Spiritual Journey’s stuff of mine

Before I do traveling, I’ll never forget this one and I’m sure, every people do that to make their travel go well. Just one word, preparation! Yap, for me, preparation is the most essential thing to do before traveling. Of course, we need to prepare the place to go, cost, how to go and some needed stuffs such as clothes, travel bag, hand bag, gadget, and girl’s necessities.

Tomorrow, I’ll do a spiritual journey with my father around Central Java, just the two of us. I wish my mother here. According to the plans, we will head to Jepara, Demak, Kudus, Semarang, Klaten, and around Central Java. So, today I do packing for all my travel needed tomorrow. Just simple with my backpack, no need to pack many things. I don’t know why I want to make this posting about some stuffs that I want to bring for my travel tomorrow. Maybe because they are so picturesque to capture. Hehee.

my spiritual journey's stuff

my spiritual journey’s stuff

Bortz Bag.

I got this bag from second hand shop and I love at the first sight with this bag because I have a plan to make it into a swing for my cat, Minyin. Hahaa.. But, let it be in its function, to carry something, and this is it. I use this bag to put my Mukena.

Aaa, I made little modification of it. Actually this bortz bag was just a web bag, but now there is an inner bag which I made it by myself. For its rope, I knitted it with combination of white and yellow thread.

my Indian Bortz Bag

my Indian Bortz Bag

my Balinese Penny's Bag

my Balinese Penny’s Bag

Penny’s bag.

I got this knitted bag from Bali 2008 year ago, and I used to use this for my phone sack. But now, I made it into a penny’s bag, to put some coins there. Yeah, just for take heed and I’m sure these coins will be needed.

Yaasin hand book.

my Yaasin Hand Book

my Yaasin Hand Book

This is from my father and I always bring it everywhere I go.

Oke, because it has been 16 days I didn’t write any post, so I got an idea to write this. Also because their picture is so classical, picturesque and semi-vintage so I made their story. Oke then, bismillahi tawakkaltu’alallah..

Advertisements

Tarawih bersama Orang Gila!!

Tak khusyuk seperti biasa, tarawih malam ke 14 tadi heboh dengan ‘tamu tak diundang’ yang membuat jamaah putri satupun tak ada yang khusyuk disepanjang sholat tarawihnya. Kebetulan hari ini aku masbuq, dan tak seperti hari yang jamaah puri hanya 3 shaf saja, hari ini lumayan penuh hingga meluber hingga beranda musholla. Aku pun mendapat shaff nomor 4 saat berlangsungnya sholat isya’. Awalnya aku tak sadar bahwa ada ‘penyelundup’ di shaf pertama jamaah putri, baru setelah sholat isya’ selesai aku jadi tau kalau ada yang tidak beres karena semua jamaah putri saling kasak kusuk yang diselingi tawa kecil.

Tarawih bersama orang gila!

Dari cerita anak-anak yang mereka fasih sekali menceritakan sehingga membuatku terpingkal, wanita itu tadinya datang saat maghrib yang meminta ijin kepada mereka untuk sholat maghrib. Awalnya anak-anak juga tidak tau kalau orang itu tidak penuh alias gila karena penampilannya juga biasa saja. Ketika datang wanita itu pun mengucapkan, “Assalamu’alaikum, bolehkah saya menumpang sholat disini?” anak-anak yang tak curiga pun membolehkan. “Assalamu’alaikum, bolehkan saya menumpang untuk berwudhu?” anak-anak yang mulai tertawa pun juga membolehkan. Setiap apapun yang wanita itu lakukan selalu mengucapkan assalamu’alaikum!! Religious kali.

Kembali ketika tarawih berlangsung. Sebelum tarawih, bu modin mempersilakan wanita itu untuk pindah ke shaf belakang karena takut menganggu jamaah lain. Bagaimana tidak menganggu, wanita itu sholat dengan bacaan yang amat keras dengan bacaan yang agak aneh jika didengar. Namun wanita itu menolak dan tetap sholat semaunya sendiri. Satu persatu jamaah putri shaf pertama pun pindah ke belakang dan akhirnya tinggal ia sendiri didepan. Salah satu jamaah putri pun mencoba lagi untuk membuatnya pindah ke belakang namun ia menolak, dan akhirnya ia pun pindah sendiri ke belakang dan meneruskan kehebohannya dibelakang.

Selesai tarawih, aku pun kebelakang. Aku penasaran dengan orangnya dan kulihat anak-anak kecil sedang mengerubutinya sambil mlongo melihat keanehan pada wanita itu. Salah satu anak pun langsung menarikku dan menceritakan hasil wawancaranya dengan wanita itu yang baru kuketaui dari pengakuannya namanya adalah nur lela. Anak-anak pun bertanya kepada mbak nur (eh) aslinya mana, mbak itu menjawab, “orang Indonesia”. Wah, pasti mbak nur lela tadi berbuka puasa dengan t*p coffee, tawaku dalam hati.

Yang lucu dan sedikit membuat merinding adalah ketika ditanya tentang bisa sampai di musholla naik apa, ia pun menjawab, “naik sepatu halus dari madam” nah loo!! Dari doa-doa yang dipanjatkannya juga terbilang aneh (yaa iyalah, kalau ndak aneh bukan orgil namanya), terdengar ia menyebut eyang dirgantara, kelelawar, paringono, dan entahlah tak jelas yang hal itu membuat tawa anak-anak pun pecah.

Tadarus pun dimulai. Aku berharap semoga mbak nur tidak ikut masuk. Dan ternyata, jreng jreeng. Orangnya duduk disebelahku sambil senyum-senyum dengan giginya yang agak tonggos dan mengucapkan “assalamu’alaikum..” aku pun tak hentinya menahan tawa dengan melihat anak-anak kecil semuanya masih melongo melihatnya. Aku sesekali melihat kearahnya dan melihat ia melihat kearahku. Waduuh! Mmm, kalau pernah nonton film Nanny Mc Phee, lhaa, yaa seperti itu lah kira-kira gambaran wajah mbak nur ini.

Naluri seorang jurnalis. Sayangnya, aku tak bawa hp atau kamera untuk mengabadikan, dan memang tak pernah membawanya, jadilah aku bisikkan ke salah satu anak yang membawa hp untuk memotret mbak nur ini, agar nanti bisa kuperlihatkan kepada Silvi dan Nurul karena kebetulan juga mereka tak tarawih malam tadi. Ketika mulai nge-shoot, mbak nur berkata, “assalamu’alaikum, kalau sedang dbacakan firman Allah, tolong hp-nya jangan dimainkan dulu yaa.. tolong dimasukkan dan mendengarkan temannya membacakan firman Allah ini yaa, assalamu’alaikum..” tawa anak-anak pun pecah namun tertahan. Subhanallah.. 😀

Oke rileks, akhirnya giliran aku membaca, ketika aku batuk karena grogi mbak nur ini pun berkata, “subhanallah”. Ketika takjil datang, krupuk citing, anak-anak pun mulai menyerbu. Kriak kriuk disana sini dan mbak nur ini mulai bicara, “assalamu’alaikum, itunya nanti saja yaa, mari kita dengarkan tadarusnya dulu ya..” eh, religious lo..

Sampai aku pulang, mbak nur pun masih di mushola. Ohiya, sebelum pulang tadi aku coba bertanya, “Mbak Nur rumahnya mana?” jawabnya tetep, “Indonesia” haduuh.. terus “nanti tidur teng pundi mbak?” jawabnya, “yaa teng mriki, kulo nek mirengne ngaji ngeteniki kroso asrep..” waduuh.. Dan aku pun pulang, dan barusan dapat sms dari anak-anak kalau mbak nur sekarang tidur di mushola. Kyaa.. entah kenapa aku ingin menceritakan ini, namun tarawih malam 14 ini sungguh menggelikan dan konyol. Mulai dari bacaan yang sumbang, kaburnya shaf pertama, kembali tertutup lagi shaf pertama, anak-anak yang melongo, anak-anak yang fasih bercerita, kalimat assalamu’alaikum yang tadi kudengar mbak nur berkata “setiap masuk kerumah harus mengucapkan assalamu’alaikum”, hingga disebelahi olehnya.

Aku jadi ingat dengan pertanyaanku dulu kepada Bapak tentang ‘apa orang gila bisa masuk surga? Kenapa mereka selalu sehat?” Bapak pun menjawab, “tidak masuk surga maupun neraka, ada suatu tempat diantara surga dan neraka yang disiapkan untuk mereka. Dan Allah itu sudah adil, mereka sudah diberi sakit yakni gila.”

Dimanakah jiwa mereka? apa memang Allah mentakdirkan mereka seperti itu? Aku yakin, mbak nur dulunya adalah orang yang baik agamanya, dari bacaan yang ia lantunkan begitu fasih dan benar walau ada beberapa yang ngelantur. Ia meminta dalam keadaan gilanya, ia meminta kepada Allah, namun didengarkan doanya? Wallahu’alam..