Gunung Kelud Meletus, antara Musibah dan Berkah

Musibah atau Berkah sebenarnya adalah hanya sebatas persepsi. Misal seseorang menyikapi sesuatu dengan skeptis, maka bisa jadi menjadi sebuah musibah. Namun jika menyikapinya dengan bijak maka bisa menjadi suatu berkah. Disini lah sebenarnya mudah melihat bagaimana seseorang menyikapi sesuatu.

Bisa dibilang, this is my first time (I hope just this time and only) berada disuasana mencekam akibat meletusnya Gunung Kelud, Kediri. Sebenarnya kalau dihitung sudah dua kali ini saya mendapati letusan Gunung Kelud yaitu pada tahun 2007 lalu dan sekarang, namun dahsyatnya masih sangat luar biasa saat sekarang di tahun 2014.

Radius 35 km. Kamis, 13 Februari 2014.

Sebenarnya saya sudah mendapat berita tentang akan meletusnya Gunung Kelud 3 jam sebelum benar-benar meletus dari tetangga yang memantau Kelud. Namun saya kira itu hanya gosip belaka karena memang beberapa hari sebelumnya berita-berita tentang akan meletusnya Kelud sudah terdegar santer.

Sekitar pukul 11.00 samar-samar saya mendengar seperti bunyi gemuruh petir yang terus menerus dan tidak biasa seperti bunyi petir saat akan turun hujan. Saya pun dapat telpon dari kakak di Malaysia mengabarkan kalau Kelud meletus, mbak juga berkata yang sama, sontak saya menuju ke depan dan melihat kilatan-kilatan cahaya di bagian timur.

Kilatan Petir saat Kelud Meletus (Photo by : @makhrusy)

Kilatan Petir saat Kelud Meletus (Photo by : @makhrusy)

Kilatan Petir di Segaran, Wates, Kediri (Photo by : @makhrusy)

Kilatan Petir di Segaran, Wates, Kediri (Photo by : @makhrusy)

Kilatan cahaya seperti fireworks flare di tambah suara-suara petir yang menggelegar berhasil membuat tengah malam kemarin sangat-sangat-sangat mencekam. Tengah malam biasanya jalanan lengang, namun Jalan Raya Wonokasihan kemarin sangat ramai seperti mereka sangat panik. Yaa Allah, Kelud benar-benar meletus!

Menuju ke jam 12 malam, kerikil-kerikil kecil menghujani rumah dengan bunyi yang sangat keras. Semakin lama semakin besar dengan masih banyak kilatan petir dan gemuruh bunyi ledakan di langit. That was a horrible night I have ever known!! Saya langsung berusaha live-tweet dengan sinyal yang buruk connect-disconnect terus.

Ledakan demi ledakan dengan bunyi memekakkan telinga pun terdengar hingga 10 kali lebih dan hujan pasir pun terus menerus turun semakin deras. Dari Masjid Baiturrahman Wonokasihan terdengar doa-doa dipanjatkan, yaa Allah rasanya ngeri sangat. Apapun yang saya rasakan saya live-tweet dengan banyak sekali respon dari teman-teman seluruh Indonesia yang kebanyakan teman Blogger.

Hujan Pasir Gunung Kelud di Wonokasihan

Hujan Pasir Gunung Kelud di Wonokasihan

Hujan pasir dan kerikil terjadi sekitar 3 jam-an, dari jam 12 hingga jam 3 pagi baru tak terdengar sama sekali tik-tik pasir di atap rumah. Untuk ledakannya lebih dulu selesai jam 2. Banyak warga Wonokasihan yang keluar rumah untuk menyaksikan what’s going on the earth, dan ternyata lumayan banyak rumah-rumah yang terbuat dari seng ambruk.

Felt Exhausted, akhirnya jam setengah 4 saya berangkat tidur dan setengah 6 sudah bangun lagi karena di depan rumah sudah banyak gaduh warga yang membersihkan pasir setebal 5-10 cm di sepanjang Jalan Raya Wonokasihan. Masalahnya ini bukan hanya abu namun pasir yang jika dilewati motor sangat bahaya. Dan ini keadaan pagi hari tadi hingga sore hari di Wonokasihan.

suasana seperti scene film tahun 60-an, Gunung Kelud

suasana seperti scene film tahun 60-an, Gunung Kelud

Suasana Pagi Pasca Hujan Pasir Vulkanik Gunung Kelud di Jalan Raya Wonokasihan

Suasana Pagi Pasca Hujan Pasir Vulkanik Gunung Kelud di Jalan Raya Wonokasihan

Atap-Atap berselimut Pasir Vulkanik Gunung Kelud

Atap-Atap berselimut Pasir Vulkanik Gunung Kelud

Radius 35km tebal pasir 5-10 cm

Radius 35km tebal pasir 5-10 cm

Salah Satu Berkah Letusan Gunung Kelud, Panen Pasir

Salah Satu Berkah Letusan Gunung Kelud, Panen Pasir

Mungkin ini bisa disebut musibah, mungkin juga bisa disebut berkah. Persepsi diri untuk menjadikan Letusan Gunung Kelud ini menjadi sebuah berkah atau musibah adalah pilihan. Kalau mengatakan ini musibah, alasannya pasti banyak, namun mencari alasan ini sebagai berkah adalah sebagai cara manusia khusnudzon dengan ketetapan-Nya.

#PrayForKelud

4 thoughts on “Gunung Kelud Meletus, antara Musibah dan Berkah

  1. Untung diriku manusia kelelawar sehingga bisa merekam jejak kelud dengan gegap gempita soalnya emang belum ngantuk, walaupun cuma dari twitter sih.

    Tapi ndik Nganjuk khan yo udan pasir walaupun cuma gerimis rintik rintik. Kira kira jam 2 mungkin ya, baru udan awu. Mripatku sampe klilipen pas akh muter anten untuk memantau berita metrotivi.

    Tiviku burek gangguan. Mungkin antena ku sing muraha. Walhasil aku manaptau berita bener bener lwat twitter tok haha.. Sempet di watsap karo konco solo, takon keadaan ndik nganjuk. Karo bbm cah cah konco kuliah, blogger dll. Sibuk banget malam itu haha..

    Alhamdulillah nganjuk gak parah walaupun jarak kediri nganjuk sak jam tok. Justru sing jogja malah parah ya..

    Oke demikian laporan saya dari Nganjuk. Saya Muhammad Ali Mudzofar, kita kembali ke studio.. Silakan Tiwi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s