#YERT2013 Malang “What would Youth (Educators) Do?”

#YERT2013Malang, What Would Youth Educators Do?
Seperti sebuah akhir Desember yang manis tahun ini dengan lolos-nya saya dalam YERT 2013 (Young Educators Regional Training) di Malang. Acara keren yang diadakan serentak di 8 Kota Besar se-Indonesia ini seperti menjadi sebuah reminder untuk lebih lebih dan lebih berusaha lagi untuk menjadi kemanfaatan bagi khalayak banyak apalagi sebagai seorang calon pendidik.

#YERT2013 yang diselenggarakan oleh Youth Educators Sharing Network (Youth ESN) ini digelar pada tanggal 28-29 Desember 2013 di masing-masing regional. Pertama kali tau info tentang Youth ESN ini adalah saat Youth ESN mengadakan event National Future Educators Conference (NFEC) di Jakarta Oktober lalu yang sebenarnya saya ingin bergabung. Namun sayang saat itu kuliah masih aktif dan sedang UTS, jadilah ketika ada event lanjutan yaitu YERT 2013 saya langsung mendaftar.

Tanggal 22 Desember saya check email, Alhamdulillah saya lolos dengan ke-50 peserta lainnya. Saya lihat 3 teman saya dari STAIN pun ikut hadir dan juga 1 teman saya dari STAIN Purwokerto yang dulu pernah kenal saat ada event di STAIN Kudus pun datang. Terlihat pada list ternyata peserta regional Malang bukan hanya berasal dari Jawa Timur saja namun ada yang dari Makassar juga. Pasti akan banyak mendapat teman baru!

Tanggal 27 Desember siang saya berangkat ke Malang dengan, siapa lagi kalau bukan @silvinapple yang juga menjadi tempat stay saya selama acara. Di kereta mendapat pengalaman banyak yang tak terduga karena tulisan pada tiket kami yang “Berdiri Tanpa Tempat Duduk”. Jadilah selama perjalanan Kediri-Malang kita berpindah sekitar 4 kali, hahaa.. namun disitulah seninya karena banyak mengenal orang dengan latar belakang berbeda dan juga cerita yang berbeda.

Hari Pertama #YERT2013Malang.

I was there, YERT2013 MalangI was there, YERT2013 Malang

I was there, YERT2013 Malang

Hari pertama saya diantar teman saya dari @BloggerKediri yang kuliah di Malang yaitu @PututHeruS ke venue acara di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Terima kasih Putut sudah mengantarkan saya. Sampai di depan gedung ternyata sepi, namun ada beberapa orang yang selanjutnya saya mengenal mereka dengan nama Bisri dari IKIP Madiun, Mbak Sekar dari UNDIP Semarang, Mbak Mala dari UIN Sunan Ampel Surabaya dan siapa yaa yang di depan gedung Fakultas kemarin, yang juga tidak tau tempatnya dimana. Tak berapa lama Mbak Agustin Capriati datang dan kami pun diantar ke gedung sebelahnya di lantai 2.

Ternyata teman saya bertiga, Ratih, Ratna dan Anis sudah datang lebih dulu. Saya mengambil tempat duduk di depan bersama Mbak Mala. Belum banyak yang datang, namun beberapa saat kemudian satu persatu teman datang. Ada yang surprise ketika secara tak sadar ada teman datang dan duduk di sebelah kanan saya. Saya terperanjat, dia terperanjat dan kami sama-sama sedikit berteriak kaget, hahaa.. Yaa, ternyata dia adalah teman saya Irfani, kami pun tertawa.

Suasana Materi Global Overview : Education to Employment

Suasana Materi Global Overview : Education to Employment

Pemateri Global Overview : Education to Employment, Mas Wahyu Nur Hidayat. Pengajar Muda angkatan IV

Pemateri Global Overview : Education to Employment, Mas Wahyu Nur Hidayat. Pengajar Muda angkatan IV

Acara di mulai sekitar pukul 09.00 dengan pastinya didahului pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia raya dan sambutan-sambutan. Memasuki acara pertama yaitu materi tentang “Global Overview: Education to Employment” bersama Mas Wahyu Nur Hidayat, pengajar muda angkatan IV yang ternyata berasal dari Kediri. Mas Wahyu pun menyampaikan, yang intinya tentang banyaknya pengaruh yang mempengaruhi pendidikan menuju pekerjaan. Tentang pengangguran intelektual sekarang ini yang dipengaruhi dengan dimensi-dimensi masalah seperti dimensi kuantitas, kualitas, lokasi dan waktu. Masalah dimensi kuantitas yang terjadi karena adanya kesenjangan antara jumlah mahasiswa yang lulus dengan jumlah kebutuhan di dunia kerja. Masalah dimensi kualitas yang terjadi akibat kesenjangan kompetensi lulusan dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja. Masalah dimensi lokasi yakni tentang wilayah yang tak mampu menyerap lulusan di lokasi setempat karena memang berbeda antara potensi lulusan dan potensi daerah tersebut. Masalah dimesi ekonomi akibat perubahan kondisi ekonomi secara global.

Untuk menghadapi semua itu, Mas Wahyu berkata bahwa seorang mahasiswa selain harus mengasah hard skills, kemampuan teknis tentang pengetahuan, ilmu pengetahuan, dll, juga harus mengasah soft skills secara inter-personal dan intra-personal. Terakhir, mas Wahyu menyampaikan sebuah quote “Passion, Kelebihan, Kesempatan -> Success!!”

One thought on “#YERT2013 Malang “What would Youth (Educators) Do?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s