#BN2013 Bumi Hijau Joglo Abang, Sleman – #TripJogja

Perjalanan menuju Joglo Abang menghabiskan waktu sekitar 1 jam karena harus berhenti berapa kali untuk menanyakan direction. Ditambah tak bisanya bus lewat karena sempitnya jalan membuat saya dan @silvianapple terjebak disaat yang lain sudah leha-leha di joglo abang beberapa jam sebelumnya.

That was very long time unpleasant short journey, tapi semuanya terbayar dengan pemandangan sekitar Joglo Abang yang masih sangat dijaga secara alami dan tanpa sampah disekitar selokan, lupa namanya. Kata Pak Gempur, di jogja itu, walaupun sungainya gedhe namun mereka menyebutnya sebagai selokan. Sayang saya tak sempat mengabadikan ‘selokan’ besar dengan jalan berkelok nan indah itu karena ke-unpleasant feeling yang kami berdua dapat.

Setelah menunggu, akhirnya mobil-mobil dari Jogja Travel-pun menjemput semua peserta di bus yang terjebak. Perjalanannya seru, melewati sepanjang selokan, apa sih namanya jadi penasaran, yang di sisi kanan kiri tanggul banyak rerumputan hijau yang keren tanpa sampah. Setelah mengikuti jalan di sepanjang sisi kiri selokan, dengan hanya satu belokan saja akhirnya kami sampai dengan acara yang sudah dimulai.

Tari Gambyong sebagai pembuka acara #BN2013

Tari Gambyong sebagai pembuka acara #BN2013

Untuk acara seminarnya tak banyak bisa diceritakan karena saya dan @silvianapple malah keliling di sekitar Desa Joglo Abang dan reunian ke komunitas-komunitas lain yang juga hadir. Saat break time tiba, kami masih ngobrol dengan nak-kanak plat-m yang akhirnya kami makan siang bersama plat-m. Makan siang-sholat-kembali ke joglo abang-kenalan dengan mas Ndop, Blogger Nganjuk- jalan-jalan disekitar Joglo Abang – foto-foto dan #TripJogja.

Jalan-Jalan Joglo Abang, Mlati, Sleman

Jalan-Jalan Joglo Abang, Mlati, Sleman

Ketika menunggu yang lain sholat, tiba-tiba @silvianapple memanggil seseorang yang selanjutnya kami panggil mas ndop yang ternyata pas makan siang sudah bertemu pas bagi-bagi stiker. Katanya sist @silvianapple sih mas ndop orang terkenal dan memang pas ketemu orang-nya blater. Akhirnya kami pun jalan-jalan bareng bersama @BloggerKediri lainnya. Suasana Joglo Abang masih ndeso banget dan ternyata Joglo Abang juga menjadi salah satu desa wisata. Kami sempat berfoto, bercerita, bertemu laba-laba dan bertemu bebek-bebek yang saya sempat hush-hush dan difoto sama mas ndop, terima kasih mas ndop.

Bebek, Joglo Abang.. Foto by Mas Ndop

Bebek, Joglo Abang.. Foto by Mas Ndop

Tak berani jalan jauh karena kasian Blogger cowok semalaman sudah berjalan jauh dari Hotel Blankon hingga Malioboro, entah berapa jaraknya yang jelas katanya capek, sekitar pukul 04.00 pun kami kembali ke Joglo Abang. Saat kami kembali, di stage sedang ada kumpulkan mbah-mbah putri yang sedang berdendang ria menyanyikan lagu-lagu jawa diiringi oleh musik lesung yang dipukul-pukul sambil menari-nari.

Berselang kemudian, salah satu panitia dengan TOA-nya meminta peserta untuk berkumpul untuk registrasi #TripJogja dan penitipan tas agar kami ndak nenteng tas kemana-mana atau istilah kerennya left luggage. Kami pun registrasi dan diminta panitia bersiap karena rombongan @BloggerKediri sudah pas untuk diberangkatkan, kala itu saya, sist @silvianapple, mas ndop, puguh, putut, teguh, aris, yoggy, royan, dan satu teman-nya diberangkatkan satu mobil.
#TripJogja, bawa kami merasakan Jogja-mu.

Keluar dari Joglo Abang kami disambut dengan jalan Ring-Road Jogja, entah selatan atau utara, sepanjang jalan kami pun banyak bercanda dan tiba-tiba kami menemukan tontonan yang membuat kami terbahak sepanjang jalan. Ada seorang pengendara motor yang sedang ‘konser’ dengan semangatnya disepanjang jalan di belakang mobil kami. Yang lucu, ia tak sadar kami sedang memperhatikannya bernyayi dengan penuh penghayatan dengan tangan yang mengepal, mbegar, nunjuk-nunjuk, mata merem melek, kepala geleng-geleng, mulut komat kamit, hingga kaki jungkir balik (oke, itu terlalu mendramatisir) dan pokoknya kami sampai tertawa sepanjang jalan hanya karena orang itu. Mas Ndop bilang, mungkin orang ini sedang latihan untuk ikut Indonesian Idol, kami pun tertawa lagi. Namun saat sampai di pertigaan flyover ia belok dan kami terus.

Ohiya, selama perjalanan kami disuguhi dengan pemandangan indah kota Jogja. Pak Supirnya baiiik banget karena disepanjang jalan kami pun dikasih tau jika ada spot-spot menarik di Jogja seperti ketika kami lewat kedai-kedai Kopi, apa yaa, MONJALI, Tugu Jogja yang Mas Supirnya bilang, (ia meminta dipanggil mas karena merasa belum tua) di tugu Jogja ini para wisatawan sering berfoto, dan akhirnya kami sampai di jalan Malioboro dan di drop di depan benteng vredeburg.

Maghrib pun tiba, akhirnya kami mencari masjid disekitar Vredeburg. Sebenarnya mau ke Masjid Gedhe namun karena sedikit kejauhan akhirnya kami sholat di Masjid Polres Jogja di barat benteng vredeburg masuk ke jalan Reksobayan. Setelah sholat kami pun jalan-jalan mencari sesuatu untuk dinikmati malam itu yang akhirnya kami semua ditraktir Es Campur oleh mas ndop. Terima kasih lagi mas ndop.

#TripJogja Blogger Kediri

#TripJogja Blogger Kediri

Sekitar pukul 08.30 kami berjalan menuju terminal ngabean setelah jalan-jalan, cerita-cerita, foto-foto dan minum es campur traktirannya mas ndop. Jarak titik nol ke terminal ngabean tidak terlalu jauh jika ditempuh dengan jalan kaki dan jalannya pun lurus dari titik nol menuju selatan, mungkin. Sesampainya di terminal ngabean kami pun tak lantas bisa berangkat karena harus menunggu jemputan yang gggrrhh, menguji kesabaran para peserta. Akhirnya setelah menunggu selama kurang lebih satu jam, kami pun diangkut untuk selanjutnya istirahat di Desa Wisata Tembi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s