun aku juga mempunyai canting elektronik yang kudapat dari salah satu dosen seni Universitas swasta di Surabaya. Memakai canting elektronik lebih simple lebih cepat dan lebih mudah dibanding canting tradisional yang pasti kita harus meniupnya terlebih dahulu untuk menstabilkan suhu malam dan harus berhati-hati karena panas dari titanium-nya bisa melepuhkan tangan dengan penggunaan lama.

proses pewarnaan batik

proses pewarnaan batik

Saat pewarnaan, disinilah sebenarnya nilai dari Batik akan ditentukan. Pewarnaan ada dua macam. Mewarna dengan warna alami yang berasal dari alam dan pewarnaan dari bahan-bahan kimia dengan takaran dan komposisi yang harus presisi. Menurutku, proses pewarnaan inilah kusebut sebagai proses yang paling rumit karena kita harus tau perpaduan antara komposisi bahan larutan satu dan dua. Jika beda komposisi akan berbeda juga warnanya. Proses pewarnaannya sendiri sejauh yang kupelajari ada dua, yaitu dengan cara colet dan juga celup. Colet adalah mewarna seperti kita sedang melukis, bila celup maka kain kita celupkan seluruhnya ke pewarna menggunakan zat warna Indigosol, Naphtol atau Indanthreen.

Proses selanjutnya adalah nge-block atau nembok, yaitu bila kita menginginkan warna lain pada motif Batik, menemboknya pun tetap dengan malam dan menggunakan canting dengan cucuk yang lebih besar. Setelah itu dicelup lagi pada larutan lain dengan komposisi yang berbeda dan tentunya dengan warna yang lebih gelap dengan warna awal. Setelah mendapatkan warna yang diinginkan tibalah proses terakhir yaitu nglorot. Proses ini adalah sebuah proses untuk menghilangkan malam atau lilin dengan kain dengan cara merebus kain dalam air mendidih.

Setelah melewati proses yang panjang, jadilah kain yang tadinya hanya kain putih bersih menjadi kain Batik yang sungguh ketika kau melihat hasilnya my heart feels weird inside knowing that’s my hand made and it’s an Indonesian heritage!!

Batik kini tak lagi menjadi sesuatu yang kuno dengan adanya berbagai inovasi dalam motif, warna serta cara pengenalan Batik ke masyarakat sehingga Batik pun menjadi sebuah fashion yang banyak diminati dan dicari. Apalagi dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat proses pemasaran Batik melalui media online adalah terobosan yang paling inovatif, salah satunya adalah BerBatik.com yang menjadi Toko Batik pertama di Indonesia yang meng-online-kan Butik Batiknya sehingga kini belanja Batik bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja dengan mudah melalui Batik online BerBatik.com.

Berbatik.com

Berbatik.com


Batik, ..

Sebuah kain yang kedua sisinya harus sama indahnya, karena dua sisi Batik adalah satu kesatuan yang bila salah satu tak tampak maka bisa jadi namanya bukan lagi Batik namun hanya kain bermotif saja..

Filosofi itulah yang memberi saya inspirasi untuk menyusun kalimat bahwa, orang hidup harus mengindahkan kedua sisi esensi manusia yaitu jiwa dan raga karena keduanya merupakan sebuah kesatuan yang tak dapat terpisahkan.. – Tutut Indah Widyawati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s