Taliwang, secuil rasa Lombok di pojok Kediri

“Kuliner bukan hanya tentang makanan atau minuman saja, namun lebih kepada identitas sebuah daerah. Seperti Ayam Bakar Taliwang, kuliner khas Lombok yang kini ada di Kediri.”

Sekian lama sudah ngidam yang namanya Ayam Bakar Taliwang yang dulu pertama kali kusaksikan di salah satu program wisata kuliner di televisi, dan Alhamdulillah kemarin, tepat di hari istimewaku kurayakan di warung Ayam Bakar Taliwang Lombok yang ada di pojok jalan timur Monumen Simpang 5 Gumul. Kiri jalan di Jalan Raya arah menuju kota Pare.

Warung Taliwang Lombok di Kediri

Warung Taliwang Lombok di Kediri


suasana Warung Ayam Bakar Taliwang timur Simpang 5 Gumul

suasana Warung Ayam Bakar Taliwang timur Simpang 5 Gumul

Warung yang masih terletak didalam CBD (Central Business District) Simpang 5 Gumul ini didesign dengan kombinasi adat Lombok, Bali dan Jawa. Adat Lombok terlihat dari pemakaian alang-alang pada atap warungnya, walaupun atapnya tak dibentuk seperti rumah adat sasak di Lombok. Adat Bali yang terlihat dari gapura yang dibangun sebagai pintu masuk ke warung ini dan juga payung “pajeng” yaitu payung bertumpuk yang biasanya dipajang didepan Pura. Adat Jawa yang terlihat dari bentuk atap dalam warungnya seperti rumah joglo dan juga tembok yang terbuat dari anyaman bambu atau dalam bahasa Jawa disebut “gedhek”.

Ayam Bakar Taliwang Madu dan Ayam Goreng Rempah

Ayam Bakar Taliwang Madu dan Ayam Goreng Rempah

Menu di Warung Ayam Bakar Taliwang ini sangat beragam, walaupun judulnya Ayam Bakar Taliwang Lombok namun menu yang disajikan tidak hanya masakan dari Lombok saja. Terdapat beberapa menu lain khas bali seperti Ayam Betutu. Dan pada saat itu saya memesan Ayam Bakar Taliwang Madu dan Ayam Goreng Rempah yang mbak waitress-nya bilang itu menu baru di Warung Ayam Bakar Taliwang. Ayam Bakar Taliwang Madu tersajikan dengan 3 macam sambal, yaitu sambal bajak, sambal terong bundar mentah dan sambal terasi taliwang yang masing-masing disajikan di piring berbeda dengan rasa yang juga berbeda.

Untuk minumnya saya memesan teh hangat yang disajikan dalam gelas unik nan besar seperti mangkuk namun berbentuk cangkir. Dalam menu sempat saya baca terdapat juga menu ringan seperti roti bakar.

Walaupun Ayam Bakar Taliwang bukan menu asli khas Kediri, namun keberadaan warung ini telah menambah kekayaan kuliner nusantara di kota kecilku, Kediri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s