Changing, as long as i have my own room

Life has changed its beauty all the time. Kalimat itulah yang selalu berhasil mengingatkanku akan perlunya sebuah perubahan. Hidup merubah keindahannya setiap saat. Alam pun juga berubah disetiap harinya dengan kejadian alam yang pasti terjadi yakni rotasi bumi. Manusia juga berubah dan tak ada satupun manusia yang statis. Nah, kalau manusia adalah makhluk statis, lantas apa iya lingkungan sekitar manusia harus dinamis? Of course it’s also need some changes. Dan hal itulah yang sebenarnya menginspirasiku untuk melakukan perubahan sekecilpun dalam diri maupun keadaan sekitar. Pastinya it changes for good. That’s what I did with my room as long as I have my own room.

Terawali dari pemetaan rumah dulu, rumah Bapakku terdiri dari 6 kamar, 2 darinya adalah storage dan musholla sisanya kamar tidur. Dulu ketika anak Bapak masih berkumpul 4, kamar depan sendiri dihuni oleh masku yang pertama, kamar kedua adalah kamar mas keduaku dan kamar ketiga buat mbakku. Dan kamar terakhir yang tempatnya tak sejajar dengan ketiga kamar tersebut adalah kamar Bapak Ibuk dan juga nyempil aku yang masih kecil. Setelah semua kakakku menikah dan mempunyai rumah sendiri tinggallah aku seperti anak tunggal di rumah. Dulu rumah terasa begitu sempitnya, sekarang terasa sangat begitu luasnya.

Sebenarnya, aku sudah mulai punya kamar sendiri saat SD, saat kedua masku harus merantau meninggalkan rumah. Aku sengaja dibuatkan kamar agar mau tidur sendiri dan tidak terusan tidur dengan Bapak Ibuk yang kadang Bapak terpaksa harus tidur di musholla atau kamar lain karena sudah tidak cukup. Berkali mencoba, berkali pula malam-malam aku harus kembali ke kamar ibukku. Hahaa.. Penakut? Hmmmm, lebih kepada ‘mbok-mbok-en’ sih, namun iya juga karena aku paling takut kalau malam hari harus mendengarkan bunyi burung hantu.

Semenjak punya kamar sendiri, kalau tidak salah ingat sudah 8 kali pindah posisi kamar dengan gaya yang berbeda disetiap posisinya. Entahlah, mungkin karena aku dulu pernah bercita-cita sebagai arsitek, dengan pikiran karena aku pandai menggambar, selalu dapat nilai bagus disetiap pelajaran kesenian dan pernah diikut sertakan dalam lomba menggambar tingkat kecamatan. Hahaa, it’s not enough apparently, jadilah cita-cita yang terpendam itu menjadikanku banyak bereksperimen dengan lingkungan sekitarku. Taman, kamar, rumah boneka didalam lemari, tata letak kaset kesayangan, baju-baju, mungkin itu yang sering kena perubahan. Apapun kuubah semauku, seseleraku, seartistik mungkin berdasarkan feelingku.

my 2009 room

my 2009 room

Diatas adalah foto kamarku sekitar tahun 2009, sayangnya kamar modifikasi sebelum-sebelumnya tak terdokumentasikan dan sebagian hilang karena file corrupted pada burning-an CD, what a pity. Kalau tidak salah ingat, ini adalah modisikasi ke 5 di kamar Ibukku dulunya. Korden putih dengan hijau sebagai pinggirnya ini sebenarnya adalah kain baju seragam SMP-ku yang tidak terpakai karena jenis kainnya beda, dan taraa!! Jadilah sebuah korden cantik yang pinggirnya kupermanis dengan tali –talian kain jilbab mbakku yang kuguntingi kecil-kecil. Bedcover sapi yang kubeli dari Bali, Rak rotan kecil lungsuran dari kost-kost-an mbakku jaman ia SMA sulu, jam dari Bapak, lampu dinding impor dari Malaysia yang masih menjadi pijar di dinding kamarku hingga sekarang. Naah, cat temboknya ini yang tidak biasa. Bagian bawah aku cat dengan warna biru langit dan setengah atas putih dengan bola-bola biru random. Yeah, I like blue and green, maka dari itu konsep kamarku awal tahun 2009 ini pun berdominasi warna biru dan hijau. Karena juga, warna hijau dan biru adalah dominasi warna di surga. My room, my paradise.

my brightly yellow room

my brightly yellow room

Sekitar 2 tahun yang lalu aku pindah kamar menuju kamar depan. Kali ini aku memilih warna kuning dan coklat untuk dominasi warna kamarku. Alasan lucunya adalah dari kecil sebenarnya aku suka warna kuning dan ketika SD sedang marak film power ranger, aku pun memilih jadi ranger kuning yang dulu bernama Ashley. Hahaa, subhanallah!

Lagi-lagi aku ingin yang beda, so I painted my west wall with my oil painter. Random saja sih gambarnya namun lumayan menambah kesan classic di kamarku. I love being classical.

Untuk korden, ini yang sebenarnya istimewa karena pertama kali beli kain sendiri, kujahit sendiri bahkan bamboo tempat tergantungnya korden aku gergaji sendiri, baru bapak yang berperan memasangkan kawat sandar ke temboknya. Pindahan waktu itu tidak ada furniture yang baru pada kamarku. Namun penataan yang beda membuat semuanya serasa baru. Nah, pas SMA dulu aku pernah minta Bapak membuatkan rak buku tidur untuk buku-bukuku dari kelas 1 sampai kelas 3, dan disini kumanfaatkanlagi sebagai rak buku berdiri yang tersandar di samping tempat tidur. Serasa baru, padahal rak buku yang sudah lama tak terpakai.

my recent room

my recent room

Beberapa waktu yang lalu, I want some changes again in my room. Kamarnya tetap namun penataannya yang dirubah. Meja belajar kesana, tempat tidur kesini dan almari baju tetap pada tempatnya. Yang beda kali ini adalah rak buku gantung baru handmade by my father and me!

Membuat sesuatu yang baru tidak perlu harus dengan sesuatu yang baru pula, percaya atau tidak, semua kayu yang digunakan untuk bookshelves ini adalah kayu bekas digudang. Dengan sulap tangan ajaib Bapakku jadilah rak buku yang keren ini sesuai dengan design yang kubuat. Yang beda lagi adalah tempat tidur yang dimodifikasi ulang. Tak terencana dan berubah karena bencana. Ceritanya adalah berawal dari perubahan posisi tempat tidur yang kutempatkan ditengah ruangan dan mengakibatkan ranjangnya hanya bersandar satu sisi daja dengan tembok, alhasil ranjang yang sudah turun temurun yang mungkin lebih tua dari usia mbah putriku ini pun reyot dan ‘njeplak’ salah satu sisinya. Hihii.. akhirnya diperbaiki di tempat las masku dan kuminta agar dipotong bagian atasnya agar mudah untuk lewat. Sekarang tempat tidurku seperti baru juga. Ajaib!

Perubahan akan membuat hidup terasa menarik dan tak monoton. Perubahan sekecil apapun pasti akan membawa dampak tersendiri selama itu baik. Perubahan itu tidak perlu banyak biaya, namun hanya perlu sedikit ide cemerlang untuk bagaimana merubah yang lama dan biasa menjadi sesuatu yang baru dan luar biasa.

One thought on “Changing, as long as i have my own room

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s