“T dan T”

kau selalu memberiku inspirasi walau sekedar kata tanpa arti.. – T

T and T

T and T

Namaku berinisial T.

Seperti kebanyakan orang yang selalu menuliskan inisial namanya disegala benda miliknya, begitu juga aku. Semua bendaku pasti berinisial T. Pada setiap benda milikku, pada setiap buku-buku, pada setiap barang-barang yang baru kubeli, bahkan kupatenkan huruf T pada awal tanda tanganku yang hingga sekarang belum berubah semenjak pertama kalinya aku bertanda tangan di Ijasah SD. Kubanggakan inisial T pada tanda tanganku.

Terkadang, aku suka dengan hal-hal yang konsisten walau tak selalu semua.

Yang jelas, inisial T adalah diriku. entah itu T untuk Tutut atau T untuk Tiwwi. Oiya, tiwwi, my proudly nickname. Akan kuceritakan darimana aku dapatkan nama itu, yang jelas yaa masih dari nama panjangku, namun inspirasinya adalah dari kakak perempuanku. Yaa, seperti sudah menjadi naluri seorang adek yang selalu mengikuti apapun yang dilakukan oleh sang kakak, aku pun demikian.

Bersyukur aku mempunyai 3 kakak yang terhebat dalam hidup hingga aku terbentuk menjadi adek yang seperti ini, walau sifat manja dan kekanak-kanakan belum juga sirna pada diriku sejauh kepala 2. Namun kuakui banyak hal dari ketiga kakak ku yang menginspirasi hidupku, salah satunya tentang inisial. Kakak perempuanku, dibeberapa sudut halaman buku diary-nya selalu menulis kata “ansya”, entah itu inisial darimana yang namanya sendiri adalah Nur Hidayati Insiyah menjadi ansya dalam insialnya, yang jelas aku kira itu adalah merupakan sebuah hal yang sangat mendebarkan memiliki sebuah nama rahasia yang hanya diketahui oleh diri sendiri atau jika itu orang lain, hanya orang-orang terpilihlah yang tau akan nama itu.

oleh karenanya, dulu, ku otak atik namaku untuk mencari inisial unik itu. Susah, iyaa, karena 5 huruf nama depanku hanyalan pengulangan 2 huruf yaitu T dan U. Dan akhirnya, lahirlah inisial TIW yang sejatinya adalah akronim dari nama panjangku Tutut Indah Widyawati, yang kuulangkan w dan kutambahkan i dibelakangnya.

Jadilah TIWWI.

Tiwwi dengan tetap berinisial T didepannya.

Entah kenapa aku ingin menuliskan ini, menceritakan juga tentang hal ini.

Yang aku tau, inspirasi ini darimu, darimu manusia berinisial T.

Aku tak tau kau siapa, dan aku tak tau apa kau merasa.

Yang jelas, jika itu kau, sungguh aku mau kau mempunyai insial yang sama denganku.

Agar mudah dalam kumencarimu.

Agar mudah dalam Tuhan menuliskan takdir kita bersama.

T & T

Advertisements

hujan mereda, bumi merenung, dan akhirnya de javu

hari ini hujan pun turun, deras, sungguh deras,
hingga aku pun ingin bermain-main dengannya, menyambutnya, namun..
aah, tubuhku masih ringkih walaupun untuk berdiri paling tidak 5 menit saja hanya untuk berdiri dibawah payung dalam curahan hujan dan menengadahkan tanganku demi merasakan hujan di awal tahun agamaku..
padahal, telah ku tulis beberapa jam yang lalu dalam sebuah kicauan pendekku,

aku ingin hujan-hujan, however my condition is right now.. \(^__^)/

aah, lupakan!! aku pun kembali merebahkan tubuhku yang selama lebih dari 1 minggu bertahan melawan bermacam virus-virus jahat yang pada puncaknya berhasil membuat 3 hari dalam hidup harus kuhabiskan sebagian besarnya dalam bilik kamarku. Yaa, aku bosan, seharusnya 3 hari menjadi liburan yang menyenangkan, menjelajahi tempat-tempat baru dan membingkai kenangan dengan pandangan pemandangan yang ditangkap mata dengan begitu fresh-nya,
namun, tak banyak kulakukan banyak hal..

diluar, hujan terdengar gemericik deras,
yang sesekali terhenti dan kemudian menderas lagi,
dan sekarang, hujan itu telah reda sama sekali hingga bumi serasa diam merenung..
aku pun mulai merasakan embusan angin dingin hasil kolaborasi angin pepohonan dan uap air hujan, perlahan menyelinap melewati jendela dan menembus korden kamarku dan membelai ubun-ubunku dengan lembut..
alhamdulillah, sungguh menenangkan..

berkali sudah kukatakan dalam berbagai cerita tulisanku bahwa hujan selalu dapat membawa kita ke dalam sebuah kenangan yang entah, bersama siapapun, dalam tempat manapun yang dahulunya pernah kita singgahi..
dan hari ini, kudapati diri dalam sebuah kenangan bersamamu..
entahlah, walaupun sejatinya kita belum pernah sekalipun bertemu dalam hari hujan, dan kita memang belum menemui kenangan bersama saat hujan..
namun hari ini, kudapati kenangan itu..

Apakah ini de javu??
Apakah di kehidupan yang lalu kita pernah bertemu??

selama aku menulis tulisan ini aku pun berpikir keras untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang kupertanyakan sendiri, namun aku tak tau..

yang kutau adalah, aku dan kau berada dalam jarak yang jika ku tarik melintasi arah selatan bumi, maka kita terpisahkan dengan beribu selat, beberapa benua, bermil-mil luas samudera..
dan hanya dengan kenangan sesaat saja, aku mampu yakin bahwa itu kau..

de javu

de javu