dahulunya dan sekarang, yang aku punya

In my confession I once told that I’m keeping person, I’m a collector. One of the things I collect was a diary book which I wrote everything there. And here they are.

Sebelum akhirnya punya kamar sendiri, aku suka menyimpan barang-barang kesukaan di almari ruang tamu tempat kakak-kakak menyimpan buku-buku mereka. Aku mengambil beberapa centi-space di dalam almari buku-buku tersebut untuk menyimpan koleksi barang-barangku. Masih kuingat, aku masih ingat aku mengoleksi pecahan kaca, bentuk kerang-kerangan, foto-foto westlife, kotak jajan, boneka hello kitty mini, kartu power ranger dari hadiah permen cecak, aksesoris dan buku diary. Namun semua koleksi tersebut sudah hilang seiring aku dewasa, hanya buku diary saja yang masih bertahan hingga sekarang dengan tulisan berbagai kenangan bersama seseorang.

Aku masih ingat, ketika aku menemukan pecahan kaca yang tidak biasa. Kaca yang lumayan tebal berbentuk trapesium yang kutemukan di jalan raya depan rumah. Saat itu, aku pun mengarang cerita, entah siapa yang berhasil percaya dengan cerita rekaanku saat itu. Ceritanya, aku menemukan pecahan kaca itu ketika berenang di sungai, dan aku pun harus terseret arus sungai dulu sebelum akhirnya mendapatkan kaca tersebut. Hahaa, benar-benar pencerita yang ulung.

Kerang-kerangan. Walau jauh dari laut bukan berarti susah untuk mendapatkan kerang untuk koleksiku, entah bagaimana namun aku selalu dapat menemukan yang lumayan bagus. Mulai dari ‘mrotolin’ hiasan kerang di rumah, mencari diantara pasir untuk membangun rumah, hingga mencari sendiri di sungai walau di sungai hanya ada sumpil dan kerang yang dapat membuka yang dlu kusebut sebagai kerang jinni oh jinni.😀

Foto-foto westlife. Haduuh, jangan Tanya betapa freak-nya aku dengan boy band satu ini. Mulai dari koleksi kasetnya, foto-foto hingga posternya, I have it all. Berutung punya kakak perempuan yang berlangganan majalah remaja ‘Gaul’, jadilah saya punya banyak foto-foto westlife. Selain itu, foto-foto itu saya dapat dari membeli di warung jajan.

Boneka Hello Kitty Mini

Boneka Hello Kitty Mini

Boneka hello kitty mini. Anak perempuan kecil jaman dahulu sepertinya tak jauh-jauh dari boneka dan masak-masakan, jadilah dulu aku pun mengoleksi boneka hello kitty berbagai warna. Kumainkan bersama mbak Rini dan kubuatkan rumah-rumahan dari tanah yang ditata dengan tangan, rumah dari kayu dan batu, hingga akhirnya kubuatkan rumah permanent di salah satu rak almari di ruang TV. Karena rumah permanent itulah dua dari boneka kitty-ku terselamatkan.

Kartu power ranger. Sewaktu kecil aku menjadi ranger kuning, dengan Mbak Rini yang menjadi ranger pink-nya. Yah, kalau sudah booming, pasti fotonya akan tersebar di snack-snack sebagai hadiahnya. Aku punya foto kesemua ranger yang kala itu ranger merah bernama Andros yang kuangap paling keren karena berambut grondrong dikuncir belakang seperti legolas dalam Lord of the Rings. Bahkan karena nge-fans berat dengan ranger kuning, foto Ashley, nama ranger kuning kala itu, aku buatkan pigura istimewa yang setiap sore menjelang malam aku nyalakan lilin agar fotonya tetap jelas di kamarku yang gelap. Hahaa. Entahlah maksudku dulu apa. Mengingatnya aku merasa aneh sendiri.

My Hand Designs

My Hand Designs

Aksesoris, mulai dari gelang hingga kalung. Dulu saat masih SD, Ibuk dan Bapak sering pergi berwisata religi ke Wali 9, yang tak lupa Ibuk selalu membelikan oleh-oleh buatku, mulai dari jilbab, gelang, kalung, tas, dan lain-lain. Ibuk pun tak hanya membeli satu untukku, namun juga untuk Mbak Rini, Silvi dan juga Nurul jadi dulu kami sering memakai gelang dan jilbab yang sama. Nah, karena itulah aku mulai suka mengoleksi aksesoris. Yang ketika SMP ada drama korea Sassy Girl, Chun Yang, di TV aku terinspirasi untuk mendesign dan membuatnya sendiri. Namun aku jarang memakainya, hanya sekedar koleksi saja yang kusimpan hingga sekarang.

Buku Harianku

Buku Harianku

My Diary Books

My Diary Books

Buku Diary. Dulu sempat aku merasa lucu dengan nama diary, karena aku dan Mbak Rin menganggap diary adalah bahasa inggris dari diare. Akhirnya saat kelas 2 SD mulai mengenal Bahasa Inggris, akhirnya aku pun tau arti diary ada buku harian. Namun rancu lagi dengan adanya istilah diary milk, yang berarti maknanya susu buku harian. Hahaa. Yaa, inilah koleksi yang bertahan hingga aku beranjak dewasa. Aku selalu excited setiap melihat buku diary dengan bentuk dan gambar yang lucu dan unique. Akhirnya ketika SMP aku punya banyak sekali buku diary. Kesukaanku mengoleksi buku diary ini didukung oleh mbakku yang buka toko yang setiap ‘kulakan’ aku selalu ikut dan aku diminta untuk memilih buku-buku mana yang lucu dan sekiranya anak-anak suka. Jadilah koleksi diary-ku banyak dan ini yang bertahan hingga sekarang.

Satu lagi, bakat koleksiku ini tak jauh dari mbakku yang seorang philatelist dan seorang numimastik. Karena dulu belum ada HP dan telpon rumah, komunikasi dengan kakak-ku yang di Malaysia pun harus dengan surat menyurat. Akhirnya mbakku punya semua koleksi perangko Malaysia dari waktu ke waktu. Dan juga beberapa Negara lainnya yang entah bagaimana dia mendapatkannya. Ada satu perangko yang sering ‘ku culik’ dari album perangko mbakku yaitu perangko dari Canada. Alasannya simpel, karena aku pernah punya kucing bernama Canada. Hehee. That’s my sister, a philatelist.

Sekarang ini aku lebih menjadikan diriku sebagai book collector karena bukan hanya untuk sekedar hobby namun lebih kepada menyimpan sebuah pengetahuan dan cerita, dan juga ketika melihat buku-buku berjajar banyak rasanya seperti surga, seperti itulah kamarku. And yes, I’m a keeping person, I’m a collector.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s