#KKN28 Tumpakdoro Terrain Tranquility

Be Careful of What You Wish For. Sepertinya kalimat itu bukan hanya sekedar quotation saja dan mungkin bisa dibilang sebagai kalimat ajaib yang ketika sebuah keinginan tak sungguh-sungguh dilontarkan dari mulut manusia tiba-tiba terwujud. Duluu sekali saya pernah punya keinginan untuk bisa KKN di suatu tempat yang terpencil jauh dari peradaban kota, dan ajaib! saat semester 6 nyaris selesai dan pintu KKN terbuka, keinginan itu pun menjadi nyata. terpampang dalam pengumuman nama saya dan kelima belas teman saya mendapatkan kelompok dengan nomor 28. And you know, 8 is my favorite number! Magical happened (again)! Keberuntungan awal tertuju kepada kelompok 28 berupa ucapan ketua penyelenggara KKN STAIN Kediri bahwa tempat kami Dukuh Tumpakdoro, Desa Pamongan, Kecamatan Mojo ini adalah posko paling susah untuk ditempuh dan terletak di desa terakhir paling pucuk lereng Gunung Wilis. my wish granted!

pemandangan alam Dukuh Tumpakdoro, Desa Pamongan, Mojo, Kediri

pemandangan alam Dukuh Tumpakdoro, Desa Pamongan, Mojo, Kediri

Medan yang susah menuju Dukuh Tumpakdoro

Medan yang susah menuju Dukuh Tumpakdoro

Saya selalu percaya bahwa orang baik selalu akan dibersamakan dengan orang-orang yag baik pula. ini salah satu kalimat ajaib lainnya dalam hidup. alhamdulillah, saya dibersamakan dengan kawan-kawan KKN dengan berbagai macam karakter namun sedari awal bertemu kami sudah seperti keluarga sendiri. 16 orang ini campuran dari berbagai jurusan seperti Pendidikan Bahasa Inggris (saya, Mbak Dika, Izzud), Pendidikan Agama Islam (Mas Deby, Ubet, Badriyah, Septi, Khoir), Psikologi (Nidya), Akhlaq Tasawuf (Rahma), Ekonomi Syariah (Devid, Ira), Komunikasi Islam (Ghadafy), dan GPAI (Bu Siti). Mulai dari yang ramee banget-nget-nget sampai pendiem ada. dan untuk 40 hari ke depan mereka lah keluarga baru saya dan seterusnya keluarga.

Dibilang menjadi medan paling susah mungkin sangat benar. Saya hitung, dari Wonokasihan menuju Tumpakdoro saya harus menempuh sekitar 50 km! dua kali survey kesana, dua kali juga saya merasa tepar setepar-teparnya. Jauh, jalan berkelok, jalan berbatu, jalan curam, dan tak terbayangkan lainnya.

Untuk jalan dari belokan jalan raya Mojo-Tulungagung menuju desa Pamongan memang masih sangat baik dan beraspal, namun saat bertemu dengan dua jalan bercabang jangan harap bertemu dengan jalan lurus dan mulus. Masuk dusun karangdoro jalan berganti dengan jalan beton dengan tingkat kemiringan dan belokan yang ekstrim. Masuk ke dukuh tumpakdoro jalan tak lagi manusiawi karena jalannya makadam dengan bebatuan lumayan besar dan kecuraman masih ekstrim. Sholawat-Sholawat dan Sholawat terus ketika melewati jalan seperti inii. Namun jangan ditanya bagaimana pemandangannya karena jawabannya hanya satu arti dengan segala kata-nya “Magnificent, Amazing, Wonderful, Gorgeous, Picturesque, Beautiful, Heavenly, etc”

Penduduk sekitar yang sangat bergantung pada alam

Penduduk sekitar yang sangat bergantung pada alam

Lereng Gunung Wilis dari Tumpakdoro

Lereng Gunung Wilis dari Tumpakdoro

Buah Pinus, Jalanan terjal yang membawa ke hamparan hutan pinus nan hijau

Buah Pinus, Jalanan terjal yang membawa ke hamparan hutan pinus nan hijau

Hamparan luas perbukitan lereng Gunung Wilis sangat-sangat-sangat-sangat indah!! Udara yang dingin, Pemandangan hijau bergradasi biru, air yang jernih, orang-orang yang ramah, aah semuanya membuat saya berkesimpulan bahwa Tumpakdoro is the best place to escape from the hectic madness! bahkan sekitar 2 jam perjalanan jalan kaki ada sebuah air terjun yang baru ditemukan, masih sangat alami dan sangat indah bernama.parijoto. Yaa Allah! Air terjun ini adalah air terjun yang awal 2012 lalu sering saya perbincangkan untuk bisa kesana bersama teman-teman pecinta sejarah kediri.

KKN ini sepertinya menjadi sebuah penepatan janji atas beberapa keinginan dari masa lalu. Bismillah, doa saya berharap selama 40 hari disana bisa menjadi sebuah masa yang akan sedikit mengubah cerita kehidupan menjadi lebih baik. aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s