Awal, Kenangan, Akhir sebuah ilusi kehidupan

Segala sesuatu di dunia ini terjadi dari sebuah permulaan. Segala yang hidup pasti mempunyai sebuah awal yang perlahan meninggalkan awal dan mengubahnya menjadi sebuah kenangan.
Bukankah hidup ini serasa seperti mimpi? Yang pada suatu titik tertentu terbangun dan mendapati diri telah sampai pada sebuah titik kehidupan yang menjauhi awalan dan titik titik sadar sebelumnya.
Hari kemarin seperti semacam ilusi semata karena terjadi sangat cepat hingga manusia hanya berkemampuan untuk mengingatnya tak banyak melainkan hanya sedikit. Namun sekali mengingat, sekali masuk kedalam sebuah keadaan yang hampir sama dengan masa lalu, slide-slide kenangan itu akan muncul dengan indah membuai diri dengan keindahan masa lalu yang sudah jaug terlewat dan tak akan pernah kembai lagi.
Sebuah kenangan tercipta dari komposisi elemen-elemen hidup. Orang-orang yang tertemui, sebuah suasana, beberapa masa waktu, beberapa tempat tertentu. Segala settingan yang menciptakan sebuah gambaran kenangan yang indah.
Orang banyak berkata bahwa nothing happens coincidence, everything happens with a reason.
Ada banyak hal kemungkinan di dunia ini untuk satu orang bertemu dengan berjuta orang di dunia. Namun tak semua orang dimaksudkan untuk dipertemukan. Hanya beberapa dan tak semua meninggalkan banyak kenangan dalam hidup. Beberapa orang mungkin akan sangat berharga dalam hidup, namun beberapa hanya dikenal dan sebatas mengenal tanpa meninggalkan kesan apapapun untuk kenangan. Hanya sekedar lewat, mengisi hidup agar terlihat lebih kompleks, lebih terasa luas.
Jika pun ada orang di masa lalu, dipertemukan lagi di masa sekarang, itu tak lain bukan hanya sebuah kebetulan namun memang sudah ditakdirkan.
Dulu kukira, segala yang terjadi hanya terjadi begitu saja tanpa sebuah arti. Namun percaya tidak percaya, sebuah pertemuan jika tidak dimaksudkan tidak akan pernah dan mustahil terjadi.
Berusaha sekuat apapun, namun jika skenario hidup tidak tertulis seperti apa yang diespektasikan, maka selamanya tidak akan terjadi. Itu sudah menjadi sebuah perjanjian alam yang tak tertulis namun dipahami oleh semuanya.
Ada sebuah permulaan, ada sebuah proses hidup yang perlahan meninggalkan sebuah permulaan dan berjalan menuju sebuah akhir.
Segala sesuatu yang berawal pasti mempunyai akhir. Segala yang pernah hidup pasti akan merasakan mati.
Segala yang hidup sedari awal sudah ditentukan hari akhirnya masing-masing. Bagiamana ia menjalani hidup, merupakan hak masing-masing untuk bisa berusaha menggenapkan masa yang sudah ditentukan lamanya. Walaupun rentang waktu hidup sebuah hidup sejatinya sudah ditentukan, namun akhir hidup tergantung dari apa yang diusahakan. Walaupun ditakdirkan mendapatkan rentang menuju akhir sepanjang 1 kilometer namun jika tidak berusaha untuk menjalani hidup sebaik itu, maka masa akhir bisa datang lebih awal karena apa yang ia lakukan sendiri.
Hidup hanyalah sebuah mimpi. Sebentar, terbangun dan mendapati dunia yang indah telah terlewati begitu saja tanpa bisa tergenggam dengan sempurna semua kenangan yang baru saja terlewat. Hanya mimpi, hanya ilusi, hanya permainan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s