Ensiklopedia Islam “Masjid”

Visiting mosques around the world, that’s my big dream. Yes, It sounds like a weird dream but I really want to chase it. And this is one way of me to fulfil my passion about mosques, by reading some books about the history of mosques which I took from “Ensiklopedia Islam”. And here are what I got from that book.

Blue Mosque, Istanbul, Turkey (Pinterest)

Blue Mosque, Istanbul, Turkey (Pinterest)

Masjid (tempat bersujud atau menyembah dalam bahasa arab) adalah jantung setiap masyarakat Islam. Kaum Muslim mengekspresikan keimanan mereka pada arsitektur masjid. Ciri utama arsitektur masjid antara lain ‘mushallah’ atau ruang shalat, kubah diatas mushallah dan menara (minaret) atau tempat adzan. Bentuk masjid paling awal adalah kawasan persegi berkeliling tembok dengan ruang shalat beratap datar dan pekarangannya terbuka. Masjid-Masjid pertama yang didirikan oleh Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa Sallam, Masjid Quba diluar Madinah dan Masjid Nabawi di Madinah sendiri barangkalai aslinya berbentuk seperti itu. Masjid-masjid sederhana seperti itu mudah dibangun dan bila iklim hangat banyak jamaah yang bisa shalat di pekarangan terbuka. Pada awalnya masjid tidak ada kubah atau menara. Adzan, panggilan shalat bisa dilakukan dari atap yang datar atau barangkali oleh orang yang berjalan menyusuri jalan.

Kubah..

Diadaptasi oleh arsitektur Persia dan dari Basilika Ortodoks. Kubah menjadikan masjid tampak megah dan gagah, sekaligus menjadikan akustik yang bagus untuk ruang shalat dibawah. Bangunan religious Islam yang pertama kali dibangun dengan kubah antara lain Qubbat As-Sakhrah di Jerusalem.
Kubah banyak digunakan dalam bentuk masjid tipikal Iran, dengan satu atau lebih aula berkubah disebut Iwan, ditata mengelilingi pekarangan tengah yang digunakan. Sebagai tempat shalat Iwan barangkali terbuka disatu sisi dan menghadap langsung kepekarangan. Bani Umayah membangun masjid-masjid berkubah yang sangat megah, terkadang dalam satu kubah tengah diatas ruang shalat dan beberapa kubah kecil disekelilingnya.

Menara..

Menara-menara pertama dibangun oleh khalifah Umayah, Muawiyah I di Damaskus pada tahun 673. Pada tahun 703 Imam bin Abdul Aziz membangun 4 menara di Majid Nabawi, Madinah, dengan masing-masing setinggi 9 meter. Menara-menara tersebut dibangun untuk menandai posisi masjid karena bisa dilihat dari berpuluh-puluh meter jauhnya dan ukurannya yang besar itu dirancang untuk menimbulkan ilham dan kesan. Guna lain adalah sebagai tempat tinggi dimana muadzin bisa mengumandangkan panggilan shalat.

Sultan Ahmed Mosque, Istanbul (Pinterest)

Sultan Ahmed Mosque, Istanbul (Pinterest)

Sejumlah menara awal juga digunakan sebagai menara penjaga. Ditempat-tempat lain misalnya Qutb Minar di Delhi menara berperan ganda sebagai tiang kemenangan, penanda penakhlukan militer. Kegunaan praktis lain yang amat penting mengingat masjid-masjid ini dibangun di negeri-negeri beriklim panas adalah menara pendingin. Udara yang mengalir ke dalam mushallah dibawah kubah akan tertarik oleh konveksi alami keatas menara. Pada masa kini adzan dikumandangkan di ruang shalat dengan mikrofon dan pengeras suara, dan menara hanya berperan simbolik. Namun sebagai pernyataan kejayaan Islam dan aspirasi serta iman kaum muslim, menara-menara modern seringkali dibangun menjulang amat tinggi. Menara masjid tertinggi di dunia ada di Masjid Hassan II di Casablanca, Maroko setinggi 210 meter.

Gaya menara..

Berbagai gaya menara dikembangkan selama berabad-abad. Masjid Agung yang dibangun oleh Khalifah Abbasiyah, Al-Mutawakkul pada tahun 849-852 memiliki kerucut berdasar persegi setinggi 52 meter dengan tangga spiral lebar mengelilingi dibagian luar menara. Menara kerucut dengan tangga spiral disebekah luar menjadi bentuk khas Irak, Di Turki, menara biasanya langsing dan melingkar, dan seringkali dibangun dalam jumlah banyak sampai enam tergantung ukuran masjid. Contoh yang dibangun adalah keenam menara Masjid Sultan Ahmed yang dikenal juga sebagai Masjid Biru. Salah satu masjid paling indah diantara semua masjid di Istanbul. Dibangun oleh Sultan Utsmaniyah Ahmed I (1603-1617). Pilihan lain adalah membangun menara kembar yang menjadi gerbang masuk seperti masjid Al-Hakim Kairo.

Interior Design of Blue Mosque, Istanbul (Pinterest)

Interior Design of Blue Mosque, Istanbul (Pinterest)

Dekorasi..

Masjid seringkali dihiasi dekorasi cantik disebelah dalam maupun luar. Karena tak membolehkan citra makhluk hidup, para seniman mengembangkan bentuk dekorasi berdasarkan pola bunga dan berbagai bentuk geometri. Ornamen geometric berulang-ulang yang seringkali ditemukan di dinding-dinding masjid. []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s