Cekungan Tanah Pantai Grajagan, Banyuwangi

Suatu tempat yang tak setiap hari hadir di depan mata akan menciptakan excitement sendiri ketika berada disana dan melihat sekelilingnya. Seperti pantai. Dimanapun itu, suara khas ombak, hawa udara pembawa rasa asin ke udara, angin laut kering nan dingin, kesemuanya selalu memberi sebuah kenangan baru antara saya dan bentangan luas pantai. Dan kali ini, Pantai Gerajagan, Banyuwangi, Jawa Timur.

Sebagai orang dengan rumah jauh dari kata pesisir, saya selalu merasa pantai adalah salah satu tempat yang mendamaikan untuk sekedar pondering alam-Nya. Alhamdulillah, awal Desember tahun lalu berkesempatan untuk mengunjungi pantai Gerajagan bersama keluarga. Seingat saya, terakhir kali traveling ke pantai bersama keluarga lengkap adalah dua belas tahun lalu di Pantai Parang Tritis, Yogyakarta. Alhamdulillah, tahun 2013 diberi kesempatan untuk kembali lagi menikmati keindahan alam pantai bersama keluarga lengkap walau tanpa Ibu.

Sebenarnya ke Banyuwangi kemarin adalah lanjutan dari silaturahmi ke rumah adik-nya Bapak di Jember. Karena sudah terlampau jauh berada di timur jawa maka perjalanan dilanjut ke rumah saudara yang di Jajag, Banyuwangi yang kurang lebih 30 menit-an dari Pantai Grajagan.

Jalanan Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi

Jalanan Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi

Sepanjang jalan menuju pantai Grajagan setelah memasuki Taman Nasional Alas Purwo, saya disuguhi pemandangan hijau hutan-hutan jati dan perbukitan hijau yang terbentang di kanan dan kiri. Jalan masuk sebelum gerbang area wisata lumayan bagus, namun setelah masuk kawasan wisata sedikit terjal dan berkelok. Namun tetap, pemandangan yang indah mengimpaskan semuanya.

Pantai Grajagan, Banyuwangi.

Pantai Grajagan , Banyuwangi

Pantai Grajagan , Banyuwangi

I was there, Pantai Grajagan, Banyuwangi

I was there, Pantai Grajagan, Banyuwangi

Walaupun bukan pasir putih, namun kesan pertama dari pantai ini adalah indah! Saat berada disana saya seperti berada dalam cekungan tanah pantai yang masih alami tak ber-orang. Memang, setibanya saya disana hari sudah mulai sore dan suasana mendung bahkan sudah gerimis. Itulah kesan yang membuat pantai ini begitu ekslusif saat saya berada disana.

Sudah menjadi ke-khas-an pantai selatan, pantai Gerajagan ini mempunyai ombak besar yang saat itu ada beberapa native-surfer yang sedang surfing dalam ombak yang menggulung-gulung. Disebelah sisi kanan pantai, jajaran perahu-perahu nelayan sedang diistirahatkan di sepanjang sisi pantai. Dari tempat parkir menuju jajaran perahu itu saya menemukan sebuah sungai (entah sungai atau sumber mata air) unik dengan aliran air kecil yang mengalir ke pantai.

Aliran Sungai di Pantai Grajagan, Banyuwangi

Aliran Sungai di Pantai Grajagan, Banyuwangi

Kapal yang memecah Deburan Ombak Pantai Selatan di Pantai Grajagan, Banyuwangi

Kapal yang memecah Deburan Ombak Pantai Selatan di Pantai Grajagan, Banyuwangi

Disebelah kiri gerbang masuk pantai ada sebuah tangga menuju bukit yang disana saya dapat melihat laut lepas dan pesisir Pantai Grajagan secara penuh. Dikaki tangga terdapat sebuah gua jaman jepang yang menganga tak begitu besar. Saudara saya bilang terdapat tiga gua namun karena gerimis semakin lebat akhirnya saya da keluarga memutuskan untuk kembali ke tempat parkir dan terang saja, hujan lebat pun tak terhindarkan akhirnya kami memutuskan untuk pulang.

Terima kasih Allah telah memberikan saya satu kesempatan untuk melihat keindahan alam-Mu di penghujung timur Pulau Jawa, Banyuwangi bersama keluarga. Berikan lagi kesempatan-kesempatan lain untuk menekuri keindahan alam-Mu. aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s