Lima Puluh Tujuh Tahun

Lima puluh tujuh tahun, bahkan usia saya belum mencapai separuhnya. Lima puluh tujuh tahun yang lalu Bapak pergi ke Tambak Beras, Jombang untuk menuntut ilmu agama yang karenanya Bapak jadi tinggal di rumah seorang kiai dan menjadi sahabat anaknya. Hanya setahun dan setelahnya tak pernah lagi bertemu sejak 1956. Rentangan waktu selama itu ternyata juga membawa rentangan jarak yang amat panjang. Dari Jombang hingga Jakarta Bapak mencari sahabat kecilnya hanya untuk mengucapkan terima kasih dan minta maaf.

Cerita ini berawal saat saya dan Bapak duduk di beranda depan rumah dan cerita tentang segala cerita. Bapak mengutarakan keinginannya untuk mencari sahabatnya saat mondok dulu di Tambak Beras, Jombang. Saya pun meng-iya-kan untuk mengantar Bapak mencari beliau-nya. Akhirnya saat ramadhan kemarin saya mengantar Bapak ke Jombang untuk menemui beliau. Ini tempat-tempat yang saya kunjungi saat ramadhan tahun lalu dalam pencarian sahabat Bapak ini -> https://tiwwidy.wordpress.com/2013/07/26/spiritual-journey-jombang-beriman/

Lima puluh tujuh tahun tak kesana, Bapak pun terkejut melihat pembangunan daerah Tambak Beras yang sangat luar biasa. Hampir tak ada rumah kosong dan hampir setiap jalan ada pondoknya yang dulu hanya beberapa. Yang dulunya padang ilalang sekarang sudah berubah menjadi rumah gedongan. Yang dulunya hanya surau kecil dari bambu sekarang sudah berubah menjadi pondok megah dari batu.

Setelah kesekian kalinya bertanya sana-sini dan hampir tak ada orang yang merasa tak asing dengan nama sahabat Bapak, sebut saja Pak Fatkhi, akhirnya kami memutuskan untuk istirahat di Masjid Kauman. Saya pun ditanya oleh seorang ibu yang sedang sholat dan saya ceritakan maksud saya datang ke Jombang. Alhamdulillah ternyata seorang Ibu itu kenal saudara dari Pak Fatkhi yang ternyata tak jauh dari Masjid Kauman, Jombang.

Setelah sholat dhuhur, saya dan Bapak pun bergegas pergi ke rumah saudaranya yang ternyata Pak Fatkhi sekarang tinggal di Jakarta sudah demikian lamanya. Bapak pun minta alamat beliau di Jakarta dan berniat mencarinya jika ada kesempatan. Akhirnya, kemarin 10 April 2014 saya dan Bapak pun bertolak ke Jakarta untuk menghadiri wisuda Magister-nya kakak saya nomor dua dan juga mencari sahabat Bapak, Pak Fatkhi.

Ba’da Jumat, 11 April 2014, saya, Bapak, mas, mbak dan dua keponakan menuju alamat rumah yang diberikan. Alamatnya di kompleks perumahan BPK II Kebonjeruk yang mas saya tau disekitar studio RCTI. Ternyata disitu kompleks BPK VI. Akhirnya muter-muter mencari selama beberapa jam, singkatnya kami menemukan rumah beliau. Namun Pak Fatkhi-nya masih ada tugas. saat ditelephone, Bapak pun tak kuat saat mengatakan ingin bertemu dan njaluk sepuro. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang dan kembali lagi ba’da maghrib saat beliau sudah di rumah.

Ba’da maghrib kami berangkat lagi ke kawasan kebon jeruk dan Bapak pun bertemu lagi dengan sahabatnya. Ternyata lima puluh tujuh tahun mampu mengubah fatkhi kecil menjadi orang tua yang Bapak pun pangling dengan beliau sekarang begitu juga sebaliknya. Mereka pun saling bercerita mengenang masa lalu dan menanyakan kawan lain yang ternyata sudah banyak dari mereka yang meninggal. Terang saja, Bapak sekarang 77 tahun dan Pak Fatkhi 68 tahun.

Setelah Lima Puluh Tujuh Tahun akhirnya bertemu kembali

Setelah Lima Puluh Tujuh Tahun akhirnya bertemu kembali

Kekuatan Silaturahmi.. :')

Kekuatan Silaturahmi.. :’)

Ada banyak cerita yang mereka saling ceritakan yang aku kagum mendengarkannya. Dari mulai permohonan maaf karena buku nahwu Pak Fatkhi yang dibawa Bapak, santri yang mencuri pepaya di pekarangan pak yai-nya, seorang said yang tidak bisa membaca namun selalu membawa dua pulpen dan beralasan mengantuk jika diminta untuk membacakan sesuatu, tentang yaa-sin dan mak lah yang memasak di dapur, dan banyak cerita lainnya yang insyaAllah akan saya tulis jika ada kesempatan panjang untuk menulis.

Saya kira inilah salah satu kekuatan dari silaturahmi yang kata orang memperpanjang usia. Usia panjang disini bukanlah berarti jatah umur yang lebih panjang, namun kebarokahan dari usia itu sendiri yang bermanfaat untuk orang lain yang pernah dikenal.

Secara tak langsung, dalam pencarian panjang ini Bapak saya mengajarkan kepada saya betapa pentingnya meminta maaf kepada orang yang pernah dikenal walaupun tidak merasa pernah mempunyai kesalahan. Mengajarkan untuk berterima kasih walau mungkin tak berbuat banyak dalam hidup namun sudah memberi satu, dua, tiga kenangan yang membuat hidup terasa lengkap telah kenal dengan banyak orang. Mengajarkan betapa pentingnya bersilaturahmi agar kenangan-kenangan masa lampau baik yang pahit maupun manis dapat terajut kembali menjadi sesuatu yang indah untuk dikenang dalam hidup.

Letupan Indah Malam Pergantian Tahun 2014

Bisa dibilang malam kemarin adalah kali pertamanya dengan mata terbuka saya menyaksikan langsung dentuman demi dentuman percikan api-api yang membentuk segala formasi yang memukau ribuan orang yang mengabadikannya. Magnificent, Gorgeous, Superb, dan tak terkalimatkan.

Malam pergantian tahun baru 2014 yang begitu istimewa di monumen Simpang 5 Gumul kemarin sebenarnya sudah direncanakan jauh-jauh hari oleh kakak perempuan saya dengan rencana gila yakni nge-camp (dengan mendirikan tenda) di bawah monumen sampai pagi! Jadilah kemarin mbak saya dan keluarga kecilnya ditambah mas dan keluarga kecilnya beserta saya dan sist @silvianapple bisa menikmati indahnya pesta kembang api pergantian tahun yang begitu weowe.

Kami berangkat sekitar pukul 08.00 dari rumah, dan pada jam itu jalanan sudah begitu ramai orang-orang berlalu lalang yang mungkin juga sedang ingin merayakan pergantian tahun baru dengan keluarga. Oiya, malam kemarin adalah kali pertamanya jalan raya Gurah hingga Simpang 5 Gumul bebas dari mobil atau Car Free Night, yang pasti untuk menghindari macet sampai pagi yang terjadi tahun-tahun sebelumnya. Saya kira Kediri sudah mulai banyak berbenah diri.

Selama perjalanan hingga sampai di venue yang begitu ramai, saya dan Silvi menemui berbagai kejadian, mulai dari yang tak mengenakkan hingga kekonyolan. Saking ramainya pengunjung yang datang membuat beberapa jalan ditutup agar pengendara sepeda motor bisa parkir disuatu tempat yang memang disetting warga sekitar untuk tempat parkir, disana lah hal kecil tak mengenakkan terjadi. Tak perlu diceritakan, namun pesan moralnya adalah rejeki itu akan datang dengan sendirinya dari keikhlasan bukan dari sebuah paksaan.

Jika pernah melihat film Titanic saat mulai tenggelamnya kapal, mungkin begitulah gambaran ke-crowded-an Simpang 5 Gumul kemarin malam. Banyak jalan ditutup, jika ada jalan terbuka maka orang akan berlomba melewatinya. Lautan manusia, bisa dibayangkan sendiri betapa banyaknya manusia yang berkumpul mengitari Simpang 5 Gumul. Mbak saya yang sudah lebih dahulu datang sudah menggelar tikar dengan 2 kruncil di bawah monumen saat kami datang dengan perjuangan mencari jalan tadi. Dan kami pun akhirnya berkumpul disana dan menyaksikan kembang api raksasa yang setiap jam-nya dibunyikan. Jam 9, 10, 11 yang begitu keren!

Selamat tahun Baru 2014 dari Simpang 5 Gumul, Kediri

Selamat tahun Baru 2014 dari Simpang 5 Gumul, Kediri

Fireworks on Simpang 5 Gumul, Kediri

Fireworks on Simpang 5 Gumul, Kediri

Beberapa menit menuju jam 12 malam, semua orang sudah siap berdiri untuk melihat pesta kembang api diatas monumen Simpang 5 Gumul. Kembang api kecil saling susul menyusul meletus di langit atas area simpang 5 gumul. Anak-anak pun tak mau kalah dengan membunyikan terompet untuk menandai beberapa saat lagi pergantian menuju tanggal 1 Januari 2014 terjadi. Dan, Teng!! Kembang Api terbesar yang pernah saya saksikan pun menjulurkan sulur-sulur indahnya. Kuning, Merah, Hijau, Ungu, segala warna menyala-nyala menerangi jam 00.00 awal tahun 2014. Saya pun berteriak kagum akan apa yang saya lihat seraya meneriakkan resolusi diri atas apa yang ingin dicapai tahun mendatang.

Aah, ternyata ini alasan kenapa orang-orang rela berdesak-desakan setiap tahunnya. Memang ternyata indah, sangat indah! Perasaan tak terdefinisikan pun berhasil tercipta ketika menyaksikan satu persatu letupan kembang api yang sesaat setelahnya meledak dengan ledakan yang menjulur-julur indah. Setelah meletup-letup selama kurang lebih 15 menit maka secara resmi setahun kedepan tanggal-tanggal akan diakhiri dengan angka 2014.

Selamat Tahun Baru 2014!!