Bersepeda Mengayuh Jamaah Maghrib

Salah satu mimpi kecil dalam jangka panjang usia hidup saya adalah dapat sujud di surau-surau kecil nan terpencil namun penuh dengan cahaya keimanan yang dalam disana. Sore ini, satu keping dari ribuan puzzle pembentuk mimpi kecil saya, saya temukan di sebuah masjid kecil desa sebelah bersama Bapak.

Cerita awal, melihat sepeda mini jaman SMP saya dulu saya jadi ingin bersepeda lagi. Entah mungkin karena efisiensi waktu, tak adanya destinasi tujuan yang dekat selama bertahun-tahun saya sangat-sangat jarang bersepeda. Mungkin hanya mencoba sebentar dari belakang ke depan rumah dan sebaliknya. And this evening I couldn’t handle my desire to go cycling whereas I have no destination of where I go.

Senja pun tiba dan seperti biasa Bapak bersiap dengan sepeda mini saya untuk pergi berjamaah ke Masjid yang berjarak 2 km dari rumah. Sebenarnya ada masjid dan mushola yang lebih dekat dengan rumah, namun masjid ada disebrang jalan raya yang semakin hari lalu lintas semakin cepat dan sangat berbahaya jika tergesa-gesa dalam melintas, that’s why Bapak memilih jamaah ke Masjid yang lebih jauh daripada dekat namun berbahaya.
Sepulang dari pondok selama ramadhan kemarin, Bapak jadi tidak mau kehilangan sholat jamaah disetiap 5 waktu sholat. Jadilah setiap 30 menit sebelum waktu adzan tiba Bapak sudah bersiap dengan sepeda dan senternya (jika sholat maghrib, isya’ dan subuh) untuk pergi berjamaah.

image

Saat Bapak bersiap, keinginan untuk go cycling saya muncul dan Bapak mengajak saya untuk ikut jamaah ke Masjid kalau ingin sepedahan. Saya pun langsung meng-iya-kan dan bersiap mengambil wudhu dan mukena saya.
Entah kenapa akhir-akhir ini langit sore menghias dirinya seindah mungkin lewat pergantian senjanya. Seperti sore hari ini yang sangat mendamaikan.

Masjid tujuan saya adalah Masjid di desa Tambakrejo, salah satu desa di timur Wonokasihan yang terpisah dengan bentangan pematang sawah yang luas. Untuk sampai disana saya dan bapak harus melewati lingkaran setengah lapangan yang luas, jalan panjang yang membelah persawahan dan sesekali melintasi sungai.

Jalan ini menyimpan kenangan tersendiri bagi saya selama 6 tahun di masa lalu. Yaa, jalan ini adalah jalan menuju Sekolah Dasar saya dulu.
Hembusan angin dari selatan, warna jingga di langit barat yang perlahan memudar, pohon-pohon tak berdaun yang rantingnya saling bergemerisik terterpa angin, suara kayuhan sepeda yang sudah lama kurindukan, kombinasi moment kenangan yang tak akan terlupakan sampai kapan pun.

Aah yaa, di jalan ini pulalah dulu Bapak pertama kali mengajari saya naik sepeda. Dengan begitu sabar Bapak memegangi sepeda kecil yang disadel belakangnya dipasangi pegangan kayu agar tidak jatuh dan tetap seimbang. Saya kecil sangat takut terjatuh sehingga Bapak harus rela berlari-lari kecil memegangi kayu dibelakang sadel sepeda saya sampai saya bisa mengayuh sepeda sendiri. Thanks Allah for my Dad!!

Rasanya luar biasa mendapati diri harus menempuh jarak yang jauh hanya untuk mensujudkan diri dihadapan-Nya, meng-aamiin-i doa dengan jamaah-jamaah yang tak saling kenal dengan hanya mengenal Satu Nama, saling tukar salam dan sholawat nan panjang.

Itulah sebenarnya beberapa alasan yang saya cari dari rencana petualangan seumur hidup menjelajahi satu persatu Rumah Allah dimanapun itu berada.
Kesyukuran sore ini semakin bertambah dengan adanya Bapak saya yang begitu luar biasa dalam hidup. Seperti sudah ditakdirkan bersama, saya dengan keinginan aneh-aneh ditakdirkan menjadi putri seorang yang menyukai keanehan. Sore ini, aah, merasakan sekali lagi indahnya persahabatan ayah dan putri kecilnya.

One thought on “Bersepeda Mengayuh Jamaah Maghrib

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s