4 x 2 = 8

Empat tahun mungkin bisa jadi waktu yang lama, bisa juga menjadi waktu yang singkat. Bagiku, empat tahun hanyalah sepanjang beberapa kedip mata saja.
Mungkin hari ini, empat tahun lalu, aku sedang bersembunyi dibalik bantalku untuk bersembunyi dari kenyataan dunia yang belum pernah aku mengerti. Mungkin hari ini, empat tahun lalu, aku sedang berada di tempat yang menyebalkan yang untuk bergeser sedikit saja aku pun tak mampu.
Hari ini seperti purna sudah semuanya. Tinggal sebentar lagi, apa yang kuperjuangkan selama empat tahun ini akan menambah panjang tiga kata pada namaku beberapa huruf.
Aah, aku masih belum percaya semuanya akan terasa sesingkat ini. Duduk dibangku kuliah selama empat tahun bukanlah tanpa arti, bukanlah tanpa pelajaran berharga disetiap harinya.
Empat tahun yang seperti sebuah persinggahan, empat tahun yang penuh kejutan, penuh kejadian tak terduga bahkan untuk sesuatu yang mengubah hidupku selamanya.
Hari ini seminar proposal. Mata kuliah terakhir yang harus kutempuh untuk menghadapi semester delapan yang sudah di depan mata beberapa minggu ke depan.
Delapan. Angka yang sempurna, angka yang menggenapi. Dari satu sampai sembilan, hanya angka delapan yang bisa menggenapi setiap strip pada kotak-kotak angkanya. Itulah kenapa sejak dulu, delapan menjadi angka kesukaan.
Semester delapan menjadi sebuah janji. Janji untuk menggenapi sebuah mimpi yang terbangun semester demi semester.
Ketika delapan sudah menggenap, aku ingin mencabut janjiku, aku ingin bisa menjadi
Harus kemanakah aku setelah ini? Biarkan hidup membawaku menjadi apapun, biarkan aku berusaha berusaha dan berusaha lagi untuk menyambut kejutan-kejutan hidup selanjutnya.
Aah, sungguh, menjadi dewasa akan membawa seseorang untuk lebih mengingat, untuk lebih bisa merasa terasa amat dekat dengan sesuatu. Entah kenapa sesuatu terasa amat begitu dekat ketika telah berada di ujung jalan, di ujung gerbang menuju jalan yang lain.
Biarkan aku tuntaskan ini. Biarkan angka delapan menemaniku menyelesaikan segala janji. Biarkan aku berusaha lagi, my Lord!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s