Masjid Maulana Ishaq, Masjid Al-Abror

Masjid dimana pun itu berada, pasti dibangun dengan maksud untuk menjadi sebuah tempat bernaung menghaturkan doa kepada sang Maha Kuasa. Hening, Tenang, Teduh. Masjid Maulan ishaq atau Masjid Al-Abror di Paciran Lamongan adalah salah satu tempat itu.

Selama itu baik, kesempatan itu datang lagi dan lagi.

Sebuah kalimat yang saya percaya karena memang benar adanya terjadi. Kesempatan untuk ber-spriritual journey dengan keluarga terutama dengan Bapak yang selalu akan mendapati tempat-tempat baru dan orang-orang baru. Dan Alhamdulillah perjalanan kemarin saya menemui tempat baru yang masyaAllah indahnya di Paciran, Lamongan.

Masjid Maulana Ishaq.

Masjid Maulana Ishaq, Masjid Al-Abror, Paciran, Lamongan

Masjid Maulana Ishaq, Masjid Al-Abror, Paciran, Lamongan

Interior Design dari Masjid Maulana Ishaq

Interior Design dari Masjid Maulana Ishaq

My Dad and I were there, Masjid Maulana Ishaq

My Dad and I were there, Masjid Maulana Ishaq

Sebelumnya saya tidak menemukan plang nama untuk Masjid megah ini namun karena letaknya dekat dengan Makam Maulana Ishaq jadilah saya namai dengan Masjid Maulana Ishaq yang selanjutnya saya googling ternyata bernama Masjid Al-Abror. Tidak banyak info yang saya dapat, karena mungkin masih belum banyak orang yang mengetahui tentang keberadaan masjid megah ini di pesisir pantai Paciran.

Letak Masjid ini tak begitu jauh dari makam Sunan Drajat, mungkin hanya 7 km jaraknya. Tempatnya masuk gang yang dari jalan raya sudah ada plang Makam Syekh Maulana Ishaq.

Sepanjang jalan menuju sana, Bapak pun bercerita kalau Maulana Ishaq ini adalah ayah dari Sunan Giri yang juga sebagai saudara dari Sunan Maulana Malik Ibrahim. Sempat berpikir kenapa beliau tidak termasuk dalam Wali 9, ternyata Maulana Ishaq ini diutus oleh ayahnya Syekh Jumadil Kubro untuk berdakwah di Samudra Pasai.

Banyak versi yang mengatakan tentang Makam Maulana Ishaq yang salah satunya terletak di Paciran Lamongan ini, karena di beberapa tempat juga diyakini sebagai makam beliau. Yang mana yang benar, tetap wallahu’alam.

Cerita yang saya dengar dari masyarakat sekitar yang sebagain besar menjadi seorang nelayan adalah untuk pembangunan Masjid Al-Abror ini menghabiskan dana 11 Milyar yang kesemua itu didapat dari iuran warga sekitar Kemantren, Paciran. Dengan dana sebesar itu tak mustahil Masjid ini bisa dibangun semegah ini dengan pemandangan super indah.

Pantai yang hijau, ombak yang tenang dan perahu-perahu nelayan yang bersandar. Semua itu berhasil memukau mata saya yang memang dalam keseharian tak pernah melihat pantai, jadilah terpukau tak habis-habisnya. Jadi seperti sebuah istana dengan kombinasi latar karpet kuning karena tanah kapurnya dan karpet hijau biru karena lautnya yang indah. Kombinasi warna yang mungkin menjadi inspirasi dari exterior design dari Masjid Al-Abror atau Masjid Maulana Ishaq ini.

Never ending fascination in pondering great mosques. Alhamdulillah, terima kasih Allah telah membawa saya ke salah satu rumah-Mu yang indah (lagi).

* Masjid Al-Abror, Masjid Maulana Ishaq, Kemantren, Paciran, Lamongan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s