Hidup : pencarian jawaban bernama Bijaksana

Orang banyak berkata bahwa hidup adalah sebuah perjalanan yang panjang. Perjalanan yang akan membawa seseorang pergi jauh dengan cerita-cerita hebat tentang hidup. Perjalanan yang akan membawa seseorang melewati tahun demi tahun dalam hidupnya, membawa seseorang berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya.

Perjalanan hidup bukan hanya tentang artian perjalanan fisik namun juga batin. Dalam hidup, naluri batin manusia akan selalu berjalan menuju sebuah kebijaksanaan. Semakin tua semakin bijaksana, beberapa orang dengan lantang meneriakkan kalimat tersebut hanya untuk percaya kalau manusia selalu akan berubah menjadi lebih baik. Hukum alam yang memberikan segala rasa dalam batin manusia untuk merubahnya menjadi manusia bijaksana. Tak terkecuali satupun.

Bagi orang yang beruntung mengalami sebuah perjalanan batin sejalan dengan perjalanan fisik, maka dipastikan ia akan menjadi lebih bijaksana dalam segala hal. Menjadi inspirasi bagi kehidupan-kehidupan lain karena ia telah melihat pelajaran-pelajaran yang terbentang di keseluruhan dunia. Bukankah benar jika Tuhan menitipkan tanda-tanda kebesaran-Nya lewat bentangan alam?

Keseluruhan alam di bumi ini adalah pantulan dari rahasia illahi. Siapa yang berhasil menguak rahasia-Nya, maka ia akan menjadi bijaksana dalam satu langkah. Satu langkah dari tidak paham menjadi paham. Begitulah cara hidup mencengangkan manusia lewat apapun yang didalamnya dititipkan secuil kebesaran-Nya.

Guru yang bijak tidak akan sekalipun berkata ‘bodoh’ kepada muridnya yang tidak paham, melainkan belum berhasil menangkap apa yang telah dipelajari oleh sang guru lebih dulu. Begitu juga cara manusia menangkap Rahmat Tuhan yang tersebar di dunia. Tak semua orang punya waktu yang sama, kesempatan yang sama.

Sekarang ini, terdapati sebuah zaman di mana semuanya telah ada. Tak ada sebuah penemuan baru satu pun melainkan hanya mengembangkan sesuatu yang sudah ditemukan. Kenapa? Karena orang-orang dahulu berhasil menemukan apapun karena segala sesuatunya terbatas. Keterbatasan membuat mereka berpikir tanpa batas. Seperti seorang Edison yang berhasil menemukan lampu akibat takut akan kegelapan. Keterbatasan akan cahaya membuat ia mencari seribu cara agar kegelapan tanpa batas jadi berbatas karena cahaya.

Semua berawal dari perjalanan bertanya, perjalanan mempelajari, perjalanan untuk mencari sebuah jawaban. Begitulah hidup. Sebuah perjalanan mencari. Mencari Tuhan, mencari makna hidup, mencari jawaban akan masalah hidup yang tak akan habis hingga mendapat satu jawaban bernama kebijaksaan. Bijaksana dalam menyikapi apapun. – Tutut Indah Widyawati

2 thoughts on “Hidup : pencarian jawaban bernama Bijaksana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s